Culinary Memoirs of A Biologist Who Loves Food

Posts tagged “yogyakarta

Chef Purbo Wahyono – Berawal Dari Nekat, Berubah Menjadi Dahsyat!

Bagi kalian yang pernah menonton film Disney Pixar, Rattatouille, Chef Auguste Gusteau pernah bilang bahwa “Semua orang bisa masak!” dan ditambah dengan sang kritikus restoran Anton Ego di review akhirnya menambahkan, “Tidak semua orang bisa menjadi seniman yang handal, tapi seniman yang handal bisa berasal dari manapun”. Ya, semua orang bisa masak dengan apapun latar belakang mereka.

Chef Purbo (1)

Tidak terkecuali sang Executive Chef dari Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Chef Purbo Wahyono (47). Pria kelahiran 20 Januari 1969 ini awalnya sekolah di sebuah sekolah perbankan di Yogyakarta pada tahun 1988, mengikuti ambisi orang tua yang pada saat ini masih berkiblat pada anggapan bahwa kerja sukses adalah kerja kantoran dan mengurus uang. Namun hal ini menurut Chef Purbo kurang menarik. Hingga suatu ketika Chef Purbo menemui temannya di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, dan beliau terinspirasi menjadi seorang chef.

Hanya bermodal nekat setelah melihat flyer tentang sekolah perhotelan di Denpasar, Bali, ia akhirnya berusaha meyakinkan orang tuanya agar ia bisa ikut tes. Saat itupun, orang tua beliau menganggap sekolah perhotelan itu tidak memiliki masa depan yang jelas. Dengan modal niat yang kuat, dan doa ke Tuhan YME dengan tulus, beliau pun pergi ke Denpasar. Di sini, saya belajar bahwa yang namanya intervensi Tuhan atau divine intervension itu ada.

“Saya awalnya ga yakin, soalnya tes nya kan Bahasa Inggris dan pertanyaan2 dasar dapur. Saya berdoa, dan alhamdulillah… saya dapat pertanyaan yang gampang, sementara yang lain pertanyaannya ribet!”

Akhirnya Chef Purbo sekolah di Denpasar. Di sana karena dengan modal awal nekat, ia hidup dalam keterbatasan, bahkan tinggal di musholla. Saat itupun, orang tua mulai menggelengkan kepala mereka karena melihat masa depannya suram. Tapi itu tidak menyurutkan semangat Chef Purbo! Akhirnya setelah selesai dan ia bisa ke hotel. Pilihan awalnya adalah sebagai manajemen hotel. Namun, sekali lagi, ia memilih jalan lain. Menjadi tukang jagal atau butcher di dapur. Mengapa? Tukang jagal yang memasok daging itu adalah pusat atau jiwa dari dapur! Belajar tentang daging akan membuat kita selalu diperlukan di dapur.

Chef Purbo (2)

Tahun 1995, Chef Purbo berkesempatan kerja di kapal pesiar Royal Oddisey dan ia menjadi SATU-SATUNYA orang Indonesia yang kerja di sana! Ia awalnya bekerja sebagai “garbage boy” di bawah Divisi Stuart/Kelasi. Memegang profesi ini, ia tak putus asa, tapi ia belajar juga. Ia menjadi mengerti zat2 kimia yang berguna untuk pekerjaannya. Ketika jam istirahat, seharusnya petugas di sana ganti shift dan istirahat total untuk sesi selanjutnya, namun Chef Purbo mengambil waktu istirahatnya untuk belajar di dapur. Sekian lama kemudian, hal ini terendus sang Executive Chef di sana dan ia pun dites untuk masak. Akhirnya, Chef Purbo resmi menjadi cook (juru masak) di sana setelah itu!

