Culinary Memoirs of A Biologist Who Loves Food

Posts tagged “Hotel

Chef Purbo Wahyono – Berawal Dari Nekat, Berubah Menjadi Dahsyat!

Bagi kalian yang pernah menonton film Disney Pixar, Rattatouille, Chef Auguste Gusteau pernah bilang bahwa “Semua orang bisa masak!” dan ditambah dengan sang kritikus restoran Anton Ego di review akhirnya menambahkan, “Tidak semua orang bisa menjadi seniman yang handal, tapi seniman yang handal bisa berasal dari manapun”. Ya, semua orang bisa masak dengan apapun latar belakang mereka.

Chef Purbo (1)

Tidak terkecuali sang Executive Chef dari Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Chef Purbo Wahyono (47). Pria kelahiran 20 Januari 1969 ini awalnya sekolah di sebuah sekolah perbankan di Yogyakarta pada tahun 1988, mengikuti ambisi orang tua yang pada saat ini masih berkiblat pada anggapan bahwa kerja sukses adalah kerja kantoran dan mengurus uang. Namun hal ini menurut Chef Purbo kurang menarik. Hingga suatu ketika Chef Purbo menemui temannya di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, dan beliau terinspirasi menjadi seorang chef.

Hanya bermodal nekat setelah melihat flyer tentang sekolah perhotelan di Denpasar, Bali, ia akhirnya berusaha meyakinkan orang tuanya agar ia bisa ikut tes. Saat itupun, orang tua beliau menganggap sekolah perhotelan itu tidak memiliki masa depan yang jelas. Dengan modal niat yang kuat, dan doa ke Tuhan YME dengan tulus, beliau pun pergi ke Denpasar. Di sini, saya belajar bahwa yang namanya intervensi Tuhan atau divine intervension itu ada.

“Saya awalnya ga yakin, soalnya tes nya kan Bahasa Inggris dan pertanyaan2 dasar dapur. Saya berdoa, dan alhamdulillah… saya dapat pertanyaan yang gampang, sementara yang lain pertanyaannya ribet!”

Akhirnya Chef Purbo sekolah di Denpasar. Di sana karena dengan modal awal nekat, ia hidup dalam keterbatasan, bahkan tinggal di musholla. Saat itupun, orang tua mulai menggelengkan kepala mereka karena melihat masa depannya suram. Tapi itu tidak menyurutkan semangat Chef Purbo! Akhirnya setelah selesai dan ia bisa ke hotel. Pilihan awalnya adalah sebagai manajemen hotel. Namun, sekali lagi, ia memilih jalan lain. Menjadi tukang jagal atau butcher di dapur. Mengapa? Tukang jagal yang memasok daging itu adalah pusat atau jiwa dari dapur! Belajar tentang daging akan membuat kita selalu diperlukan di dapur.

Chef Purbo (2)

Tahun 1995, Chef Purbo berkesempatan kerja di kapal pesiar Royal Oddisey dan ia menjadi SATU-SATUNYA orang Indonesia yang kerja di sana! Ia awalnya bekerja sebagai “garbage boy” di bawah Divisi Stuart/Kelasi. Memegang profesi ini, ia tak putus asa, tapi ia belajar juga. Ia menjadi mengerti zat2 kimia yang berguna untuk pekerjaannya. Ketika jam istirahat, seharusnya petugas di sana ganti shift dan istirahat total untuk sesi selanjutnya, namun Chef Purbo mengambil waktu istirahatnya untuk belajar di dapur. Sekian lama kemudian, hal ini terendus sang Executive Chef di sana dan ia pun dites untuk masak. Akhirnya, Chef Purbo resmi menjadi cook (juru masak) di sana setelah itu!

Setelah momen itu, ia mulai meniti karir di berbagai tempat. Mulai dari Hotel Sheraton Surabaya (1996), hingga ke Royal Caribbean Cruise Line milik Amerika Serikat pada tahun 1999, lalu ke Dubai pada tahun 2005-2006, dan kembali ke tanah air pada 2007 ke Hotel Sheraton Timika dan Hotel Sedona Manado. Setelah ia menikah, ia pun mulai menjadi Executive Chef di Maladewa (Maldives) pada tahun 2008 sebelum kembali ke Indonesia dan bekerja di Hotel Atlet Century pada tahun 2012 dan akhirnya di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta menjadi Executive Chef ke-4 setelah Chef Tri Heru Basuki pindah kerja.

Dari hidupnya yang penuh petualang, Chef Purbo selalu bilang untuk selalu ingat Tuhan dan berdoa, serta selalu pasang niat yang kuat. Prinsip beliau dalam bekerja…

“Jika kita mencintai pekerjaan kita, maka kita akan (bisa) menentukan masa depan kita. Be a leader, not follower!

Menjadi seorang juru masak handal, pasti tidak lepas dari kritik…

“Kita tidak bisa melihat kuping kita sendiri. Kita harus menerima masukan atas kekurangan kita agar bisa maju.”

Ketika beliau ditanya, siapakah inspirasi utama beliau?

“Inspirasi saya bukan orang, tapi lingkungan (dan) itu yang saya cari!”

Dalam bekerja, beliau menegaskan kita untuk membuang bidaya ga enakan pada orang lain (Jawa: ewuh pekewuh). Mau itu ke bawahan atau atasan. Demi profesionalitas, kita harus tegas demi mutu yang terjaga.

Banyak sekali pelajaran hidup yang diajarkan Chef Purbo, tapi sekarang… saya akan menunjukkan “kekuatan” masak Chef Purbo di dapur. Menariknya, beliau langsung memperlihatkan 2 masakan yang menurut saya sangat kompleks!

Chef… ga takut masakan dengan bumbu kompleks gini “dicuri” resepnya?

“Yang menjadi kunci rasa masakan adalah feeling. (Dengan) bahan yang sama, dengan tangan yang berbeda, maka rasanya akan berbeda”

Intinya, hanya “insting” yang bakal membedakan karya masakan dengan resep yang sama. Bisa aja ketika kita yang masak… lebih mending dari Chef Purbo (yakin?) atau (pada umumnya) lebih biasa aja? Yah… oke deeh… mari disimak!

Sesi masak

Resep – Royal Ambarrukmo Signature Dish – Soto Tangkar

Menu khas Betawi andalan dari Royal Restaurant di Royal Ambarrukmo. Kata “tangkar” di sini merujuk ke daging iga sapi (saya bayangkan itu karena kayak sangkar). Iga dimasak selama 6 jam dan membuatnya begitu empuk dengan rasa rempah2 Indonesia yang fenomenal.

CP - Soto Tangkar (1)

Chef Purbo menyebutkan, rasa dari cengkeh dan pala berperan untuk menyeimbangkan (balancer) dan bunga kecombrang memberikan rasa segar pada bumbu.

CP - Kecombrang

Bunga kecombrang

Bumbu yang dihaluskan (diblender)

200 g bawang putih

200 g bawang merah

200 g cabe merah besar

200 g kapulaga

200 g sereh

200 g cengkeh

200 g kayu manis

200 g jahe

3 lembar daun salam

200 g pala

Sejumput bagian dalam bunga kecombrang

Garam secukupnya

Bahan utama

1 Kg Iga sapi

Santan encer

Air untuk merebus

Cara membuat

Pertama, tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan air (untuk 1 Kg iga, 10 L air dimasukkan). Masukkan iga sapi. Masak pada api sedang dan konstan selama 6 jam hingga iga lunak, rasa kaldu dari iga keluar dan bumbu meresap. Sesaat sebelum disajikan, santan encer dimasukkan dan diaduk. Soto Tangkar disajikan dengan nasi atau lontong.

CP - Soto Tangkar (Served)

Resep kedua ini berasal dari kampung halaman istri Chef Purbo, Manado, Sulawesi Utara. Juga bisa ditemukan di bagian lain Indonesia Timur.

Resep – Ayam Tuturuga

CP - Ayam Tuturuga (1)

Bumbu lunak utama (masing2 200 g): Bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit (bawang dipotong, jahe dan kunyit dipotong dadu kecil2)

Bumbu lain (masing2 200 g): Cabe merah besar, kemangi, sereh, daun jeruk daun bawang (iris tipis; potongan2 gede ini menjadi ciri khas masakan Indonesia Timur)

1 ekor ayam yang sudah dipotong

Garam secukupnya

Kaldu ayam bubuk untuk menguatkan rasa secukupnya

Minyak goreng

Cuka untuk melunakkan ayam dan menghilangkan bau

Cara membuat

Untuk melunakkan ayam dan menghilangkan bau, beri sedikit cuka pada ayam dan aduk merata. Nyalakan api kompor, panaskan minyak pada wajan.

CP - Ayam Tuturuga (4)

CP - Ayam Tuturuga (5)

Tumis bumbu lunak utama hingga harum. Mulai dari bawang, baru jahe dan kunyit.

CP - Ayam Tuturuga (6)

Masukkan ayam. Aduk hingga rata. Beri kaldu bubuk dan garam untuk menambah rasa. Aduk selama 3 menit hingga tercampur.

CP - Ayam Tuturuga (8)

Tambahkan sereh dan daun jeruk. Aduk. Tambahkan cabe merah dan aduk. Jika minyak sudah terlalu kering, tambahkan lagi sedikit.

CP - Ayam Tuturuga (9)

Masukkan kemangi dan daung bawang. Aduk. Kecilkan api.

CP - Ayam Tuturuga (10)

Tutup wajan dengan rapat, masak dengan diamkan selama 15 menit.

CP - Ayam Tuturuga (Served)

Angkat, Ayam Tuturuga siap disantap! Ayam Tuturuga ini dimasak tanpa air. Karena efek panas, air dari ayamlah yang akan keluar dan menambah rasa ketika bersatu dengan bumbu2 lain yang dimasak.

Promo and Food Science – Lamien (Mie Tarik)

Kita semua tau mie berasal dari Tiongkok. Di tempat asalnya, mie dibuat dari adonan dan ditarik dengan keterampilan yang tidak sembarangan orang bisa! Di Royal Ambarrukmo, Lamien ini dikeluarkan oleh Chef Purbo sebagai menu breakfast buffet!

Ada 3 tepung yang dipakai: Tepung khusus dari Hongkong, Tepung Mie (Bogasari), dan Tepung Sidun. Semua dicampur dengan air dan tidak pakai garam. Saya rasa tepung2 ini memiliki tingkat protein yang spesifik sehingga ketika ditarik glutennya mampu membuat mi kenyal dan elastis.

RA - Lamien (1)

Adonan mie…

RA - Lamien (2)

Kasih tepung biar ga lengket…

RA - Lamien (3)

Tarik sekali… lipet…

RA - Lamien (4)

Tarik lagi… dan ulangi lagi…

RA - Lamien (5)

Rebus bentar… abis itu ke air dingin…

RA - Lamien - Ayam

Kasih saus ayam…

RA - Lamien - Tahu

Tahu…

RA - Lamien - Condiment

…dan kondimen lainnya…

RA - Lamien (Served)

Siap disantap!

Terima kasih sebesar2nya untuk pihak manajemen Food and Beverage Royal Ambarrukmo Yogya, khususnya Mas Rudy Adimulyo yang membuat semuanya berjalan dengan baik. Makasih banyak juga buat Chef Purbo sendiri yang memberi cerita baik kuliner maupun kehidupan dengan warna-warni untuk kami. Special thanks ke Eka Putri Amdela (Budidaya Pertanian UGM 2011) dan Jaler Sekar Maji (Elektronika dan Instrumentasi UGM 2013) dari Xenobiota yang udah menemani saya di sesi ini dan membantu semuanya sehingga berjalan dengan lancar!

