Culinary Memoirs of A Biologist Who Loves Food

Posts tagged “kafe

BABO Cafe, Yogya

Beberapa saat lalu, saya di suatu malam abis ngintip Instagram milik Foodgram Yogya tentang tempat ini dan saya pun tertarik buat nyicip karena ada makanan yang ga umum: Waffle Sandwich.

Waffle adalah makanan yang terkenal di kawasan Eropa Barat Laut dan konon berasal dari Belgia tapi kemudian nyebar dan terkenal sampe Amerika Serikat dan otomatis, variasi makanan ini bertambah. Pertama kali saya mencicip waffle yang enak adalah ketika saya menginap di sebuah hotel di Yogya waktu kelas 5 SD. Sesuatu yang identik dengan waffle: Manis, sirup maple, dan mentega. Seiring perjalanan, saya belajar bahwa waffle ideal memiliki konsistensi: Renyah di luar, lembut di dalam.

Yak, balik lagi ke BABO! Tempat ini dari luar nuansanya cozy dan homey dengan penataan artistik yang cukup hijau, alami, dan rada modernistik. Kafe ini punya bagian dalam alias indoor dan outdoor.

BABO (1)

Welcome to BABO!

BABO (4)

Outdoor area…

Bahkan di bagian dalamnya pun nyaman, dan lucunya… banyak pernak pernik tanaman plastik dan ada poster tanaman kebun di dindingnya.

BABO (3)

Indoor, dekat pintu masuk…

BABO (2)

Bagian lain indoor.

Sejujurnya, kalo boleh kasih saran… tempat ini (gambar atas) bisa diakalin lebih lanjut buat jadi bar. Saran saya, bukan sembarang bar, Mocktail Bar atau Milkshake Bar!

Overall, makanan di sini pas dengan tema kafe ini: Comfort food. Makanan nyantai. Walaupun… waffle di sini ga nyantai, alias nendang banget, khususnya sandwich nya.

BABO - Tuna Waffle Sandwich

Tuna Waffle Sandwich.

Saya pun nyoba pesan Tuna Waffle Sandwich. Ternyata… mereka ga main2. Kenapa? Pertama, mereka pake irisan fillet tuna segar yang ditumis, bukan tuna kalengan (umumnya buat sandwich pada pake tuna kalengan, fatalnya pengolahan kurang dan rasanya agak… logam). Kedua, awalnya penasaran dengan tekstur krim mayo nya yang saya jarang temui. Ternyata mereka buat mayo sendiri. Yep, mayo adalah emulsi (Kimia 101: Koloid cairan dalam cairan) antara kuning telur, minyak zaitun, dan air perasan lemon. Hasilnya, creamy, lembut, dan rasanya beda… segar… ga asem sembarangan. Tuna, tomat segar, bawang bombay, dan mayo. Nyaaammy!

Menu andalan di sini adalah Chicken Waffle Sandwich… varian Waffle Sandwich lainnya.

BABO - Chicken Waffle Sandwich

Chicken Waffle Sandwich.

Menariknya lagi, daging ayamnya juga ga maen2. Potongan daging ayam kualitas steak (yang ada di tempat ini juga) sebagai bahan utamanya! Kalo ga puas, cicipi Chicken Steak nya sekalian! Saus bisa milih (jamur, BBQ, dan lada hitam) sama kentangnya bisa milih (French Fries atau Mashed Potato). Rasanya? Just perfect!

BABO - Chicken Steak

Chicken Steak.

Mau nyoba pasta? Silahkan! Saya kemaren makan Fetucinne Aglio Olio… and it’s perfectly fine! FYI, mereka pake taburan keju Parmesan yang ga pelit! Minyaknya pas dan gak lebay, pastanya kenyal, cabenya renyah dan ga pedes (opsional tapi ini saya suka), bahannya segar! It’s a perfect Aglio Olio!

BABO - Fettucine Aglio Olio

Fetucinne Aglio Olio.

Sekarang butuh pencuci mulut? Ngobrol2, ternyata mereka ga main2 dalam milih bahannya: Menteganya, tepungnya, pastanya… semua pilihan. Terus untuk waffle manis dan asin dibedakan. Penasaran, saya pun nyicip.

BABO - Vanilla Ice Cream Waffle

Sweet Waffle Vanilla Ice Cream.