Setelah momen itu, ia mulai meniti karir di berbagai tempat. Mulai dari Hotel Sheraton Surabaya (1996), hingga ke Royal Caribbean Cruise Line milik Amerika Serikat pada tahun 1999, lalu ke Dubai pada tahun 2005-2006, dan kembali ke tanah air pada 2007 ke Hotel Sheraton Timika dan Hotel Sedona Manado. Setelah ia menikah, ia pun mulai menjadi Executive Chef di Maladewa (Maldives) pada tahun 2008 sebelum kembali ke Indonesia dan bekerja di Hotel Atlet Century pada tahun 2012 dan akhirnya di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta menjadi Executive Chef ke-4 setelah Chef Tri Heru Basuki pindah kerja.

Dari hidupnya yang penuh petualang, Chef Purbo selalu bilang untuk selalu ingat Tuhan dan berdoa, serta selalu pasang niat yang kuat. Prinsip beliau dalam bekerja…

“Jika kita mencintai pekerjaan kita, maka kita akan (bisa) menentukan masa depan kita. Be a leader, not follower!

Menjadi seorang juru masak handal, pasti tidak lepas dari kritik…

“Kita tidak bisa melihat kuping kita sendiri. Kita harus menerima masukan atas kekurangan kita agar bisa maju.”

Ketika beliau ditanya, siapakah inspirasi utama beliau?

“Inspirasi saya bukan orang, tapi lingkungan (dan) itu yang saya cari!”

Dalam bekerja, beliau menegaskan kita untuk membuang bidaya ga enakan pada orang lain (Jawa: ewuh pekewuh). Mau itu ke bawahan atau atasan. Demi profesionalitas, kita harus tegas demi mutu yang terjaga.

Banyak sekali pelajaran hidup yang diajarkan Chef Purbo, tapi sekarang… saya akan menunjukkan “kekuatan” masak Chef Purbo di dapur. Menariknya, beliau langsung memperlihatkan 2 masakan yang menurut saya sangat kompleks!

Chef… ga takut masakan dengan bumbu kompleks gini “dicuri” resepnya?

“Yang menjadi kunci rasa masakan adalah feeling. (Dengan) bahan yang sama, dengan tangan yang berbeda, maka rasanya akan berbeda”

Intinya, hanya “insting” yang bakal membedakan karya masakan dengan resep yang sama. Bisa aja ketika kita yang masak… lebih mending dari Chef Purbo (yakin?) atau (pada umumnya) lebih biasa aja? Yah… oke deeh… mari disimak!

Sesi masak

Resep – Royal Ambarrukmo Signature Dish – Soto Tangkar

Menu khas Betawi andalan dari Royal Restaurant di Royal Ambarrukmo. Kata “tangkar” di sini merujuk ke daging iga sapi (saya bayangkan itu karena kayak sangkar). Iga dimasak selama 6 jam dan membuatnya begitu empuk dengan rasa rempah2 Indonesia yang fenomenal.

CP - Soto Tangkar (1)

Chef Purbo menyebutkan, rasa dari cengkeh dan pala berperan untuk menyeimbangkan (balancer) dan bunga kecombrang memberikan rasa segar pada bumbu.

CP - Kecombrang

Bunga kecombrang

Bumbu yang dihaluskan (diblender)

200 g bawang putih

200 g bawang merah

200 g cabe merah besar

200 g kapulaga

200 g sereh

200 g cengkeh

200 g kayu manis

200 g jahe

3 lembar daun salam

200 g pala

Sejumput bagian dalam bunga kecombrang

Garam secukupnya

Bahan utama

1 Kg Iga sapi

Santan encer

Air untuk merebus

Cara membuat

Pertama, tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan air (untuk 1 Kg iga, 10 L air dimasukkan). Masukkan iga sapi. Masak pada api sedang dan konstan selama 6 jam hingga iga lunak, rasa kaldu dari iga keluar dan bumbu meresap. Sesaat sebelum disajikan, santan encer dimasukkan dan diaduk. Soto Tangkar disajikan dengan nasi atau lontong.

CP - Soto Tangkar (Served)

Resep kedua ini berasal dari kampung halaman istri Chef Purbo, Manado, Sulawesi Utara. Juga bisa ditemukan di bagian lain Indonesia Timur.