Untuk poin2 kehidupan dari Chef Purbo, bisa dilihat langsung di blog Putri di sini.

CP + AW + EPA + JSM

ROYAL RESTAURANT – HOTEL ROYAL AMBARRUKMO YOGYAKARTA (Class: 4 Stars)

Jl. Laksda Adi Sucipto No. 81, Yogyakarta. Reservation Phone: +62 274 488 488

Hotel Twitter: @RoyalAmbarrukmo, Hotel Link: click

Foursquare: Ambarrukmo

TripAdvisor: Royal Ambarrukmo Yogyakarta

-AW-

Advertisements

Chef Herman Jojo – Buat Semuanya Simpel, Spontan, dan Niat!

Memasak adalah aktivitas yang bisa saya bilang manusiawi. Semenjak manusia menguasai api di jaman purba, seiring berkembangnya budaya dan manusia yang berpindah2 memenuhi isi dunia ini dengan segala rupa suku dan budaya yang ada, sudah ada begitu banyak masakan tertulis di sejarah! Mulai dari bagaimana ditemukannya madu sebagai minuman yang abadi karena tidak membusuk, hingga Apicius yang berkreasi dan tercatat pada buku karyanya “De Re Coquinaria”, lalu makanan2 khas suku2 pedalaman, hingga masakan gastronomi molekuler, semua adalah karya kreativitas otak manusia dalam mengembangkan seni kuliner. Sederhana saja, semua berawal dari iseng dan mencoba.

Chef Jojo

Tidak terkecuali Chef Herman Jojo (36) yang lahir 29 Oktober 1980 di Bandung ini. Memulai karirnya dari sebuah sekolah di bidang kuliner di Bandung pada tahun 2000. Setelah lulus, ia bekerja di Hotel Holiday Inn di Bandung sebelum kemudian ia berpindah2 untuk mencari pengalaman di berbagai resort/penginapan dan restoran di Jakarta, Balikpapan, Bali, hingga Shanghai! Di akhir dekade ia pun sempat menetap di Jakarta yaitu di Aerofood unit RS Pondok Indah sebelum memulai dedikasinya di Hotel Aston Bandung di mana ia terkenal dengan menu Goliath Burger yang berupa burger raksasa.

…dan ia lalu sekarang bekerja di Grand Aston Yogyakarta dengan menu2nya yang tidak kalah nyentrik dan seringkali porsi super besar seperti Bujang Lapoek (Buntut Panjang Lezat dan Empoek) dan Pak Darto (Paket Daging Bagi Roto/Rata). Karya2 beliau yang lain juga seringkali nyeleneh seperti Black Hot Dog yang fenomenal tahun lalu dan Gudeg Rekonstruksi (nanti ada di bawah).

“Gue mah kalo masak ga pernah gw rencanain. Bahkan untuk sesi masak (yang formal). Gue cuma tahu apa yang ada saat itu dan di bawah tekanan itu, gue (dengan spontan) pasti akan tau apa yang bakal gue masak!”

Chef Jojo berasal dari keluarga yang sedari awal hidupnya terlatih untuk bekerja keras dan bekerja dalam tempo yang cepat! Hal ini membuatnya tertantang untuk berpikir cepat namun harus fenomenal. Bahkan ketika ditanya…

AW: Chef, kalau ditanya dirimu kiblatnya ke arah makanan dari mana, dirimu akan jawab apa?

CJ: Gue mah mau itu Western atau apapun, itu suka2 aja. Terserah gue (mau campur ini itu), tapi yang penting dalam masak balance itu penting

AW: Sense itu muncul seiring makin sering masak ya dengan sendirinya?

CJ: Iya pasti…

Intinya, spontanitas! Dalam berkarya, Chef Jojo terinspirasi dari chef2 lain seperti Gordon Ramsay atau Jamie Oliver, hingga ia terinspirasi dari sesi masak di komik Kung Fu Boy! Yang jelas, dalam hal makanan, beliau itu cukup berapi2 karena beliau suka proses yang cepat. Maka walau ia bisa memasak menu dessert yang butuh konsentrasi tinggi, ia lebih suka menu lain yang lebih cepat. Dalam masakan, Chef Jojo punya filosofi:

  1. Dua masakan meski dimasak oleh satu orang itu tidak akan sama. Passion yang terbawa ketika memasak akan membuat masakan yang kedua akan lebih enak atau malah lebih ga enak.
  2. Ide bisa berasal dari manapun, sehingga sebenarnya masak itu tidak susah. Karena semua itu dimasak dengan sentuhan kita. Tidak ada makanan yang original karena meski itu masakan tradisional, kita tidak tahu itu siapa yang masak dan resep awalnya seperti apa. Tinggal kita yang memasaknya sebaik mungkin.
  3. Tidak ada batasan dalam masak, selama itu enak dan tamu suka maka lahirlah menu baru!

Ketika ditanya apa yang paling membuat senang sebagai chef, Chef Jojo bilang bahwa ia melayani orang2 penting seperti Sultan di Keraton Yogya, kemudian ketika makanan yang dimasak habis oleh tamu dan tidak ada complain, itu adalah kepuasan dirinya saat sebagai chef. Kebalikannya, hal yang membuatnya jengkel adalah ketika sang tamu tidak lapor kalau dia punya alergi yang membuatnya keracunan atau radang. Tapi kalau makanannya dibilang tidak enak?

“Ya ini makanan (buatan) gue, kalo ga suka ya jangan makan!”

Yang jelas saudara2, kehidupan dapur itu keras. Apa yang kalian lihat di Hell’s Kitchen itu masih versi lucunya… itu kata Chef Jojo. Intinya, chef adalah seniman yang punya andil dalam kreasi dan inovasi di balik dapur! Nah, di bawah ini adalah 2 menu simpel dan 1 menu keren dari Chef Jojo untuk kita!

Sesi Masak

Resep – Buntut Simpel (untuk dasar dua menu lain)

4 siung bawang merah diiris (200 g)

4 siung bawang putih diiris (200 g)

200 g jahe diiris

200 g wortel dipotong

1 Kg daging buntut sapi yang sudah dipotong

Air untuk merebus

Minyak untuk menumis

Garam dan merica secukupnya

Cara membuat

  1. Panaskan panci, tumis bawang merah, bawang putih, dan jahe hingga wangi.
  2. Masukkan wortel.
  3. Masukkan daging buntut, aduk merata.
  4. Tambahkan air, didihkan dan rebus dengan api sedang selama 8 jam. Tambahkan garam dan merica untuk menambah rasa
  5. Matikan dan buntut siap diolah lebih lanjut.

Untuk menu yang di bawah ini akan tersedia di Grand Aston Yogyakarta, sesi SAREBU (Saturday Remix Buffet) mulai Februari 2016! Dua menu pasta ini BISA DIMASAK DALAM 10 MENIT PER MENU LHO!

Resep – Pasta con Beef

120 g spaghetti yang sudah dimasak hingga al dente (dalamnya masih ada putihnya)

Kuah dari buntut (lihat resep di atas)

1 potong buntut sapi (lihat resep di atas)

Brokoli yang sudah direbus/blansir

Parsley bubuk secukupnya

1-2 sdm mentega untuk menambah aroma

Keju Parmesan bubuk secukupnya untuk taburan makan

Cara membuat

CJ - PCB (1)

Mari kita masak…

1. Pertama, ambil sedikit (1 sendok/centong) ke atas wajan, didihkan, masukkan spaghetti. Aduk.

CJ - PCB (2)

2. Tambahkan sedikit parsley bubuk, aduk.

CJ - PCB (3)

3. Masukkan brokoli rebus, aduk. Masukkan mentega. Aduk rata. Terakhir, masukkan buntut. Aduk.

CJ - Pasta Con Beef

4. Letakkan pasta yang sudah jadi di piring, taburi keju Parmesan secukupnya dan sajikan selagi hangat dengan kuah buntut hangat.

Resep – Fettucine Sambal Terasi dan Daging 

Yang spesial dari masakan ini, selain memang akan muncul di SAREBU Februari besok, masakan ini adalah masakan simpel kesukaan Chef Jojo yang bisa ia buat ketika mendadak ingin pasta di dapur.

120 g fettucine yang sudah dimasak hingga al dente (dalamnya masih ada putihnya)

2 sdm sambal terasi (mau dibuat sendiri atau kemasan, bebas)

Daging buntut (lihat resep atas) yang dipotong dadu

Parsley bubuk secukupnya

1-2 sdm mentega untuk menambah aroma

Cara membuat

1. Pertama, tumis sambal terasi, tambahkan buntut yang sudah dipotong, baru kemudian masukkan fettucine ke dalamnya,dan aduk hingga rata.

CJ - FST (1)

2. Tambahkan mentega, aduk merata.

3. Letakkan di atas piring, taburkan sedikit parsley bubuk. Sajikan selagi hangat.

CJ - FST (2)

Rekonstruksi Resep – Gudeg Rekonstruksi

Chef Jojo - Demo (1)

Tahun 2015 lalu, saya dapat kesempatan untuk main di sesi 15 chef dari Aston penjuru Indonesia dan mencicipi masakan mereka, Sunday Culinary Surprise! Beberapa masakannya memang gila dan saya belum dapat resepnya kecuali 2: Sosis Gudeg dan Ayam Nasi Krecek.

CJ - Sate Bacem Fountain

Yang ini misalnya: Itu adalah tempe, dan yang atas bukan coklat. Tapi itu bacem. Fountain bacem.

Pertama, saya akan menunjukkan karya Chef Jojo: Ayam Nasi Krecek.

Siapkan:

Chef Jojo - Demo (2)

Daging paha ayam (drumstick) dengan membuang daging bagian atas kecuali kulitnya, tulang di bagian baha dibiarkan

Chef Jojo - Demo (3)

Nasi putih + sambal krecek (aduk), masukkan ke paha, lipat.

Chef Jojo - Demo (4)

Setelah dilipat dan tertutup (lipatannya). Kukus selama 10 menit untuk membuat kulitnya mengkerut dan mengunci. Tumis ayam isi nasi hingga kulitnya matang untuk menyajikan.

Kedua: Sosis Gudeg.

Siapkan:

Chef Jojo - Demo (5)

Gudeg nangka, blender/proses hingga halus. Lalu siapkan kolagen sapi (bisa beli di toko makanan khusus).

Chef Jojo - Demo (6)

Dengan plastik semprotan makanan, masukkan gudeg halus ke dalam kolagen dengan perlahan hingga jumlah yang diinginkan.

Chef Jojo - Demo (7)

Pelintir sosis untuk mendapatkan ukuran sosis yang kecil (sisanya sesuai selera). Pada suhu rendah (60ºC) panaskan sosis secara bersamaan selama 30 menit untuk memadatkan/mengkerutkan kolagen sehingga sosis memiliki dinding yang kuat.

CJ - Sosis Gudeg

Siap disajikan.

CJ - Ayam Gudeg Bakar

Gudeg rekonstruksi yang modernistik (Sate tempe bacem, sosis gudeg, dan ayam nasi krecek).

