Culinary Memoirs of A Biologist Who Loves Food

(Hotel) Grand Aston, Yogya

Halo pembaca! Setelah sekian lama saya vakum karena saya beberapa lama lalu sedang berusaha fokus mengerjakan tesis dan menyalakan api komunitas yang saya dirikan, akhirnya saya memutuskan buat nulis lagi! Sekarang, blog saya ini juga terasosiasi dengan komunitas saya yang saya sebut “Omnivora”, apa itu? Tempat blogger makanan, foodgram, dan personil kuliner apapun. Feel free to ask! Ah ya, masuk artikel ke-100, saya mau me-review pengalaman kuliner saya di sebuah hotel bintang lima di Yogya, Grand Aston Yogya. Pertama2, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Grand Aston yang telah menghadiahkan tiket menginap semalam gratis karena saya menang lomba makan hotdog!

Karena ini blog kuliner, saya akan lebih banyak menyoroti aspek makanannya daripada yang lainnya.

Semua berawal dari ketika saya check in jam 2 siang setelah seminggu saya melakukan reservasi.

Room Service

GA - Room

Yak! Tempat yang pas buat ngerjain tesis dengan tenang tidur2an dan makan!

Menariknya soal makanan di hotel ini adalah memiliki harga yang lebih murah dari harga makanan di hotel bintang lima yang saya tahu tanpa mengurangi kualitas dan kreativitas chef yang memasak. Gimana ngga, gini deh… di Jakarta, dirimu nginep di hotel bintang lima, coba beli 1 makanan simpel kayak spaghetti. Berapa? Rp 70 ribu? Rp 80rb? Di sini harga makanan sekelas pasta jangkauannya hanya Rp 35rb hingga Rp 45rb (yah walau belum sama pajak) lho!

Ketika saya masuk di sini, saya mendepositkan uang saya sebanyak Rp 200.000,00. Ketika saya tiba di kamar, apa yang pertama kali saya lakukan? Ya… saya yakin kalian sudah tau: Pesan makanan! Untuk review makanan di kamar hotel, saya menambahkan skala ukuran di sini: Waktu pengantaran.

GA - Spaghetti Bolognese w Black Bread

Spaghetti Bolognese

Saya mengerti betul bahwa makanan di sini adalah buah karya Chef Jojo (yang sejauh ini saya kenal sebagai chef yang cukup nyentrik, iseng, cuma sangat kreatif… liat aja dengan klik ini). Spaghetti-nya enak. Pastanya al dente. Sausnya rich dan meaty. Yang menariknya lagi adalah bread stick hitam yang dibuat dengan karbon aktif seperti hot dog yang waktu itu saya makan dan saya awalnya mengira mereka mau ngasih saya sumpit buat makan spaghetti. Overallit’s good!

GA - Fish n Chips

Fish n’ Chips

Fish n’ Chips adalah makanan khas Inggris favorit saya. Setiap kali saya pesan, saya berekspektasi untuk mendapatkan porsi fillet ikan yang besar dengan tepung yang renyah, plus chips atau kentang goreng dengan konsistensi renyah di luar namun empuk di dalam (bukan lembek atau kayak kerupuk… asal kalian tau, chips di lidah Inggris kadang sama dengan French Fries), plus… saus tartar yang campurannya pas dan jumlahnya cukup. Setelah saya pesan, akhirnya Fish n’ Chips pun datang ke kamar saya. Awalnya saya cuma melotot karena mereka menyajikannya bite size atau kecil2 potongannya, dan pakai tepung panir bukan tepung cair (batter). Tapi… ternyata enak! Ikannya dibumbuinya pas, renyah di luar dan empuk di dalam. Hmmmm… terus kentang gorengnya punya konsistensi yang pas. Saus tartarnya… mungkin lain kali perlu banyakan karena menurut saya rasanya sudah oke!

GA - Nachos

Nachos

Nachos bisa dibilang snack khas Meksiko yang pas buat nonton TV atau bioskop. Biasanya merupakan keripik tortilla jagung yang disajikan dengan saus seperti salsa atau guacamole dengan kadang diberi tambahan keju yang melimpah. Lalu bagaimana dengan pesanan saya? Tortilla-nya oke, salsa-nya enak, kejunya… SUPER NANGGUNG. ‘Bok ya kejunya banyakan dikit atau pakai keju cair yang banyak. Saya rela nambah Rp 3rb – Rp 5rb buat makan salsa dengan keju yang ga nanggung2, atau mending ga sama sekali. Serius… liat aja foto di atas… nanggung.

Vanilla Sky Lounge

Bosan di kamar berkutat dengan laptop, tesis, dan nonton NatGeo Channel terus, saya pun jalan2 untuk meng-eksplorasi hotel ini. Kemudian saya teringat dengan promo Vanilla Sky Lounge yang katanya menyediakan makanan khas Meksiko dengan harga mulai Rp 25rb. Penawaran yang menarik, akhirnya saya pun ke sana. Di lantai teratas hotel ini.

GA - Vanilla Sky Lounge (1)

GA - Vanilla Sky Lounge (2)

Hemmmmm… gelap…

GA - Vanilla Sky Lounge (3)

…dan hujan…

GA - Vanilla Sky Lounge (4)

…area bar nya kayak mati lampu.

Sesampainya di sana, suasananya… gelap. Ya saya tau dekor nya punya warna gelap, cuma maksud saya itu… sepi. Mungkin saya pikir karena saya dateng “kepagian”. Yah, dasar saya dodol sih… dateng ke Lounge sore2 gini, pake sendal kamar, dan tujuannya buat makan makanan Meksiko di situ. Ketika saya melihat menu nya, ternyata… harganya jauh dari perkiraan saya. Di atas perkiraan budget saya.