Sweet waffle sat ini… mereka nyajikannya make saus karamel yang dibuat sendiri! Enak, lembut dan renyah… cuma saran, kalo adonannya dikasih esens karamel atau biji vanilla segar, pasti bakal nampol! Biar gitu, yang ini adalah finishing meal yang dahsyat!

Untuk minuman… mereka ada minuman Ovomaltine Milkshake, cuma saya belum nyoba. Kemarin saya nyoba Strawberry Virgin Mojito. Segar banget walau susah disedotnya.

BABO - Strawberry Virgin Mojito

Strawberry Virgin Mojito.

Kafe ini punya wifi dan bisa bayar debit atau kredit (Visa). Kafe ini berdiri Desember 2014 dan di bawah pengawasan Chef Sergio yang berasal dari Spanyol. Beliau juga menjadi chef di restoran Six Senses Yogya (akan di-review lain kali). Staf di sini ga main2. Walau agak makan waktu, mereka punya kendali kualitas di mana makanannya seragam dan konsistensinya… just right! Pesan saya, tolong dipertahankan ya.

Tempat nongkrong asik buat siang yang panas ataupun malam hari di mana pas kunjungan terakhir ada mbak baju merah yang cantik banget dan mbak kerudung ungu yang imut banget yang jelas saya akan ke sana lagi buat pasta dan waffle sandwich nya!

AW’s Rating: √√√√√ (full score for a nice standard of quality control!)

—-

BABO JOGJA

Jl. Johar Nurhadi no. 5, Kotabaru, Yogyakarta. Ph: +62 274 877 3874 0941

Jangkauan Harga:

Makanan: Rp 15.000,00 – Rp 75.000,00

Minuman: Rp 12.000,00 – Rp 35.000,00

Jam Buka:

Senin-Jumat dan Minggu: 11:00 AM – 11:00 PM

Sabtu: 02:00 PM – 10:00 PM

Foursquare: Klik

-AW-

Advertisements

The Amsterdam, Malang

Ah, akhirnya bisa makan di luar kota! Kali ini saya bekesempatan pergi ke Malang untuk seminar dan workshop Biologi Sintetika dan Bioinformatika. Setelah seharian di perjalanan, saya sampai juga di Malang jam 9 malam. Saya, bersama seorang teman saya, Sanka, akhirnya kami pergi mencari makan setelah menaruh semua barang di penginapan. Gak jauh dari penginapan kami, kami pun berjalan ke area Pahlawan Trip dan menemukan sebuah resto kafe bernama The Amsterdam.

The Amsterdam (5)

Inilah…

Dari luar, tempat ini nampaknya rame dan masih “hidup” di tengah kondisi kota Malang malam itu yang mulai terlelap. Pencahayaan yang bagus dan suara musik yang cukup kencang (agak disko gitu dah). Ada bagian outdoor dan indoor. Secara konsep, saya suka penampilan restorannya. Artsy, tapi gak heboh dan cozyOverall, konsep resto nya berupa bistro… bar/kafe yang dicampur dengan resto.

The Amsterdam (4)

Sayap timur bagian indoor.

The Amsterdam (3)

Bagian indoor utara.

The Amsterdam (2)

Cake gallery.

The Amsterdam (1)

Saya suka bagian ininya.

Waktu itu kami akhirnya pesan makanan. Saya pun nanya sama mas2nya soal apa rekomendasi dari tempat ini. Si mas nya bilang ada Cheese Burger sama Nasi Goreng Amsterdam nya. Oke, akhirnya kami pun memesan apa yang disuguhi. Sejujurnya tapi, pizza mereka keliatannya tempting. Mungkin lain kali. Sekitar beberapa waktu kemudian akhirnya makanan pesanan kami pun tiba.

The Amsterdam - Cheese Burger

Cheese Burger.

The Amsterdam - Cheese Burger (2)

Versi close up.

Kentangnya renyahnya oke, burgernya? Enak! Awalnya saya ngira bakal pake keju biasa, tapi kejunya meleleh dan mayonya rasanya enak banget (ini bukan sembarang mayo saya rasa). Burger ini disajikan pakai telur di dalamnya. Dagingnya? Pas! Ga kering, moist and juicy!!

Saya pun mencicipi nasi goreng yang dipesan teman saya.