Terima kasih untuk pihak manajemen Grand Aston Yogyakarta, khususnya Chef Herman Jojo sendiri yang di tengah sibuknya restoran Saffron di awal tahun, namun masih sempat untuk ngobrol dan masak demi penulisan artikel ini. Terima kasih yang sebesar2nya juga buat sang adek angkatan dari Xenobiota, Biologi UGM 2014, Elory Leonard yang sudah datang dan membantu sesi ini! 🙂

Chef Jojo - Elory - AW

SAFFRON RESTAURANT – HOTEL GRAND ASTON YOGYAKARTA (Class: 5 Stars)

Jl. Urip Sumoharjo no. 37, Yogyakarta. Reservation Phone: +62 274 566 999.

Hotel Twitter: @grandastonjogja. Hotel Link: click

Foursquare: Saffron/Aston Yogya

TripAdvisor: Grand Aston Yogyakarta (Indonesia)

Notes: Cek via telepon kalo mau ke sini… takutnya sold out karena sampai sekarang cukup rame!

-AW-


Christmas Eve Buffet: Royal Restaurant – Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Ah, pertama saya mau mengucapkan selamat merayakan Natal untuk yang merayakannya, dan selamat libur Tahun Baru Masehi 2016 untuk kita semua. Ayo kita susun resolusi kita semua dan kejar cita2 kita!

Natal… adalah perayaan umat Kristiani, cuma untuk saya yang Muslim, kadang kebagian rejeki buat makan kayak gini sih siapa yang mau nolak? Toh saya ngga ikut ibadahnya. Oke, buat yang belum tahu, Christmas Eve atau Xmas Eve adalah perayaan malam sebelum Natal (jadinya tanggal 24 Desember) di mana biasanya diadakan makan malam bersama.

Pada Xmas Eve kemarin (24 Desember 2015), saya dengan sangat berterima kasih sekali kepada pihak manajemen Food and Beverage Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta karena saya dan pacar saya tercinta diundang untuk menikmati buffet makan malam di sini!

Sesi makan malam di sini berjalan di bawah komando Chef Purbo Wahyono selaku Executive Chef dari Royal Ambarrukmo. Beliau memasak begitu banyak jenis masakan yang khususnya didominasi oleh masakan Eropa seperti Spanyol, Perancis, Italia, hingga menu fusion atau campuran.  Karena adanya begitu banyak jenis masakan, saya akan menyoroti lebih kepada variasi makanan yang begitu unik (khususnya beberapa cukup asing di telinga kita) daripada membahas semuanya.

RA - Xmas - Fish

Begitu tiba, kita disambut sajian dari ikan (seingat saya itu sarden segar)…

RA - Xmas - Assorted Sushi

…variasi sushi…

RA - Xmas - Sashimi

…sashimi ikan salmon, tuna, dan kakap…

RA - Xmas - Paella

Spanish (Seafood) Saffron Rice AKA Paella dengan kerang hijau, cumi, dan udang…

RA - Xmas - Tomato n Boccochini Cheese

Tomat dengan Keju Boccocini.

Irisan tomat diberi saus pesto verde dari basil (daun selasih) dengan minyak zaitun. Keju Bocconcini adalah keju jenis mozzarella yang dibentuk kecil-kecil seukuran telur, semi-lunak dan biasanya dibuat dari susu kerbau (water buffalo). Keju jenis ini memiliki rasa yang gurih dengan tekstur seperti spons dan enak dimakan segar dengan sayuran daripada dimasak hingga meleleh.

RA - Xmas - Lobster Bisque (1)

Lobster Bisque…

RA - Xmas - Lobster Bisque (2)

…versi dalam mangkuk dengan crouton atau roti.

Bisque merupakan sup dengan bumbu yang bervariasi dan berasal dari Perancis. Dasar sup nya biasanya merupakan kaldu/coulis dari hewan krustasea yang dimasak (udang, lobster, atau kepiting). Chef Purbo sendiri menjelaskan bahwa Lobster Bisque ini dibuat dengan memasak lobster dalam waktu yang lama (sekitar 8-12 jam) hingga kaldunya keluar dan kemudian disaring, lalu dimasak dengan puree tomat untuk meringankan rasa. Rasa lobsternya memang begitu membahana di lidah ketika dicoba. Mmm…

RA - Xmas - Roasted Turkey w Cranberry n Giblet Sauce (1)

Roasted Turkey with Cranberry Sauce and Giblet Gravy.

Turkey alias kalkun… rasanya ga beda dengan ayam cuma lebih lunak kalau menurut saya dan karena massa dagingnya lebih tebal, lebih berpotensi juicy ketika dimasak. Biasanya kalkun ketika dipanggang diisi dengan sayur atau buah agar memiliki rasa kaldu yang enak ketika meresap kembali ke daging. Di sini digunakan jamur. Istilah “saus giblet” adalah saus yang dibuat dengan menggunakan kaldu dan minyak dari hasil panggangan kalkun setelah kalkun diangkat sehingga memberi rasa ekstra yang kuat dari kalkun.

RA - Xmas - Roasted Turkey w Cranberry n Giblet Sauce (2)

“Kok pake saus buah?? Kan manis… ntar rasanya aneh dong!”

Hmmm… kata siapa, beberapa masakan di Eropa Utara kayak di Swedia kadang menggunakan selai lingonberry hasil berburu di hutan dan ternyata rasa saus kaldu, daging, dan selai ini membuat rasa ini menari di mulut dengan perpaduan yang enak! Jadi, penambahan saus cranberry ini klop dengan kalkunnya!

RA - Xmas - Venison Mint Sauce (1)

Venison with Mint Sauce

RA - Xmas - Venison Mint Sauce (2)

Venison atau daging rusa merupakan makanan yang tidak terlalu umum di negara kita. Tekstur daging rusa biasanya seperti hewan yang biasanya diburu, merah, lebih kuat, tapi lemaknya sedikit sehingga kalori dari memakannya lebih sedikit dari daging sapi. Teksturnya pun memang agak lebih liat namun sekali gigit langsung tembus karena dagingnya memang tidak ada lemaknya. Rasanya lebih kaya, daripada sapi. Apa ya… rasa dagingnya lebih pekat dari daging sapi. Di sini, rusa ini disajikan dengan saus mint yang dibuat dari proses reduksi air gula dengan potongan daun mint. Dipadukan dengan daging rusa memang memberikan rasa manis yang khas.

RA - Xmas - Roast US Striploin w Mustard Sauce (1)

Roasted US Striploin with Mustard Sauce

RA - Xmas - Roast US Striploin w Mustard Sauce (2)

Striploin merupakan bagian daging, di sini daging sapi, yang berada lebih depan dari daging sirloin dan tenderloin. Teksturnya empuk dan memiliki lapisan lemak. Di sini disajikan dengan saus mustard dan kaldu yang sangat nendang dengan dagingnya!

RA - Xmas - Pan Fried Spict Rabbit w Herb

Pan Fried Spicy Rabit with Herb.

RA - Xmas - Irish Lamb Stew

Irish Lamb Stew with Carrot, Celery, and Potato.

RA - Xmas - Honey Glazed Carrot, Rabbit, Chicken w Shroom, Irish Lamb

Searah jarum jam dari atas: Honey Glazed Carrot, Pan Fried Rabbit, Roasted Chicken with Mushroom, Irish Lamb.

Pertama, saya akan bahas tentang Irish Lamb Stew. Menu ini adalah menu tradisional Irlandia yang dikenal dengan Stobhach Gaelach. Isinya adalah daging kambing dengan biasanya sayuran akar lokal. Di sini digunakan wortel dan kentang. Saya suka rasa dagingnya yang lunak dengan sausnya yang bercita rasa agak asam.

Ah… terus daging kelinci. Beberapa orang kadang ngga tega makan daging ini, tapi coba aja, nanti kalian akan merasa daging ini lunak seperti ayam… bahkan lebih lunak. Apalagi di sini dimasak dengan rempah. Nyaaamm…

RA - Xmas - Gnocchi w Scallop or Prawn and Fresh Basil Cream (1)

Meja tempat masak gnocchi.

RA - Xmas - Gnocchi w Scallop or Prawn and Fresh Basil Cream (2)

Italian Gnocchi with Scallop/Prawn and Creamy Basil Sauce.

Gnocchi adalah pasta yang biasanya berjenis pasta segar khas Italia yang dibuat dengan bahan utama kentang dan sedikit tepung terigu. Walau ada yang berupa pasta kering dari tepung biasa, buat saya… bukan gnocchi namanya kalau tidak yang segar dan dibuat dari kentang! Ketika dimasak, gnoccho ditusuk atau diberi alur agar sausnya bisa menyatu. Di sini, dimasak dengan scallop dan atau udang… apalagi dengan saus krim basil, rasanya super banget! Super enak apalagi dengan taburan keju Parmesan!

RA - Xmas - Norwegian Salmon w Cream Lemon Sauce

Norwegian Salmon with Creamy Lemon Sauce.

Salmon Norwegia terkenal dengan tekstur dagingnya yang bagus. Dimasak dengan rempah seperti daun dill yang wangi, perasan lemon, dan mentega akan memberikan rasa yang total pada ikan ini! Saus lemon yang creamy dan juga punya rasa kaldu ini sangat memberi nilai tambah rasa daging salmonnya. Enak pokoknya!

…dan hingga akhir, saya makan cukup banyak rondenya berdua…

RA - Xmas - Fish, Unagi, Tomato, Green Mussel (2) RA - Xmas - Fish, Unagi, Tomato, Green Mussel (1)

Tomato with Bocconcini, Boiled Mussel, Marinated Fish (lupa ikannya apa, kayaknya sarden), dan Unagi Sushi.

Selain makanan2 berat, ada juga makanan penutup yang manis…

RA - Xmas - Apple n Plum Strudel

Apple and Plum Strudel.

Strudel adalah makanan pastry khas negara Slavic seperti Austria-Hungaria yang biasanya memiliki isian manis. Di sini bahan isiannya adalah apel dan plum.

RA - Xmas - Italian Xmas Cake

Italian Christmas Cake.

Saya sebenarnya kurang tahu yang cake di sini yang mana. Saya cuma ambil yang merah itu. Rasanya kayak sus apalagi dalamnya juga kosong.

RA - Xmas - Xmas Stollen

Christmas Stollen.

Stollen adalah roti/cake buah dari Jerman yang isinya adalah buah kering dan di atasnya ditaburi gula bubuk. Buahnya biasanya manisan kulit jeruk, kismis, dan ditambah kacang almond. Sebagai penikmat kue manis, saya suka banget ini sebagai pencuci mulut.

Pada akhirnya kami berdua kenyang (iya lah). Salute to Chef Purbo for his maximum efforts for the entire banquet that very widely diverged in variety of foods! Walau ada beberapa makanan yang kurang total buat saya, tapi saya patut acungi beliau jempol karena mempersiapkan makanan yang sangat beragam dengan kualitas yang tinggi ini bukanlah hal yang mudah. Bravo dari kami berdua!

Special thanks also to Mas Rudy Adimulyo as Assistant of Food and Beverage Manager of Royal Ambarrukmo who also a good friend of mine! All the best from us for your career and may we meet again someday!

and of course, my lovely young lady, my girlfriend who accompanied me here, Ghea… 😉

IMG_6511

AW’s Place Rating: √√√√√ (full score, sangat nyaman dan damai!)