GA VSL - Pozole Blanco

Chicken Pozole Blanco

Akhirnya saya pun memesan sesuatu yang sederhana saja… sup khas Meksiko: Chicken Pozole Blanco. Sup bening dengan ayam, keju Meksiko, dan alpukat. Sejauh yang saya makan, rasanya oke. Cuma yang rada “ganggu” adalah keripiknya. Agak mood whiplash ntah kenapa. Saya ekspektasi pakai tortilla yang jagung ataupun tepung… ini, kayak pangsit. Cuma… gapapa, sup nya oke.

Seusainya makan di situ, saya kembali ke kamar saya…

Breakfast Buffet

Sarapan adalah momen yang baik untuk memulai hari. Mereka bilang, kalau kalian mau tenaga yang kuat satu hari itu, makanlah sarapan yang punya karbohidrat sederhana (gula, bukan tepung) dalam jumlah yang banyak (mohon koreksi ya… jadi justru jangan makanan yang santai pagi2… dari situ lahirlah istilah “Breakfast like a king, lunch like a prince, dinner like a pauper”). Ketika saya menginap di hotel, buffet sarapan adalah indikator seberapa niat sebuah hotel menyambut tamunya untuk memberikan yang terbaik di awal hari mereka.

Pagi ini saya jam 7 sudah di Saffron karena jam setengah 9 saya harus ke kampus, terlepas hari itu adalah hari Minggu. Tapi apapun untuk Xenobiota yang saya cintai. Menariknya, bahkan 2 ahli bioteknologi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang kemarin mengadakan seminar singkat dan diskusi, ternyata menginap di sini juga!

GA - Saffron (2)

Pagi itu cukup ramai.

GA - Saffron (1)

Di sini ada jus, sereal, susu dan keju…

GA SF - Cheese Platter

Ini pilihan cheese platter nya…

GA - Saffron (5)

Ada roti dan pancake…

GA - Saffron (3)

Pilihan sweet pastries

GA - Saffron (4)

GA SF - Sushi

Dan sushi… pesan saya simpel: Jangan cuma California Roll dong, tambahin yang ada ikan segarnya pasti mantap

Variasi makanan di sini cukup banyak. Mulai dari roti tawar sampai pancake, dari keju sampai pasta, bahkan menariknya, di sini ada jamu! Lalu apa yang saya ambil?

GA SF - Buffet

(Dari kiri atas) Sosis sapi, (kalo ga salah) fondant potato, creamy spinach, dan fusilli tomato.

Rasa fusilli, kentang, dan sosis nya oke dan gak lebay. Bayamnya… ntah ini lidah saya atau bagaimana, cuma perlu ekstra bumbu.

Sebagai tambahan dari yang saya makan…

GA SF - Pancake

Pancake…

GA SF - Waffle, Croissant, Yoghurt

Almond croissant, waffle, dan yoghurt ceri.

Terlepas dari croissant yang gurih, renyah di luar, dan empuk di dalam, waffle dan pancake dengan konsistensi yang pas… saya merasa satu yang kurang: Maple syrup dan mentega. Oke lah, mentega atau butter tersedia di sini, cuma maple syrup adalah saus manis utama yang harus ada untuk waffle dan pancake, biarpun yang lain disediakan sebagai topping.

Overall, makan pagi saya asik… ah coba para professor dari MIT itu saya sapa dan ajak diskusi.

Buat Grand Aston, makasih banyak untuk kesempatan ini. Untuk nilai plus dari saya tolong dipertahankan ya, untuk kritik dan masukan dari saya mohon dipertimbangkan 🙂

Lain kali saya mau nyicip dan eksplor makanan di Vanilla Sky Lounge nya lagi deh, dan pastinya saya akan ke sini untuk menjaga hubungan bilateral (apa sih Dit) dengan Chef Jojo dan Tim Grand Aston lainnya.

—-

AW’s Rating:

Ketanggapan Room Service: √√√√√ (full score, ketika saya bertanya… responnya cepat dan mengerti yang saya tanyakan)

Waktu pengantaran pesanan: √√√√ (4 dari 5, cepat… tapi masih bisa lebih cepat kok)

Kualitas dan inovasi makanan: √√√√ (4 dari 5, masih bisa lebih baik lagi)

Buffet sarapan: √√√√√ (4 dari 5, sama masukannya dengan di atas)

Service hotel keseluruhan: √√√√½ (4.5 dari 5, good!)

GRAND ASTON HOTEL YOGYAKARTA

Class: 5 Stars

Jl. Urip Sumoharjo no. 37, Yogyakarta. Ph: +62 274 566 999

Hotel Twitter: @grandastonjogja, Hotel web page: Klik

Jangkauan harga makanan (di luar pajak, promo “G.I Joe” termasuk):

Room Service & Saffron Restaurant: Rp 20.000,00 – Rp 300.000,00 (minus minuman alkohol)

Vanilla Sky Lounge: Rp 27.000,00 – Rp 80.000,00

Foursquare: Klik

Notes: Di waktu tertentu, pilihan buat stay di sini merupakan pilihan yang baik. Karena di waktu tertentu… harga menginap per malam di sini sangat terjangkau: Rp 400.000,00 an!

-AW-

4 responses

  1. Kapan2 kalo ke Jogja mau coba ke sini deh. Biasanya, ke Novotel.
    Makasi ya reviewnya :))

    May 9, 2015 at 8:50 AM

    • Adit W

      Sama2 🙂

      May 9, 2015 at 8:52 AM

  2. Wina soeroso

    Gaya amat bikin tesis di Aston :p Looking forward seeing you and trying all the food in Jogja maybe during your graduation time.

    May 13, 2015 at 3:55 PM

    • Adit W

      Insha Allah, see you there, auntie 🙂

      May 13, 2015 at 3:56 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s