Resep – Ayam Tuturuga

CP - Ayam Tuturuga (1)

Bumbu lunak utama (masing2 200 g): Bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit (bawang dipotong, jahe dan kunyit dipotong dadu kecil2)

Bumbu lain (masing2 200 g): Cabe merah besar, kemangi, sereh, daun jeruk daun bawang (iris tipis; potongan2 gede ini menjadi ciri khas masakan Indonesia Timur)

1 ekor ayam yang sudah dipotong

Garam secukupnya

Kaldu ayam bubuk untuk menguatkan rasa secukupnya

Minyak goreng

Cuka untuk melunakkan ayam dan menghilangkan bau

Cara membuat

Untuk melunakkan ayam dan menghilangkan bau, beri sedikit cuka pada ayam dan aduk merata. Nyalakan api kompor, panaskan minyak pada wajan.

CP - Ayam Tuturuga (4)

CP - Ayam Tuturuga (5)

Tumis bumbu lunak utama hingga harum. Mulai dari bawang, baru jahe dan kunyit.

CP - Ayam Tuturuga (6)

Masukkan ayam. Aduk hingga rata. Beri kaldu bubuk dan garam untuk menambah rasa. Aduk selama 3 menit hingga tercampur.

CP - Ayam Tuturuga (8)

Tambahkan sereh dan daun jeruk. Aduk. Tambahkan cabe merah dan aduk. Jika minyak sudah terlalu kering, tambahkan lagi sedikit.

CP - Ayam Tuturuga (9)

Masukkan kemangi dan daung bawang. Aduk. Kecilkan api.

CP - Ayam Tuturuga (10)

Tutup wajan dengan rapat, masak dengan diamkan selama 15 menit.

CP - Ayam Tuturuga (Served)

Angkat, Ayam Tuturuga siap disantap! Ayam Tuturuga ini dimasak tanpa air. Karena efek panas, air dari ayamlah yang akan keluar dan menambah rasa ketika bersatu dengan bumbu2 lain yang dimasak.

Promo and Food Science – Lamien (Mie Tarik)

Kita semua tau mie berasal dari Tiongkok. Di tempat asalnya, mie dibuat dari adonan dan ditarik dengan keterampilan yang tidak sembarangan orang bisa! Di Royal Ambarrukmo, Lamien ini dikeluarkan oleh Chef Purbo sebagai menu breakfast buffet!

Ada 3 tepung yang dipakai: Tepung khusus dari Hongkong, Tepung Mie (Bogasari), dan Tepung Sidun. Semua dicampur dengan air dan tidak pakai garam. Saya rasa tepung2 ini memiliki tingkat protein yang spesifik sehingga ketika ditarik glutennya mampu membuat mi kenyal dan elastis.

RA - Lamien (1)

Adonan mie…

RA - Lamien (2)

Kasih tepung biar ga lengket…

RA - Lamien (3)

Tarik sekali… lipet…

RA - Lamien (4)

Tarik lagi… dan ulangi lagi…

RA - Lamien (5)

Rebus bentar… abis itu ke air dingin…

RA - Lamien - Ayam

Kasih saus ayam…

RA - Lamien - Tahu

Tahu…

RA - Lamien - Condiment

…dan kondimen lainnya…

RA - Lamien (Served)

Siap disantap!

Terima kasih sebesar2nya untuk pihak manajemen Food and Beverage Royal Ambarrukmo Yogya, khususnya Mas Rudy Adimulyo yang membuat semuanya berjalan dengan baik. Makasih banyak juga buat Chef Purbo sendiri yang memberi cerita baik kuliner maupun kehidupan dengan warna-warni untuk kami. Special thanks ke Eka Putri Amdela (Budidaya Pertanian UGM 2011) dan Jaler Sekar Maji (Elektronika dan Instrumentasi UGM 2013) dari Xenobiota yang udah menemani saya di sesi ini dan membantu semuanya sehingga berjalan dengan lancar!