AW’s Service Rating: √√√√  (4 dari 5, walau sejujurnya nyaris sempurna, pada akhirnya pada overwhelmed dengan tamu yang makin banyak, mereka juga lupa re-stock alat makannya ketika piring udah diganti)

AW’s Food Rating: √√√√½ (4.5 dari 5, hampir sempurna karena ada beberapa yang menurut saya kurang)

ROYAL RESTAURANT – HOTEL ROYAL AMBARRUKMO YOGYAKARTA (Class: 4 Stars)

Jl. Laksda Adi Sucipto No. 81, Yogyakarta. Reservation Phone: +62 274 488 488

Hotel Twitter: @RoyalAmbarrukmo, Hotel Link: click

Buffet Price: Rp 270.000,00/pax

Buffet time: 06:30 PM – 10:00 PM

Foursquare: Ambarrukmo

TripAdvisor: Royal Ambarrukmo Yogyakarta

-AW-


Chef Tri Heru Basuki – Memasak Adalah Pembelajaran Seumur Hidup!

Semua orang hidup dengan sebuah cita2. Namun tak jarang cita2 dalam hidup itu berubah seiring bertambahnya pengalaman yang diterima. Tetapi itu bukan masalah! Karena yang paling penting adalah menghayatinya dengan bersyukur, dan memiliki niat untuk terus belajar seumur hidup.

EP - Spag + Chef Heru

Chef Tri Heru Basuki (38), seorang pria yang akrab dipanggil Chef Heru, kelahiran 31 Juli 1977 dari Sragen yang besar di Jakarta ini awalnya mengambil kuliah jurusan arsitektur. Namun karena masalah krisis ekonomi yang melanda pada tahun 1998, beliau terpikir untuk banting setir ke sekolah masak di kawasan Depok. Ternyata pilihan ini membawanya keliling dunia!

Awalnya beliau akan ditugaskan ke Singapura, namun ternyata Chef Heru juga mendapat tugas di Amerika di waktu yang bersamaan dan inilah yang beliau pilih. Merangkak perlahan sebagai petugas housekeeping hotel di kawasan Salt Lake City, sebelum kemudian mulai belajar di beberapa tempat di bawah executive chef ternama termasuk di kapal pesiar mewah The Queen Mary 2, beliau akhirnya mendapat kesempatan memasak sebagai chef di Hotel JW Mariott Boston, Massachusetts AS.

“Hidup di dapur, tekanannya banyak! Di (dapur hotel) luar sana lempar2an piring itu udah biasa!” – jelas Chef Heru, ya saya ngerti… jadi suasana di dapur kayak Chef Ramsay itu bukan rekayasa saudara2!

Jeda beberapa tahun, akhirnya beliau kembali dipindahtugaskan di hotel yang sama di Dubai, Uni Emirat Arab. Di sana, beliau kembali menghadapi orang2 yang berbeda lagi dan cenderung lebih vokal dan keras dari orang2 kebanyakan di Amerika. Tapi itu tak menghalangi niat beliau untuk belajar. Dua tahun kemudian, beliau pulang ke Tanah Air dan berencana untuk wirausaha. Akan tetapi karena fluktuasi dalam usahanya yang tak menentu, Chef Heru kembali menekuni dunia perhotelan. Saat itu kemudian ia menjadi chef di Hotel Sheraton Bandara, Tangerang. Lalu beliau pindah ke Yogya dan menjadi executive chef di Hotel Phoenix, lalu pada tahun 2012 ia diminta mengawasi dengan posisi yang sama di Hotel Royal Ambarrukmo. Pada akhirnya hingga kini Chef Heru meniti karir sebagai executive chef di Hotel Eastparc Yogyakarta.

“Semakin banyak restoran yang pernah dipegang seorang chef (dalam perjalanan hidupnya), maka bargaining position dia akan semakin tinggi. Karena setiap restoran terdapat ilmu yang berbeda, maka semakin banyak restoran ilmu yang didapat akan semakin banyak”

Tidak ada istilah berhenti untuk belajar selama hidup. Itulah semangat yang ingin ditularkan Chef Heru kepada kita. Jangan pernah terpaku sama satu hal, tapi ambillah esensi ilmu yang didapat dari setiap momen dari perjalanan hidup!

Di bawah adalah sesi masak dan trik2 dapur dari Chef Heru, beberapa makanan di bawah ini sudah pernah sebelumnya diulas di blog ini juga lho.

Sesi Masak

Resep – Fettucine Seafood Aglio Olio

Menu ini simpel, rasanya light, tapi punya kombinasi rasa bawang putih dan cabai yang sangat nendang. Untuk membuatnya lebih spesial lagi, Chef Heru menambahkan King Prawn (Udang Galah), snapper (kakap), dan calamari (cumi)!

EP - Spag Ingredients

100 g pasta fettucine, masak hingga matang (atau al dente)

2 siung bawang putih, iris tipis

3-4 buah zaitun hitam, iris tipis

Cabai kering secukupnya, iris tipis

20 g kakap + 20 g cumi dipotong dadu, campur

2 ekor udang galah yang sudah dibersihkan

3 buah tomat ceri, belah dua

2 buah daun basil yang diiris kecil

1 sdm bawang daun yang diiris tipis

1 sdt oregano kering

1 sdt keju Parmesan bubuk

Lada hitam bubuk secukupnya

Lada putih bubuk secukupnya

Garam secukupnya

Gula secukupnya

Minyak zaitun untuk menumis

Keju Parmesan parut besar untuk garnish

Minyak pesto (Pesto Verde dari campuran daun basil dan minyak zaitun yang dihaluskan, ambil minyaknya) untuk menambah rasa

-Hidangan untuk 1 porsi-

Cara membuat

1. Panaskan wajan, tumis bawang putih hingga harum. Dalam keadaan terus diaduk agar tidak kering, masukkan zaitun hitam yang sudah dipotong dan cabai kering ke dalam wajan.

EP - Spag (1) EP - Spag (2)

2. Masukkan udang galah, bolak-balikkan karena udang matang dengan cepat. Masukkan campuran cumi dan kakap. Aduk.

EP - Spag (3)

3. Setelah udang matang dan terlihat berwarna merah, masukkan pasta ke dalam wajan. Aduk rata.

EP - Spag (4)

4. Celupkan tomat ceri ke dalam air panas beberapa detik (blansir) agar melunak, masukkan ke dalam wajan berisi campuran pasta. Beri sejumput taburan lada hitam, lada putih, oregano, garam, dan gula untuk menambah rasa. Aduk.

EP - Spag (5)

5. Pindahkan campuran pasta ke piring saji terlebih dahulu dan pindahkan udang saat terakhir. Beri beberapa tetes minyak pesto, taburi keju Parmesan bubuk, daun basil dan bawang daun. Tambahkan Parmesan parut untuk garnishing dan rasa.

EP - Spag (6)

6. Sajikan selagi hangat.

EP - Seafood Spaghetti Aglio Olio

Tips masak – Memasak fillet salmon dengan tingkat kematangan medium

Menu: Norwegian Salmon

Memasak ikan, khususnya salmon itu prinsipnya sama dengan memasak daging merah, yaitu bisa dengan berbagai macam tingkat kematangan. Menurut Chef Heru, memasak salmon itu cenderung preferable pada tingkat kematangan medium. Pada tingkat ini, rasa ikan masih terjaga dan rasanya masih juicy (tidak kering seperti pada kematangan well done).

Lalu bagaimana triknya?

Sediakan: Fillet ikan salmon yang masih dengan kulitnya.

Untuk membuat kulitnya terasa lebih renyah, tambahkan sedikit tepung pada bagian kulitnya sebelum dimasukkan.

EP - Prepping Salmon Skin

Panaskan minyak di atas wajan. Letakkan ikan di atasnya dengan kulit menghadap wajan. Lihat dari samping, biarkan ikan terlihat matang dari bawah hingga setengah ikan. Balik.

EP - Cooking Salmon (1)

Biarkan setengah bagian ikan matang hingga tengah.

EP - Cooking Salmon (2)

Untuk memberi warna keemasan dengan sempurna, balik ke bagian samping ikan. Ganti sisi kedua.

EP - Cooking Salmon (3)

Angkat… sajikan. Untuk menu Norwegian Salmon di Hotel Eastparc, salmon disajikan dengan mashed potato (kentang tumbuk dengan susu dan krim) dan saus barbecue. Untuk garnish digunakan daun selada, cuka balsamic yang direduksi, dan minyak pesto.

EP - Norwegian Salmon

Tips masak – Memasak tiga daging

Menu: Trio Meat Cross Country

Memasak daging salmon Norwegia, daging sapi tenderloin Australia, dan daging kambing Selandia Baru memiliki trik tersendiri.

Pertama, daging kambing dan sapi ditaburi campuran lada hitam + garam.

EP - Prepping Meat

Panggang di atas grill atau bara api. Lihat sini untuk panduan tingkat kematangan.

EP - Grilling Meat

Sementara daging salmon lebih dianjurkan untuk dimasak di atas wajan agar teksturnya tidak hancur. Trik masak sama seperti yang sebelumnya bisa dilakukan.

EP - Searing Salmon

Setelah matang, daging disusun.

EP - Meat Assembly

Salmon ditata di atas saus barbecue. daging kambing di atas kentang, daging sapi diberi mentega bawang putih (campuran mentega +  bawang putih + bubuk parsley + sedikit perasan lemon) dan hiasan roti. Saus yang disajikan untuk menu Trio Meat ini adalah saus jamur dan beberapa tetes cuka balsamic yang direduksi dan di teteskan di piring. Untuk pelengkap bisa disantap dengan sayuran seperti jagung muda, wortel, dan brokoli yang di blansir.

EP - Trio Meats

Terima kasih banyak untuk pihak manajemen Hotel Eastparc Yogyakarta, khususnya Executive Chef Tri Heru Basuki. Juga terima kasih kepada Yeni Fatmawati dan Farras Adhi Hidaya yang juga membantu selama proses di hotel dan penulisan.

THB ft Yeni, Farras, Chef Heru

VERANDAH ALFRESCO – EASTPARC HOTEL YOGYAKARTA (Class: 5 Stars)

Jl. Laksda Adisucipto Km. 6.5, Yogyakarta. Reservation Phone: +62 274 493 2000

Resto Twitter: @VerandahYogya. Hotel Twitter: @HotelEastparc. Hotel Link: click

Jangkauan Harga:

Makanan: Rp 30.000,00 – Rp 165.000,00

Minuman: Rp 25.000,00 – Rp 45.000,00

Jam Buka: 03:00 PM – 11:00 PM

Foursquare: Resto dan Hotel

TripAdvisor: Hotel Eastparc

Note: Pas buat kencan sampe makan malam dan pesta.

-AW-


(Hotel) Grand Aston, Yogya

Halo pembaca! Setelah sekian lama saya vakum karena saya beberapa lama lalu sedang berusaha fokus mengerjakan tesis dan menyalakan api komunitas yang saya dirikan, akhirnya saya memutuskan buat nulis lagi! Sekarang, blog saya ini juga terasosiasi dengan komunitas saya yang saya sebut “Omnivora”, apa itu? Tempat blogger makanan, foodgram, dan personil kuliner apapun. Feel free to ask! Ah ya, masuk artikel ke-100, saya mau me-review pengalaman kuliner saya di sebuah hotel bintang lima di Yogya, Grand Aston Yogya. Pertama2, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Grand Aston yang telah menghadiahkan tiket menginap semalam gratis karena saya menang lomba makan hotdog!