The Amsterdam - Fried Rice

Nasi Goreng (A La) Amsterdam.

Nasinya enak, peppery, ga lebay bumbunya dan isinya pun proporsional. Ini nasgor ini ada daun bawang, telur yang dimasak bersama nasi, dan ayam. Makan ini pun rasanya cukup kenyang.

Setelah beres, saya pun meminta tagihan dan bayar. Harganya cukup seimbang dengan rasanya. Puas, akhirnya kami pun kembali ke penginapan. Yah, lain kali mungkin saya bakal ke sini lagi!

AW’s Rating: √√√√½ (4.5 dari 5, almost perfect)

THE AMSTERDAM BAKERY, KITCHEN, BAR Jl. Pahlawan Trip no. 25, Malang. Ph: +62 341 566536. Twitter: @amsterdamalang

Jam Buka: 12:00 AM – 01:00 PM

Jangkauan Harga:

Makanan: Rp 12.000,00 – Rp 65.000,00

Minuman: Rp 10.000,00 – Rp 56.000,00

Foursquare: Klik

Note: Enak kalo pas malem… lightingnya enak!

-AW-


Ron’s Laboratory, Jakarta

Sudah hampir setahun saya menulis tentang pertemuan saya ke lab (baca: rumah) nya Chef Ronald Prasanto… hal epic yang terjadi adalah… ternyata beliau berhasil membuka kafe es krim molecular gastronomy miliknya di Grand Indonesia!

Ron’s Laboratory. Kafe… bernuansa futuristik… saintifik… yah begitu deh… yang buka di Oktober 2013 satu ini memang bisa dijadikan usulan tempat mangkal buat para geek ataupun siapapun yang suka makanan yang sangat anti-mainstream (baca: hipster). Di papan2 kita bisa lihat rumus2 kimia… bahkan di dapurnya (mungkin ini lab) ada tabung2 nitrogen cair, plus kadang peramu es krimnya pake jas lab!

RL2

Dari luar…

RL3

…kita mengantri dan memesan di sini…

RL4

…ini suasana di dapurnya…

RL1

RL5

…suasana sitting area nya…

Hari Senin lalu (26 Mei 2014), saya berkunjung ke sana sama Anita. Ah, waktu itu sayang banget ga ketemu Chef Ronald nya. Jadi waktu itu saya sama Nita lagi iseng mau nyicipin es di situ, ngeliat menunya… ternyata harganya lumayan juga… tapi cukup tempting. Saya memesan Red Velvet, Nita memesan Choco Windproof. Abis bayar, kami duduk, dan hanya terpana melihat hembusan asap putih bersuhu di bawah -100ºC itu. Gak sampai 10 menit, es krim kami jadi… tapi kami masih terpana.

Bagaimana tidak… baru kali ini, kami makan es krim yang normalnya dapat cup atau cone, terus sendok… kali ini… kami dapat… syringe tanpa jarum berisi “saus injeksi”. Saya mikir, ini kayaknya apa yang disebut di NextNature.net soal makanan post-modernistik itu seperti ini deh salah satu cara penyajiannya.

Red Velvet, es krim dasarnya merah rasanya agak kayak coklat dan susu. Terus ada semacam bagian yang kayak susu rasanya, dan saus injeksinya berasa krim keju yang nendang abis. Awalnya saya penasaran gimana mengaplikasikan saus ini, jadi saya injeksi beneran ke es krimnya… baru setelah mikir panjang, saya jadikan itu buat nuang ke atas es krim.

RL - Red Velvet

Red Velvet, dengan injeksi krim keju! Tenang, syringe-nya baru (saya lihat di gudang!).

Di sisi lain ada Choco Windproof. Es krim berwarna putih, dibuat dari… TOLAK ANGIN. Ya, saya gak bohong… DIBUAT DARI TOLAK ANGIN (dan krim), coklat susu di atasnya, dan saus injeksi coklat. Awalnya kami bingung gimana rasanya, ternyata rasanya bisa nyatu kayak rasa es krim mint! Malah lebih… sensasional!

RL- Choco Windproof

Choco Windproof. Sang es krim/gelato penolak angin yang legendaris!