Untuk poin2 kehidupan dari Chef Purbo, bisa dilihat langsung di blog Putri di sini.

CP + AW + EPA + JSM

ROYAL RESTAURANT – HOTEL ROYAL AMBARRUKMO YOGYAKARTA (Class: 4 Stars)

Jl. Laksda Adi Sucipto No. 81, Yogyakarta. Reservation Phone: +62 274 488 488

Hotel Twitter: @RoyalAmbarrukmo, Hotel Link: click

Foursquare: Ambarrukmo

TripAdvisor: Royal Ambarrukmo Yogyakarta

-AW-

Advertisements

Chef Herman Jojo – Buat Semuanya Simpel, Spontan, dan Niat!

Memasak adalah aktivitas yang bisa saya bilang manusiawi. Semenjak manusia menguasai api di jaman purba, seiring berkembangnya budaya dan manusia yang berpindah2 memenuhi isi dunia ini dengan segala rupa suku dan budaya yang ada, sudah ada begitu banyak masakan tertulis di sejarah! Mulai dari bagaimana ditemukannya madu sebagai minuman yang abadi karena tidak membusuk, hingga Apicius yang berkreasi dan tercatat pada buku karyanya “De Re Coquinaria”, lalu makanan2 khas suku2 pedalaman, hingga masakan gastronomi molekuler, semua adalah karya kreativitas otak manusia dalam mengembangkan seni kuliner. Sederhana saja, semua berawal dari iseng dan mencoba.

Chef Jojo

Tidak terkecuali Chef Herman Jojo (36) yang lahir 29 Oktober 1980 di Bandung ini. Memulai karirnya dari sebuah sekolah di bidang kuliner di Bandung pada tahun 2000. Setelah lulus, ia bekerja di Hotel Holiday Inn di Bandung sebelum kemudian ia berpindah2 untuk mencari pengalaman di berbagai resort/penginapan dan restoran di Jakarta, Balikpapan, Bali, hingga Shanghai! Di akhir dekade ia pun sempat menetap di Jakarta yaitu di Aerofood unit RS Pondok Indah sebelum memulai dedikasinya di Hotel Aston Bandung di mana ia terkenal dengan menu Goliath Burger yang berupa burger raksasa.

…dan ia lalu sekarang bekerja di Grand Aston Yogyakarta dengan menu2nya yang tidak kalah nyentrik dan seringkali porsi super besar seperti Bujang Lapoek (Buntut Panjang Lezat dan Empoek) dan Pak Darto (Paket Daging Bagi Roto/Rata). Karya2 beliau yang lain juga seringkali nyeleneh seperti Black Hot Dog yang fenomenal tahun lalu dan Gudeg Rekonstruksi (nanti ada di bawah).

“Gue mah kalo masak ga pernah gw rencanain. Bahkan untuk sesi masak (yang formal). Gue cuma tahu apa yang ada saat itu dan di bawah tekanan itu, gue (dengan spontan) pasti akan tau apa yang bakal gue masak!”

Chef Jojo berasal dari keluarga yang sedari awal hidupnya terlatih untuk bekerja keras dan bekerja dalam tempo yang cepat! Hal ini membuatnya tertantang untuk berpikir cepat namun harus fenomenal. Bahkan ketika ditanya…

AW: Chef, kalau ditanya dirimu kiblatnya ke arah makanan dari mana, dirimu akan jawab apa?

CJ: Gue mah mau itu Western atau apapun, itu suka2 aja. Terserah gue (mau campur ini itu), tapi yang penting dalam masak balance itu penting

AW: Sense itu muncul seiring makin sering masak ya dengan sendirinya?