Karena ini blog kuliner, saya akan lebih banyak menyoroti aspek makanannya daripada yang lainnya.

Semua berawal dari ketika saya check in jam 2 siang setelah seminggu saya melakukan reservasi.

Room Service

GA - Room

Yak! Tempat yang pas buat ngerjain tesis dengan tenang tidur2an dan makan!

Menariknya soal makanan di hotel ini adalah memiliki harga yang lebih murah dari harga makanan di hotel bintang lima yang saya tahu tanpa mengurangi kualitas dan kreativitas chef yang memasak. Gimana ngga, gini deh… di Jakarta, dirimu nginep di hotel bintang lima, coba beli 1 makanan simpel kayak spaghetti. Berapa? Rp 70 ribu? Rp 80rb? Di sini harga makanan sekelas pasta jangkauannya hanya Rp 35rb hingga Rp 45rb (yah walau belum sama pajak) lho!

Ketika saya masuk di sini, saya mendepositkan uang saya sebanyak Rp 200.000,00. Ketika saya tiba di kamar, apa yang pertama kali saya lakukan? Ya… saya yakin kalian sudah tau: Pesan makanan! Untuk review makanan di kamar hotel, saya menambahkan skala ukuran di sini: Waktu pengantaran.

GA - Spaghetti Bolognese w Black Bread

Spaghetti Bolognese

Saya mengerti betul bahwa makanan di sini adalah buah karya Chef Jojo (yang sejauh ini saya kenal sebagai chef yang cukup nyentrik, iseng, cuma sangat kreatif… liat aja dengan klik ini). Spaghetti-nya enak. Pastanya al dente. Sausnya rich dan meaty. Yang menariknya lagi adalah bread stick hitam yang dibuat dengan karbon aktif seperti hot dog yang waktu itu saya makan dan saya awalnya mengira mereka mau ngasih saya sumpit buat makan spaghetti. Overallit’s good!

GA - Fish n Chips

Fish n’ Chips

Fish n’ Chips adalah makanan khas Inggris favorit saya. Setiap kali saya pesan, saya berekspektasi untuk mendapatkan porsi fillet ikan yang besar dengan tepung yang renyah, plus chips atau kentang goreng dengan konsistensi renyah di luar namun empuk di dalam (bukan lembek atau kayak kerupuk… asal kalian tau, chips di lidah Inggris kadang sama dengan French Fries), plus… saus tartar yang campurannya pas dan jumlahnya cukup. Setelah saya pesan, akhirnya Fish n’ Chips pun datang ke kamar saya. Awalnya saya cuma melotot karena mereka menyajikannya bite size atau kecil2 potongannya, dan pakai tepung panir bukan tepung cair (batter). Tapi… ternyata enak! Ikannya dibumbuinya pas, renyah di luar dan empuk di dalam. Hmmmm… terus kentang gorengnya punya konsistensi yang pas. Saus tartarnya… mungkin lain kali perlu banyakan karena menurut saya rasanya sudah oke!

GA - Nachos

Nachos

Nachos bisa dibilang snack khas Meksiko yang pas buat nonton TV atau bioskop. Biasanya merupakan keripik tortilla jagung yang disajikan dengan saus seperti salsa atau guacamole dengan kadang diberi tambahan keju yang melimpah. Lalu bagaimana dengan pesanan saya? Tortilla-nya oke, salsa-nya enak, kejunya… SUPER NANGGUNG. ‘Bok ya kejunya banyakan dikit atau pakai keju cair yang banyak. Saya rela nambah Rp 3rb – Rp 5rb buat makan salsa dengan keju yang ga nanggung2, atau mending ga sama sekali. Serius… liat aja foto di atas… nanggung.

Vanilla Sky Lounge

Bosan di kamar berkutat dengan laptop, tesis, dan nonton NatGeo Channel terus, saya pun jalan2 untuk meng-eksplorasi hotel ini. Kemudian saya teringat dengan promo Vanilla Sky Lounge yang katanya menyediakan makanan khas Meksiko dengan harga mulai Rp 25rb. Penawaran yang menarik, akhirnya saya pun ke sana. Di lantai teratas hotel ini.

GA - Vanilla Sky Lounge (1)

GA - Vanilla Sky Lounge (2)

Hemmmmm… gelap…

GA - Vanilla Sky Lounge (3)

…dan hujan…

GA - Vanilla Sky Lounge (4)

…area bar nya kayak mati lampu.

Sesampainya di sana, suasananya… gelap. Ya saya tau dekor nya punya warna gelap, cuma maksud saya itu… sepi. Mungkin saya pikir karena saya dateng “kepagian”. Yah, dasar saya dodol sih… dateng ke Lounge sore2 gini, pake sendal kamar, dan tujuannya buat makan makanan Meksiko di situ. Ketika saya melihat menu nya, ternyata… harganya jauh dari perkiraan saya. Di atas perkiraan budget saya.

GA VSL - Pozole Blanco

Chicken Pozole Blanco

Akhirnya saya pun memesan sesuatu yang sederhana saja… sup khas Meksiko: Chicken Pozole Blanco. Sup bening dengan ayam, keju Meksiko, dan alpukat. Sejauh yang saya makan, rasanya oke. Cuma yang rada “ganggu” adalah keripiknya. Agak mood whiplash ntah kenapa. Saya ekspektasi pakai tortilla yang jagung ataupun tepung… ini, kayak pangsit. Cuma… gapapa, sup nya oke.

Seusainya makan di situ, saya kembali ke kamar saya…

Breakfast Buffet

Sarapan adalah momen yang baik untuk memulai hari. Mereka bilang, kalau kalian mau tenaga yang kuat satu hari itu, makanlah sarapan yang punya karbohidrat sederhana (gula, bukan tepung) dalam jumlah yang banyak (mohon koreksi ya… jadi justru jangan makanan yang santai pagi2… dari situ lahirlah istilah “Breakfast like a king, lunch like a prince, dinner like a pauper”). Ketika saya menginap di hotel, buffet sarapan adalah indikator seberapa niat sebuah hotel menyambut tamunya untuk memberikan yang terbaik di awal hari mereka.

Pagi ini saya jam 7 sudah di Saffron karena jam setengah 9 saya harus ke kampus, terlepas hari itu adalah hari Minggu. Tapi apapun untuk Xenobiota yang saya cintai. Menariknya, bahkan 2 ahli bioteknologi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang kemarin mengadakan seminar singkat dan diskusi, ternyata menginap di sini juga!

GA - Saffron (2)

Pagi itu cukup ramai.

GA - Saffron (1)

Di sini ada jus, sereal, susu dan keju…

GA SF - Cheese Platter

Ini pilihan cheese platter nya…

GA - Saffron (5)

Ada roti dan pancake…

GA - Saffron (3)

Pilihan sweet pastries

GA - Saffron (4)

GA SF - Sushi

Dan sushi… pesan saya simpel: Jangan cuma California Roll dong, tambahin yang ada ikan segarnya pasti mantap

Variasi makanan di sini cukup banyak. Mulai dari roti tawar sampai pancake, dari keju sampai pasta, bahkan menariknya, di sini ada jamu! Lalu apa yang saya ambil?

GA SF - Buffet

(Dari kiri atas) Sosis sapi, (kalo ga salah) fondant potato, creamy spinach, dan fusilli tomato.

Rasa fusilli, kentang, dan sosis nya oke dan gak lebay. Bayamnya… ntah ini lidah saya atau bagaimana, cuma perlu ekstra bumbu.

Sebagai tambahan dari yang saya makan…

GA SF - Pancake

Pancake…

GA SF - Waffle, Croissant, Yoghurt

Almond croissant, waffle, dan yoghurt ceri.

Terlepas dari croissant yang gurih, renyah di luar, dan empuk di dalam, waffle dan pancake dengan konsistensi yang pas… saya merasa satu yang kurang: Maple syrup dan mentega. Oke lah, mentega atau butter tersedia di sini, cuma maple syrup adalah saus manis utama yang harus ada untuk waffle dan pancake, biarpun yang lain disediakan sebagai topping.

Overall, makan pagi saya asik… ah coba para professor dari MIT itu saya sapa dan ajak diskusi.

Buat Grand Aston, makasih banyak untuk kesempatan ini. Untuk nilai plus dari saya tolong dipertahankan ya, untuk kritik dan masukan dari saya mohon dipertimbangkan 🙂

Lain kali saya mau nyicip dan eksplor makanan di Vanilla Sky Lounge nya lagi deh, dan pastinya saya akan ke sini untuk menjaga hubungan bilateral (apa sih Dit) dengan Chef Jojo dan Tim Grand Aston lainnya.

—-

AW’s Rating:

Ketanggapan Room Service: √√√√√ (full score, ketika saya bertanya… responnya cepat dan mengerti yang saya tanyakan)

Waktu pengantaran pesanan: √√√√ (4 dari 5, cepat… tapi masih bisa lebih cepat kok)

Kualitas dan inovasi makanan: √√√√ (4 dari 5, masih bisa lebih baik lagi)

Buffet sarapan: √√√√√ (4 dari 5, sama masukannya dengan di atas)

Service hotel keseluruhan: √√√√½ (4.5 dari 5, good!)

GRAND ASTON HOTEL YOGYAKARTA

Class: 5 Stars

Jl. Urip Sumoharjo no. 37, Yogyakarta. Ph: +62 274 566 999

Hotel Twitter: @grandastonjogja, Hotel web page: Klik

Jangkauan harga makanan (di luar pajak, promo “G.I Joe” termasuk):

Room Service & Saffron Restaurant: Rp 20.000,00 – Rp 300.000,00 (minus minuman alkohol)

Vanilla Sky Lounge: Rp 27.000,00 – Rp 80.000,00

Foursquare: Klik

Notes: Di waktu tertentu, pilihan buat stay di sini merupakan pilihan yang baik. Karena di waktu tertentu… harga menginap per malam di sini sangat terjangkau: Rp 400.000,00 an!

-AW-


Verandah Alfresco – Eastparc Hotel, Yogya

Kemarin Jumat (27 Februari 2015), saya diundang untuk peluncuran restoran yang berada di Hotel Eastparc, Yogya. Menariknya, diceritakan bahwa ga ada penggunaan alkohol sama sekali di sini!

VAE - Latte Art

Ga ada wine, bahkan di bar yang ada adalah mocktail aja! Suasananya cukup artistik untuk fine dining dengan cahaya kuning yang di saat malam menambah mood ketika di sana.

 Verandah Alfresco Easparc (1)

Verandah Alfresco Easparc (2)

Suasana di meja… bawahnya, dengan ekstra Ice Tea.

Verandah Alfresco Easparc (6)

DI arah yang lain…

Restoran ini bersebelahan dengan restoran utama hotel, Verandah, walaupun ini terpisah. Dasarnya di sini ada 2 bagian: bagian yang di bawah pergola, dan yang benar2 shady atau indoor. Ada bar minuman di satu sisi, dan ada juga dapur interaktif.

Verandah Alfresco Easparc (3)

Dapur…

Verandah Alfresco Easparc (4)

Sisi lain dapur: Di sini minyak zaitun dan makanan yang diawetkan seperti acar dan capers dijual di sini.