Serius… tempat ini memang sesuatu sekali…

Lalu, karena penasaran… saya pun ke sana sendiri hari Rabu lalu (28 Mei 2014), beruntung kali ini saya bertemu Chef Ronald!

Saya pun berkesempatan nyoba es krim yang lain. Yang pertama adalah Matcha Mochi. Empuknya mocha isi ogura dengan wijen, dicampur es krim macha yang ga manis. Rasanya jadi seimbang. Khususnya kalo pesan topping tambahan yang manis, es ini cocok!

Terus ada lagi yang jadi kesukaan saya… khususnya karena saya cenderung sweet tooth, Cotton Candy Bubble Gum. Es krim susu biasa (disebut base gelato di sini), puyo soft pudding, dan sirup mawar. Semuanya manis dan mmmm… lumeeeer…

RL - Cotton Candy Bubble Gum

Cotton Candy Bubble Gum. Yak, kali ini dengan sirop mawar di tabung Falcon. Penampilan yang futuristik, dengan rasa yang epik!

…hari ini kayaknya syringe nya habis, jadi pakai tabung Falcon dibalik. Saya pun jadi teringat tesis saya di Yogya…

Crowning moment of awesomeness kunjungan saya belum berakhir. Tapi klimaks kunjungan saya kali ini adalah ketika saya secara random ngasih challenge dengan oleh2 saya ke Chef Ron: Dodol Garut. Jadi, dia nge-blend dodol dengan campuran gula karamel, terus dibubukkan dengan nitrogen cair… dan ditaburin di atas es krim Macha. Rasanya? Ini ngebuat es macha nya makin super!

RL - The Chef

Chef. Ronald… meracik dodol…

RL - Dodol Powder

Inilah bubuk dodolnya…

RL - Matcha Mochi Supreme

Matcha Mochi Garut… maksudnya ekstra bubuk dodol!

Ah iya, bagi para penggemar kopi, tempat ini juga menyediakan kopi2 yang diseduh dengan cara yang Anda bisa pilih metodenya, jadi Anda pun bisa ngobrol sambil menikmati gelato dan minum kopi! (Ket: Kerusakan gigi akibat perbedaan suhu tidak ditanggung)

Thanks Chef Ron! Ditunggu kreasi es rasa baru nya ya di kunjungan selanjutnya!

Note: Thanks to Anita Yustisia buat nemenin jalan2 ke sini! Lo harusnya dateng juga di hari kedua… 🙂

AW’s Rating: √√√√√ (5 dari 5, tempat dessert unik yang asik!)

—–

RON’S LABORATORY

Grand Indonesia West Mall 5th floor ED2-12B, Jl. MH. Thamrin no. 1, Central Jakarta. Ph: +62 21 98782192. Twitter: @ronslaboratory

Price Range (category: Dessert only):

Gelato: Rp 50.000,00 – Rp 60.000,00, extra injections: Rp 8.000,00

Mineral water: Rp 10.000,00

Coffee: Rp 20.000,00 – Rp 35.000,00, add ons flavours for cold coffee: Rp 5.000,00

Opening Hours: 10:00 AM – 12:00 AM

Foursquare: Klik

Tips: Tempat asik buat mendinginkan kepala di weekdays lunch hours!

-AW-


Kafe Kebon, Bandung

Suatu hari, yeah… sebenarnya seminggu lalu, saya sedang menonton televisi dan saya cukup terkesima dengan makanan pizza dengan topping ikan tongkol dan daun pepaya. Dasar namanya saya yang penasaran dan memang kebetulan sedang mau ke Bandung saat itu, saya pun akhirnya pergi untuk mencicipinya.

Di Bandung, saya melangkah ke area dekat Monumen UNPAD, Jalan Bagusrangin no. 7. Begitu masuk, perasaan saya cuma satu: rada bingung. Mana kebunnya? Oke, setelah memakan waktu sedikit lama, saya mendapati bahwa ini adalah restoran yang dikelilingi hijau tanaman yang dengan kata lain, restoran itu adalah bagian dari sebuah gazebo besar yang ada di kebun itu. Fine, so let’s have a seat.

KK2

Dapur pizza dengan tungku.

KK1

Bar dan kafe bagian dalam.

KK3

Kafe di area kebun.

KK5

Sisi lain kafe luar.

KK4

Kolam mini dan tanaman.