Makanan di sini adalah semua makanan bernuansa Western di bawah arahan dan kreasi Chef Tri Heru Basuki yang sangat berpengalaman. Untuk minuman, di sini adalah kreasi dari ide2 mereka yang ada di bar yang saat ini di bawah Restaurant Manager, Rudy Adimulyo. Lalu makanannya seperti apa?

Menu andalan di sini adalah sajian steak 3 daging, Trio Meat Cross Country, dengan daging sapi Australia, daging kambing Selandia Baru, dan daging ikan salmon Norwegia.

VAE - Tri Meat (2)

Trio Meat Cross Country.

VAE - Tri Meat (1)

…dari angle yang lain…

Daging steaknya bisa diminta tingkat kematangannya. Menu ini disajikan dengan mentega bawang putih, mashed potato, wortel, dan saus pilihan, dengan plating cuka balsamic. Saya suka banget daging sapi dan daging salmonnya, tapi kemaren daging kambingnya rasanya perlu ditingkatkan lagi karena masih agak… kerasa aroma kambingnya (maaf tapi subjektif karena saya kurang suka kambing).

Lalu ada menu yang perlu skill khusus untuk pembuatannya, Beef Carpaccio.

VAE - Beef Carpaccio

Beef Carpaccio.

Carpaccio adalah daging mentah hingga blue rare, diiris tipis, diberi minyak zaitun dan merica. Biasanya ini pada daging sapi dan ikan, dan TIDAK BOLEH pada ayam karena khusus ayam dan unggas (apalagi bebek) ada risiko infeksi bakteri Salmonella typhorum yang mengakibatkan tipus. Kepiawaian sang chef diuji ketika memotong dengan tipis dan homogen. Di Verandah Alfreso, Beef Carpaccio disantap dengan salad. Rasanya? Enak! Ketipisannya pun oke dan rasanya segar.

VAE - Beef Scaloppini

Beef Scalloppini.

VAE - Beef Scaloppini (Bite)

Versi satuannya di garpu…

Scalloppini… namanya mirip kerang simping atau scallop, sebenarnya namanya berasal dari Bahasa Italia, scaloppa, yang artinya irisan tipis. Biasanya disajikan saus jamur. Untuk yang satu ini, Beef Scaloppini ini disajikan digulung dengan jamur kancing plus bawang bombay

dan digoreng tepung dan dimakan dengan saus pilihan. Rasanya mantap… dan saya secara personal memilih disajikan dengan saus jamur.

VAE - Penne Seafood Aglio Olio

Penne Seafood Aglio Olio.

Yak… dapet pasta Aglio Olio! Kali ini yang disajikan adalah penne dengan potongan udang, irisan keju Parmesan, dan garlic bread. Pastanya kekenyalannya pas, dan rasa udangnya enak!

Mau makanan penutup?

VAE - The Richez (1)

The Richez

VAE - The Richez (2)

…sama…

Alfresco menyajikan makanan2 manis buat para pecinta coklat! Ada The Richez, kue coklat dengan saus coklat, dan disajikan dengan es krim vanilla! Nyammm… kurang? Ada lagi!

VAE - Flourless Cake

Chocolate Flourless Cake.

Mungkin saya bisa bilang semi-flourless karena masih ada tepungnya walau jumlahnya dikit. Komponen utamanya coklat lebih banyak dipake di sini. Rasanya? Buat yang suka brownies dan lava cake pasti suka. Sekali gigit langsung lumer karena coklatnya jadi bagian utama di adonannya! Sempurna karena disajikan dengan saus coklat.

Untuk minuman… ada macem2…

VAE - Drinks

Ini minumannya.

Mari kita mulai dari Kedondong Cider (gambar atas, paling kiri). Dibuat dari kedondong dan jus apel. Rasanya segar tapi lucu sih, kenapa? Karena jadi kerasa antara kedondong dan belimbing. Tapi ga masalah kok.

VAE - Banana Choco Peanut

Banana Peanut Butter Choco Blend.

Buat yang suka jus atau smoothie pisang, coklat, dan kacang. Semua berkumpul jadi satu di minuman Banana Peanut Butter Choco Blend. Sekali sruput, dari sruput2 ke kraus2. Nyeemmm…

VAE - 7th Heaven

7th Heaven.

Minuman bernama 7th Heaven ini sangat segar. Campuran air kelapa, sirup peppermint (yang walau rasanya mirip obat batuk… tapi fine), sereh, lidah buaya, dan leci. Gimana? Kurang segar apa lagi coba?

VAE - Afternoon Sky

Afternoon Sky.

Minuman nyentrik berwarna biru ini adalah yang paling saya suka. Campuran super segar dari air kelapa, sirup sirsak, air limau, dan ditambah sirup Blue Curaçao. Mocktail yang mantap!

Tempat ini pas buat acara makan malam karena jam bukanya yang sore. Secara personal, harganya lumayan menengah ke atas, cuma ini signifikan terhadap rasanya!

AW’s Service Rating: √√√√ (4 dari 5, cukup responsif dan cepet)

AW’s Place Rating: √√√√√ (full, saya suka lighting dan suasananya… romantis)

AW’s Food Rating: √√√√ (4 dari 5, udah oke, tapi bisa lebih oke lagi)

——

VERANDAH ALFRESCO – EASTPARC HOTEL YOGYAKARTA (Class: 5 Stars)

Jl. Laksda Adisucipto Km. 6.5, Yogyakarta. Reservation Phone: +62 274 493 2000

Resto Twitter: @VerandahYogya. Hotel Twitter: @HotelEastparc. Hotel Link: click

Jangkauan Harga:

Makanan: Rp 30.000,00 – Rp 165.000,00

Minuman: Rp 25.000,00 – Rp 45.000,00

Jam Buka: 03:00 PM – 12:00 AM (perlu dikonfirmasi lagi)

Foursquare: Resto dan Hotel

Note: Pas buat kencan sampe makan malam dan pesta.

-AW-


Promo: Black Hot Dog – Saffron Restaurant Grand Aston, Yogya

Perkembangan makanan itu unik. Kreativitas memang diperlukan untuk menjaga kestabilan dan kelancaran usaha kuliner, apalagi jika kalangan muda adalah target utamanya. Meracik rasa, menemukan saus yang khas, hingga bermain dengan bahan adalah opsi yang menarik. Mungkin kalian sudah pernah mendengar soal black hot dog? Yak, saat ini terkenal sekali diproduksi oleh sebuah gerai di kawasan Blok M, Jakarta. Black food akan saya bahas di momen artikel selanjutnya. Adalah Chef Herman Jojo, seorang chef eksekutif Hotel Grand Aston Yogyakarta, yang dengan proses yang ditekuninya selama 2 bulan, ia berhasil meracik sebuah menu gelap dengan memanfaatkan karbon aktif! Ia memproduksi makanan dengan panjang 40 cm, dengan daging campuran ayam dan sapi dengan komposisi yang pas, serta 3 macam saus spesial yang ia racik sendiri, dengan berat total sekitar 150 g yang di dalamnya terdapat 50 g bubuk karbon aktif… maka, lahirlah Black Hot Dog!

Ast - Black Hotdog (2)

Chef Jojo dan 3 Black Hot Dog!

Dibuat dengan sosis ayam-sapi dengan campuran karbon aktif… yang memiliki panjang 40 cm dan diameter 2 cm.

Ast - Black Sausages

Black Dogs.

Diberi 3 saus: Saus krim keju, saus pedas, dan saus salsa tomat… sebagai kondimen umum hot dog!

Ast - Black Hotdog (3)

Saus krim keju (putih), salsa (merah), pedas (hijau) di atas hot dog, dengan taburan smoked beef dan daun ketumbar.

Di bawah sosis, terdapat lapisan bawang yang dikaramelkan (caramelized onion, bawang bombay yang ditumis dengan sedikit air dan gula) dan irisan cabe jalapeño…

Ast - Black Hotdog (4)

Potongan hot dog hitamnya.

Rasanya… hmmmmm… sangat uenak dan heavenly delicious! Lalu, dengan segala rasa penasaran saya, saya pun bertanya ke Chef Jojo…

Saya: Chef, dari semua bahan penghitam alami makanan: wijen hitam, kluwek (buat rawon), tinta cumi, dan merang bakar, kenapa yang dipilih adalah karbon aktif?

Chef Jojo: Saya memilih ini karena sifatnya yang punya nilai lebih untuk kesehatan, dan selain ketika selama 2 bulan saya bereksperimen itu… wijen hitam, kluwek, dan tinta cumi khususnya memberi rasa yang beda dan ga netral ketika dicampur, apalagi beberapa juga jadi pudar ketika dicampur.

AW: Kalo buat pasta pake tinta cumi ya?

CJ: Kalo untuk pasta, tinta cumi baru pas karena dia larut dengan gampang… dan teksturnya ga kaku…

Yep! Apa kalian tau dengan komponen satu ini? Karbon aktif adalah arang aktif yang diproses dari kayu keras atau bambu atau cangkang kelapa yang dibakar dengan proses aktivasi pada suhu di atas 1000ºC dengan pembakaran sempurna untuk mencegah terbentuknya radikal bebas yang bersifat karsinogenik. Karbon aktif memiliki sifat adsorpsi yang menarik komponen kimia di sekitarnya. Saya pernah menggunakannya untuk menyerap gas etilen dan uap air yang membuat buah cepat matang. Oleh karena itu karbon aktif dikenal sebagai senyawa yang bisa mendetoksifikasi racun dalam tubuh, dan biasa dipakai dalam obat seperti Norit dan New Diatabs yang kita tahu warnanya hitam.

“Dit, tapi karbon aktif bukannya menghambat penyerapan nutrisi ya?”

Dalam skala tertentu iya, tapi oleh beberapa media (baca Yakitate! Japan) sifat ini dimanfaatkan mereka yang juga mau diet. Sehingga asupan nutrisi ke tubuh bisa lebih sedikit dari biasanya. Yak, detoksifikasi dan penakar nutrisi. Menarik bukan?

Soal rasa? Nope… gak pahit! Rasanya… ya kayak roti. Cuma dia memberi tekstur rada rapuh (brittle) dan crunchy di roti dan sosisnya. Ini yang membuatnya unik!

Ast - Black Hotdog (1)

Black Hot Dog.

Soal harga? Untuk 1 hot dog ini, kita hanya perlu Rp 55.000,00 nett! Jadi, ga usah banyak cingcong! Ayo ke sana!

AW’s Rating: √√√√√ (full score!)

—-

SAFFRON RESTAURANT – HOTEL GRAND ASTON YOGYAKARTA (Class: 5 Stars)

Jl. Urip Sumoharjo no. 37, Yogyakarta. Reservation Phone: +62 274 566 999.

Hotel Twitter: @grandastonjogja. Hotel Link: click

Hot Dog Price: Rp 55.000,00 nett (kayaknya udah sama tax)

Foursquare: Saffron/Aston Yogya

Notes: Cek via telepon kalo mau ke sini… takutnya sold out!

-AW-


Promo: Mongolian BBQ – Lobby Terrace Hotel Ibis Style, Yogya

Jumat lalu (30 Januari 2015), saya dan Komunitas Kuliner Yogya (baca: cuma saya, Mbak Rina, Mbak Rini, dan Mas Daru yang dateng) datang ke undangan promo menu baru di Hotel Ibis Style Yogya. Acara sore itu diadakan di Lobby Terrace yang (jelas2) ada di lantai dasar. Penasaran dengan promonya, kami diberitahu bahwa promo menu baru di sana adalah Mongolian BBQ dan Bubur Malam.

Tapi semenjak saya bukan pecinta bubur ayam, mari kita membahas Mongolian BBQ nya aja! Menu satu ini adalah kreasi dan modifikasi Mongolian BBQ oleh Chef Christino Dwi Setiawan yang menjadi Chef Eksekutif di sana.

Prinsipnya mirip dengan buffet. Milih daging, milih sayur, kasih ke yang masak, bam! Jadi deh! *gak gitu juga sih*

ISY - Twister Sandwich

Oh… kalo yang ini cemilan bonus kami: Twister Sandwich.

ISY - Mongolian BBQ (1)

Tahap Pertama: Pilih daging…

ISY - Mongolian BBQ (2)

…terus pilih sayur dan saus…

ISY - Mongolian BBQ (3)

…taruh di piring!

Di sini, tersedia daging tenderloin sapi, ikan kakap, crabstick, dan daging ayam fillet. Sayur? Macem2! Ada tauge kacang hijau, sawi, bok choy, jamur tiram, dan lain2. Ambil, taruh di piring… terus… kasih yang masak, dan pertunjukan dimulai!

ISY - Mongolian BBQ (7)

Sayurnya dimasak…

ISY - Mongolian BBQ (5)

Dagingnya dimasak dan dipotong2…

ISY - Mongolian BBQ (6)

Dicampur…

ISY - Mongolian BBQ (4)

Suasananya emang panas… oh ya, itu Chef Christino nya yang megang mic.

Ada 3 pilihan saus yang bisa kita pilih: Saus gurih yang agak asin, saus manis pedas (lada hitam), dan saus manis (saya anggap ini sebagai saus original). Di wajan, daging dimasak terlebih dahulu, baru sayur, terus dicampur, dan saus dituang. Terus, masuk ke piring!

ISY - Mongolian BBQ - Salty w Mongolian Fried Rice

Versi dengan saus gurih… di belakang itu ada Nasi Goreng Mongolia.

Pendapat personal, saus gurih ini flat. Kurang nendang, pas kalo kalian mau ngerasain rasa asli si bahan2nya (daging dan sayur). Mild

ISY - Mongolian BBQ - Sweet n Spicy

Versi saus pedas manis…

Kalo yang saus pedas manis ini, rasanya malah ga ada Mongolia2nya buat saya dan kuat banget. Cuma pas buat pecinta pedas bumbu!

ISY - Mongolian BBQ - Sweet Sauce

Versi saus manis, dengan Nasi Goreng Mongolia.

Nah! Saya secara pribadi suka dengan kombinasi satu ini! Dalam perjalanan 1 dekade ke belakang yang sering menjumpai Mongolian BBQ, yang satu ini rasanya paling seimbang dan cocok sama pengetahuan rasa “Mongolian” yang saya ketahui.

Di sini, kita juga menemui Nasi Goreng Mongolia. Nasi goreng dengan paprika, dan rempah2. Enak buat makan Mongolian BBQ. Cuma… saya masih perlu bertanya, Mongolia nya di mana nya kah? Rasa manis? Wijen? Sampai sekarang saya bertanya ke mereka, jawaban belum saya dapatkan. Overall, however… the taste is nice! Kalo kalian mau nongkrong malem dan makan Mongolian BBQ, di sini cukup disarankan!

AW’s Place Rating: √√√½ (3.5 dari 5… cukup sempit, tapi nyaman)

AW’s Service Rating: √√√½ (3.5 dari 5… yang masak kayaknya kemaren agak grogi)

AW’s Food Rating: √√√√ (4 dari 5… enak, cuma pertanyaan saya di atas belum dijawab: Dengan adanya nasi goreng dan variasi saus, apa sih yang membuat sebuah makanan itu menjadi Mongolian?)

—-

LOBBY TERRACE – HOTEL IBIS STYLE YOGYAKARTA (Class: 3 Stars)

Jl. Dagen no. 109. Reservation Phone: +62274 588 889

Serving hour: 06:00 PM – 10:00 PM

Hotel Link: Klik

Promo Price: Rp 75.000,00/pax

Foursquare: Klik

Notes: Asik kalo buat early dining!

-AW-

Screen Shot 2015-02-01 at 2.44.15 PM


Buffet: Al Nafoura Lebanese Restaurant – Le Meridien Hotel, Jakarta

Makanan khas Timur Tengah merupakan salah satu makanan favorit saya sejak kecil gara2 dengan beruntungnya, saya punya keluarga besar dari bapak yang hobi ngasih saya makanan2 baru.

Di penghujung bulan suci tahun ini, saya berkesempatan untuk mencoba makanan khas kawasan sekitar Mediterranian timur dan selatan, yang mencakupi kawasan Levantine (Palestina, Lebanon, Israel, Yordania, Turki), Yunani, Mesir, Tunisia, hingga Maroko. Thanks untuk teman saya Baginda Jaya (Dede) atas endorsement nya sehingga saya bisa review di sini.

Restoran ini suasananya unik, ada bagian outdoor yang dekat kolam renang (ini godaan sore2 kalo belum buka puasa, baik airnya, atau yang berenangnya), dan indoor. Dahsyatnya tempat ini, buffet terdispersi ke 3 segmen indoor: dekat area kursi, daerah pintu masuk, dan di luar pintu masuk. Benar2 menggoda iman untuk siapapun yang lewat!

Yang mengkomandoi urusan dapur adalah chef dari Lebanon sendiri. Saya kemarin bertemu dengan Executive Sous Chef (wakil chef) Hussein Nasser Sleiman yang mengatakan bahwa menu2 ini menggunakan resep asli dari kawasan yang sudah disebutkan tadi.

Saya makan cukup banyak untuk bisa mencoba segala yang ada. Di luar pintu masuk, makanan jenis kari, kebab, roti, hingga salad segar tersedia. Saya sejujurnya tertantang untuk melakukan riset atas makanan2 ini. Cuma ini terlalu banyak sampai mulut saya mendahului otak saya buat berpikir. Soal rasa? LUAR BIASA! Saya akan langsung jelaskan saja langsung di bawah foto.

Al Nafoura - Shanklish

Shanklish ini adalah makanan sejenis salad khas Lebanon yang dibuat dari keju (yang kayaknya susu kambing), dengan komposisi daun parsley, tomat, bawang, dan diberi minyak zaitun.

Al Nafoura - Mohamara

Mohamara adalah kacang walnut yng dihaluskan dengan tomat dan pasta cabe. Rasanya sensasi gurih manis dan rasa khas tomat dengan sedikit rasa pedas cabe.

Al Nafoura - Tabouleh

Tabouleh adalah sejenis salad dari daun parsley dengan tomat, bawang, dan biji gandum. Khas Lebanon-Turki.

Al Nafoura - Zatoun wa Kapis & Hummus

Anda bisa ambil buah segar di sini, atau mengambil roti pita untuk dipadukan dengan kari di bagian lain, atau dengan…

Al Nafoura - Hummus

…saus Hommos/Hummus. Makanan khas Lebanon dari chickpea, wijen halus, lemon, dan minyak zaitun. Sangat sehat dengan kandungan vitamin yang baik. Rasanya gurih dengan agak manis. Sangat klop dengan roti pita. Saya ga bisa berhenti ngemil pake ini!

Al Nafoura - Jebnah Ma Zaatar

Anda penggemar keju khas Turki yang gurih dan asin? Jebnah Ma Zaatar yang dibuat dari keju, rempah, dan minyak zaitun ini siap memanjakan lidah kita dengan rasa keju yang hmmmmm banget!

Al Nafoura - Warak Enab, Rocket Salad

Rocket Salad ini selingan…

Al Nafoura - Cauliflower w Yoghurt

Saya kurang ngerti gimana, tapi makanan daerah Timur Tengah yang unik (tapi enak) dan saya pernah coba dari dulu adalah ini: Kembang kol goreng.

Al Nafoura - Fruit n Salad

Salad dan asinan… pada umumnya…

Al Nafoura - Kiskesh Ma Laban

Ini juga pas dimakan sama roti pita. Kiskesh Ma Laban ini adalah yoghurt ditambah tomat, bawang, biji gandum, mint dan timun. Sensasinya segar dan asam jika dibandingkan dengan Hummus.

Al Nafoura - Mohamara, Jebnah Ma Zaatar, Fried Cauliflower w Yoghurt, Fattoushe

Sesi salad ini… jadi pilih yang mana?

Saya merasa terbang ke langit mencicipi ini semua. Rasanya WAH banget! Ah, tapi ada yang lain juga lho!

Al Nafoura - Kharouf Lamb & Red Rice

Kharouf Lamb & Rice. Agak mirip dengan nasi biryani atau pilav dalam soal rasa. Ini infusi rasa kambingnya nikmat, ga berbau.

Al Nafoura - Kebab

Suka kebab? Shawarma roll ini perlu dicoba!

Al Nafoura - Kushari & Chicken w Frika

Kushari (kiri) adalah makanan khas Mesir. Dibuat dari nasi jenis long grain, kaldu, dan kacang lentil hitam. Gurihnya asik! Chicken with Frika (kanan) adalah makanan khas kawasan Levantine, termasuk Lebanon… dibuat dari gandum hijau yang dimasak, dan dimakan dengan ayam berbumbu ini. Kandungan seratnya sangat baik!

Al Nafoura - Kofta Bil Laban & Fessolta Areda Ma Tajan Laham

Kofta Bil Laban (kiri) adalah makanan khas Lebanon yang dibuat dari bola daging kambing cincang yang dimasak dengan yoghurt. Ini termasuk makanan yang rasanya paling nagih! Rasa yoghurt yang mild dan daging pas sekali di lidah saya! Fessolta Areda Ma Tajan Laham (kanan) oke saya tahu namanya panjang. Ini rasanya kayak sup tomat dengan kacang merah dan daging kambing. Unik!

Al Nafoura - Lamb Curry & Rice

Buat pecinta kari kambing? Di sini juga ada lho, rasanya WOW!

Al Nafoura - Lamb Tagine Ma Raisin

Lamb Tagine. Saya pernah bahas sebelumnya, ini adalah makanan dengan tradisi masak dalam kuali tagine khas Afrika. Kali ini daging kambing dimasak dengan kentang, dan beberapa sayuran lainnya.

Al Nafoura - Ma Akoulate Beyrouthy

Ma Akoulate Beyrouthy ini adalah menu paduan seafood yang ada di sini. Dimasak dengan susu.

Al Nafoura - Mangaf

Mangaf mirip dengan kari yang saya rasa dimasak juga dengan yoghurt karena rasanya. Dimakan dengan nikmat dengan nasi long grain.

Al Nafoura - Spicy Potato Tagine Ma Lemon & Olive

Spicy Potato Tagine Ma Lemon and Olive. Ini juga masakan yang dimasak (seharusnya ya) dengan tagine. Kentang berempah dengan zaitun hijau yang ueeenak!

Al Nafoura - Shish Tawouk & Shish Kebab

Shish Tawouk (kiri) adalah ayam dengan rempah dan yoghurt yang dipanggang. Shish Kebab (kanan) adalah versi kambingnya yang sangat legendaris itu. Keduanya rasanya sangat MANTAP!

Di sisi lain, ada dapur mini untuk memasak Markouk, roti renyah khas Lebanon dengan pilihan isi keju, daun thyme dan wijen, atau isi kambing. Mau yang mana? Coba semuanya!