Awalnya saya kaget bahwa saya ga bisa memesan pizza tongkol itu karena katanya sedang diperbarui dan cuma ada pas malamnya. Untungnya, ternyata masih ada dan saya pun memesan menu yang satu itu.

Sebenarnya pizza itu untuk saya sebagai anak biologi cukup mengundang tanya. Di TV mereka menggembor2kan adanya papain pada pizza, sebuah enzim yang ada pada semangka yang punya peran membantu dalam pencernaan. Tapi bagaimana bisa? Saya aja melihat daun pepaya di pizza itu sudah dimasak hingga layu dan berwarna agak hitam. Enzim merupakan protein fungsional dalam tubuh yang berperan membantu proses kimiawi di dalam tubuh dan memiliki suhu optimal dalam kerjanya. Jika suhu di bawah suhu optimal, maka enzim akan non aktif. Sementara di atas suhu optimal, enzim akan denaturasi (rusak). Membaca sumber di sini, saya pun mendapati bahwa suhu di mana enzim ini denaturasi adalah 60-70˚C.  Jika dimasak layu seperti itu, mana ada enzim yang tersisa? Yah, sudahlah daripada protes terus, nampaknya saya perlu mencicipinya terlebih dahulu.

Pembuatan pizza pagi itu cukup lama. Hampir 1 jam lamanya. Alasannya sih memang tungkunya belum panas. Seharusnya yang namanya jam buka, tungku itu harus sudah siap dipakai memasak. Merasa agak bosan, saya pun mengambil kamera dan memotret area dapur pizza. Adonan pizza segar diambil dan di-roll pakai pin. Diberi topping, dan dipanggang. Bukan kayu yang dipakai untuk memanggang, tetapi batok kelapa. Menarik, yang saya dengar batok kelapa punya aroma khas saat membakar.

KK6

Beberapa saat kemudian, pizza di atas piring pun tiba di meja.

Pizza Tongkol

Pizza ikan tongkol dengan daun dan bunga pepaya. *krauk* Rasanya renyah, dan bagian toppingnya… pahit. Pahit di awal2, hingga saya memakannya lagi. Agak pedas. Sayangnya, saya ga merasakan rasanya ikan di dalamnya. Kurang kerasa ikannya. Tapi yang buat saya pizza ini khas, adalah rasa pedas-pahit di dalamnya dan rasa saus tomat (ya kan ya) dan rasa keju mozzarella. Rasanya baru keluar kalau kita kunyah pelan2. Oke lah ga ada papainnya, lumayan punya cita rasa yang beda aja rasanya. A brand new touch for a pizza!

Pizza Tongkol Zoom

Ini isinya…

Kemudian teman saya, Eki, datang dan kami memesan pizza lagi.

Pizza Four Season

Pizza Four Season

Pizza Four Season. Buat saya pizza ini pas buat yang suka icip2. Ada 4 kombinasi di dalamnya: keju cheddar parut, ikan tuna (kalengan), bawang bombai-smoked beef, dan jamur. Pas buat rame2. Saya cuma kurang pas sama keju cheddar parutnya yang ga nyambung sama mozzarella-nya.

Pizza Margheritta

Pizza Margherita.

Hmmm… sebenernya ini Pizza Margherita yang dimodifikasi. Pizza Margherita asli ga ribet: cuma roti, saus tomat, keju mozzarella, sama kadang ada daun basil. Kali ini, ada irisan tomat segar dan parutan keju cheddar. Lagi2 buat saya, keju cheddar nya sih yang kurang pas.

Tempat ini dilengkapi wi-fi. Wajar sih jadinya banyak mahasiswa yang datang buat nugas. Yeah, jujur waktu saya ke sini ada beberapa mahasiswi yang bening di meja sebelah. Hehe.

AW’s Rating: √√√ (3 out of 5)

KAFE KEBON, BANDUNG

Jalan Bagusrangin no. 7.

Open Hours: Weekdays 09:00 am – 10:00 pm, Weekend 09:00 am – 11:00 pm

Range prices: Minuman Rp 4.000,00 – Rp 20.000,00, Makanan Rp 10.000,00 – Rp 45.000,00

Tips: Tempat nugas atau ngobrol sama temen sampai lama yang pas, sayang aja sih ga bisa pake kartu bayarnya (ngarep)

-AW-