Al Nafoura - Markuk Kitchen

Dapur Markouk. Kiri adalah alat memasak rotinya, tengah atas adalah setelah diisi dan digulung, lalu dipotong… hingga jadinya yang bawah. Kanan ada sausnya.

Al Nafoura - Markuk

Markouk yang sudah dipotong2.

Whew… sudah kalap? Oke… kita masuk makanan penutup…

Al Nafoura - Other Sweets

Di dekat pintu masuk ada pilihan Fruit cake (tengah atas), kurma (tengah bawah), aprikot kering (kanan), atau es buah (atas kanan).

Al Nafoura - Sweets

Atau Anda juga bisa mencipi cemilan khas Timur Tengah yang sangat2 enak ini!

Al Nafoura - Basima

Basima adalah kue dari tepung, kelapa, pasta wijen, kacang pistachio, dan madu. Mmmmmm…

Al Nafoura - Cream Pancake Cheese

Saya kurang tau ini apa. Itu kayak pancake lipat isi krim keju dengan taburan kacang pistachio. Saya belum nyoba (kekenyangan).

 Al Nafoura - Atayef Bil Jibna & Mocarona

Mocarona (bawah) ini adalah roti goreng dengan kayu manis bubuk, dan di glazed dengan simple syrup (air gula), teksturnya agak keras. Atayef Bil Jibna (atas) juga roti goreng khas Lebanon, diisi keju krim (hmmmmm…) dan diperciki air mawar. Enak parah!

Al Nafoura - Baklava

Saya udah membuat artikel yang ada makanan surgawi satu ini… BAKLAVA khas Turki! Kacang tanah, kacang pistachio, air gula, phylo pastry rasanya bikin nagih!

Al Nafoura - Om'ali

Puding roti legendaris khas Mesir yang konon namanya diambil dari permaisuri sultan yang membuat makanan ini terkenal… Om’ali. Isinya ada kacang, kismis, dan rasanya lembut manis agak kenyal. Pencuci mulut yang pas!

Oke… saya kekenyangan. Saya setelah ini nyomot buah2 seperti melon, semangka, sama markisa di meja buah. Oh iya, minuman? Saya memesan jus melon… sama minum ini…

Al Nafoura - Rosella (Karakade Juice)

Karakade Juice… minuman dari bunga rosella. Asam manis segar.

Saya… kekenyangan…

Al Nafoura - Meal 3

Mulai dari roti…

Al Nafoura - Meal 1

Daging dan kentang…

Al Nafoura - Meal 2

Nasi, daging kambing, daging ayam, dan frika…

Al Nafoura - Meal 4

Makanan penutup kering… ah, yang kiri itu namanya Sambousek Bil Tamur… makanan khas Arab isi kurma dan wijen.

Al Nafoura - Meal 5

Om’ali… dan Baklava…

Tarik napas… ini adalah review terbahagia saya bulan ini.

Tiba2 kalimat suci ini muncul di kepala saya…

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” – Surat Ar Rahman

Saya bersyukur berkesempatan makan makanan ini… semoga yang membantu saya bisa ke sini, dan segenap cheh dan kru restoran ini diberi rezeki dan nikmat yang berlimpah dari Allah SWT. Aamiin…

AW’s Place Rating: √√√√ (4 dari 5, agak crowded dan gelap, mempersulit mobilisasi, tapi dari aspek seni dan musik khas Timur tengah oke lah ya)

AW’s Service Rating: √√√½ (3.5 dari 5, agak kurang responsif dan kurang ramah)

AW’s Food Rating: √√√√√ (5 dari 5, dahsyat!! Subhanallah Walhamdulillah!)

AL NAFOURA LEBANESE RESTAURANT – LE MERIDIEN JAKARTA (Class: 5 Stars)

Jl. Jenderal Sudirman Kav. 18-20, Jakarta. Ph: +62 21 2513131

Hotel Link: click

Buffet Price: Rp 315.000,00/pax

Buffet Time: 05:30 PM – 07:00/07:30 PM

Foursquare: Le Meridien/Al Nafoura

Notes: Pesan dari agak lama (H minus sekian) karena tempat ini cukup rame! Ah iya, pesan di dalam deh… saya kurang suka yang di luar. Agak panas dan jauh.

Acknowledgement: Terima kasih buat bung Baginda Jaya dan keluarga yang sudah membawa saya ke restoran satu ini hingga kenyang!

-AW-


Buffet: Androwino Bistro – Sheraton Mustika, Yogyakarta

Kamis (10 Juni 2014) kemarin, siang hari itu saya baru saja beres ujian Pemuliaan Tanaman Lanjut dan pikiran saya agak suntuk. Berniat menyempurnakan review saya, saya pun pergi ke Sheraton Mustika, Yogya. Hotel ini… perjalanan masuknya serasa saya mau pergi ke kastil apa gitu. Selain agak berjarak dari halte TransYogya terdekat, saya pun harus jalan 300-400 m dari gerbang untuk sampai ke lobby hotel dengan jalan menanjak. Dari tanjakan, lobby hotel terlihat megah dengan segala pernak-pernik seninya.

Androwino Bistro, ya… nama restoran atau bistro utama dari hotel ini adalah tempat buffet kali ini diadakan.

Sheraton Mustika (7)

Pintu masuk…

Sheraton Mustika (1) Sheraton Mustika (2)

…di waktu sore…

Sheraton Mustika (6)  Sheraton Mustika (5)

…di waktu malam…

Sheraton Mustika (3)

…bagian lainnya…

Sheraton Mustika (4)

…roti yang ga bisa dimakan.

Duduk2, saya sejujurnya mau komen… “Ini waiter captain nya kok ketus amat. Gw tau ini hotel, penampilan gw seadanya, senyum dikit kek.”

Saya kesalnya selain karena itu adalah pas saya ngasih kartu nama, sama mereka dibalikin. Berpikir positif, saya merasa mereka ga ngerti saya kasih kartu nama fungsinya apa… dan ga tau apa tujuan saya ke sini.

Ah lupakan, puasa bung… sabar…

Suasana di bistro ini tenang, atmosfer elegan dan mewah. Asia banget (tapi ga terlalu kerasa Jawa nya). Ruangnya luas, walau waktu kemarin tempat itu rame dengan pengunjung (yang ga tau ngantri). Makanan di tempat ini lebih ke arah Asian, dengan sedikit sentuhan barat dan fusion lainnya.

Mari kita mulai dengan makanan manis buka puasa.

SM - Cake

Kue Lapis, Lemper Bakar, Carang Gesing.

Di meja depan ada kue lapis, lemper bakar, dan carang gesing. Buat yang gak tau carang gesing, ini adalah makanan tradisional yang dibuat dari pisang dan santan, dikukus dalam daun pisang. Gak jauh dari situ ada cendol dengan isi cendol (ya iya lah), nangka, dan tape ketan dan “rujak kelapa” yang sebenarnya adalah minuman wedang jahe dengan kelapa.

SM - My Course (1)

Inilah menu buka puasa saya sore itu… ah, itu jus kurma BTW…

SM - My Course (2)

Rujak Kelapa & Cendol.

SM - My Course (3)

Carang Gesing dan kue lainnya…

Begitu pengunjung pada heboh karena adzan dikumandangkan (ya… pengunjung, bahkan saya ga dapet info dari pihak hotel udah adzan atau belum di tempat yang suaranya seramai itu), saya pun mulai meneguk air minum saya (alhamdulillah… dan itu refill). Kue nya enak… cendolnya segar… rujak kelapanya enak di tenggorokan. Carang Gesingnya rasanya pas… gak bikin eneg, dan manisnya ga lebay.

Beres menu buka puasa, saya pun mengambil makanan buat makan malam dan jalan ke area yang ada di tengah bistro. Saya pun nemu segmen manis dengan es buah dan cendol lagi, serta buah dan kue.

SM - Dawet & Es Buah

Es Cendol & Es Buah.

SM - Es Buah

Es Buah.

SM - Fruit & Cake

Buah2an dan Kue.

Soal makanannya? Macem2!

SM - Bakwan

Ada Bakwan Udang…

SM - Bihun Goreng

…Bihun Goreng…

SM - Baby Corn

…Tumis Jagung Muda dan Bakso…

SM - Fish

…Steam Fish Ginger Sauce…

SM - Ayam Betutu

…dan Ayam Betutu.

Dari semua menu berat ini, saya suka banget sama Steamed Fish nya. Ginger Sauce nya nendang dan punya soul banget. Ikannya juga pas dan masih kenyal. Ayamnya enak, spicy, dan dagingnya banyak. Bihun… enak. Tumis jagungnya juga enak, dan saya suka juga karena pake bakso ikan (saya lebih suka bakso ikan daripada daging sapi).

SM - My Course (4)

Makanan berat saya malam ini.

Di bagian lain, kita bisa ambil salad.

SM - Fruit Salad

Mau Fruit Salad…

SM - Salad

…atau Veggie Salad? Your choice…saus ada Mayonnaise, Thousand Island, dan Traditional Salad Dressing.

Saya, pilih dua2nya. Buahnya segar dan kombinasi buah nya pas… kismis, apel, semangka, dll. Masih renyah… Buat salad sayur, saya pake saus dressing biasa yang rasanya asam (ntah karena dicampur vinegar, atau karena pake capers atau pickles) dan Thousand Island.

SM - My Course (5)

Salad yang saya ambil…

Ah, terus ada Steamboat. Isinya daging sapi dan seafood, dengan kuah asam. Ini rasanya Thailand banget sih, rasa lemon dan kaldu ikannya itu.

SM - Steamboat

Steamboat (tanpa boat).

Mau penutup mulut? Mau yang manis2? Nih ambil…

SM - Pancake

Pancake…

SM - Waffle

…waffle…

SM - Sauce Bar

…dan saus pilihan (dari kiri atas, searah jarum jam: Saus Mangga, Stroberi, (lupa itu apa), Madu, dan Sirop Maple).

Emang, makan pancake dan waffle itu harusnya pagi2. Tapi siapa sih yang ga suka ini buat makanan penutup? Saya pesan 2 itu dengan saus maple. Nyaaaammmm…

Secara keseluruhan, kunjungan saya ke sini… saya puas dalam segi makanan dan rasanya. Soal lokasi, saya juga suka karena suasananya elegan dan (agak) romantis. Pesan saya adalah ke manajemen restorannya… perlu lebih sigap kalau ada piring kosong, senyum, dan perlu belajar approach orang buat ngerasa welcome. Soalnya waiter/waitress nya rada nge-zonk di sini.

AW’s Place Rating: √√√√ (4 dari 5… yah, oke lah)

AW’s Service Rating: √√√ (3 dari 5… perlu improvements)

AW’s Food Rating: √√√√½ (4.5 dari 5… udah oke rasanya… variasi oke, cuma perlu tambahin lagi)

ANDROWINO BISTRO – HOTEL SHERATON MUSTIKA YOGYAKARTA (Class: 5 Stars)

Jl. Laksda Adi Sucipto Km 8.7, Yogyakarta. Reservation Phone: +62 274 488 588

Hotel Link: click

Buffet Price: Rp 120.000,00/pax

Foursquare: Androwino/Sheraton Mustika

Note: Datang jam 5:15 PM, kecepatan belum siap, kelamaan bisa rame.

-AW-