CJ: Iya pasti…

Intinya, spontanitas! Dalam berkarya, Chef Jojo terinspirasi dari chef2 lain seperti Gordon Ramsay atau Jamie Oliver, hingga ia terinspirasi dari sesi masak di komik Kung Fu Boy! Yang jelas, dalam hal makanan, beliau itu cukup berapi2 karena beliau suka proses yang cepat. Maka walau ia bisa memasak menu dessert yang butuh konsentrasi tinggi, ia lebih suka menu lain yang lebih cepat. Dalam masakan, Chef Jojo punya filosofi:

  1. Dua masakan meski dimasak oleh satu orang itu tidak akan sama. Passion yang terbawa ketika memasak akan membuat masakan yang kedua akan lebih enak atau malah lebih ga enak.
  2. Ide bisa berasal dari manapun, sehingga sebenarnya masak itu tidak susah. Karena semua itu dimasak dengan sentuhan kita. Tidak ada makanan yang original karena meski itu masakan tradisional, kita tidak tahu itu siapa yang masak dan resep awalnya seperti apa. Tinggal kita yang memasaknya sebaik mungkin.
  3. Tidak ada batasan dalam masak, selama itu enak dan tamu suka maka lahirlah menu baru!

Ketika ditanya apa yang paling membuat senang sebagai chef, Chef Jojo bilang bahwa ia melayani orang2 penting seperti Sultan di Keraton Yogya, kemudian ketika makanan yang dimasak habis oleh tamu dan tidak ada complain, itu adalah kepuasan dirinya saat sebagai chef. Kebalikannya, hal yang membuatnya jengkel adalah ketika sang tamu tidak lapor kalau dia punya alergi yang membuatnya keracunan atau radang. Tapi kalau makanannya dibilang tidak enak?

“Ya ini makanan (buatan) gue, kalo ga suka ya jangan makan!”

Yang jelas saudara2, kehidupan dapur itu keras. Apa yang kalian lihat di Hell’s Kitchen itu masih versi lucunya… itu kata Chef Jojo. Intinya, chef adalah seniman yang punya andil dalam kreasi dan inovasi di balik dapur! Nah, di bawah ini adalah 2 menu simpel dan 1 menu keren dari Chef Jojo untuk kita!

Sesi Masak

Resep – Buntut Simpel (untuk dasar dua menu lain)

4 siung bawang merah diiris (200 g)

4 siung bawang putih diiris (200 g)

200 g jahe diiris

200 g wortel dipotong

1 Kg daging buntut sapi yang sudah dipotong

Air untuk merebus

Minyak untuk menumis

Garam dan merica secukupnya

Cara membuat

  1. Panaskan panci, tumis bawang merah, bawang putih, dan jahe hingga wangi.
  2. Masukkan wortel.
  3. Masukkan daging buntut, aduk merata.
  4. Tambahkan air, didihkan dan rebus dengan api sedang selama 8 jam. Tambahkan garam dan merica untuk menambah rasa
  5. Matikan dan buntut siap diolah lebih lanjut.

Untuk menu yang di bawah ini akan tersedia di Grand Aston Yogyakarta, sesi SAREBU (Saturday Remix Buffet) mulai Februari 2016! Dua menu pasta ini BISA DIMASAK DALAM 10 MENIT PER MENU LHO!

Resep – Pasta con Beef

120 g spaghetti yang sudah dimasak hingga al dente (dalamnya masih ada putihnya)

Kuah dari buntut (lihat resep di atas)

1 potong buntut sapi (lihat resep di atas)

Brokoli yang sudah direbus/blansir

Parsley bubuk secukupnya

1-2 sdm mentega untuk menambah aroma

Keju Parmesan bubuk secukupnya untuk taburan makan

Cara membuat

CJ - PCB (1)

Mari kita masak…

1. Pertama, ambil sedikit (1 sendok/centong) ke atas wajan, didihkan, masukkan spaghetti. Aduk.

CJ - PCB (2)

2. Tambahkan sedikit parsley bubuk, aduk.

CJ - PCB (3)

3. Masukkan brokoli rebus, aduk. Masukkan mentega. Aduk rata. Terakhir, masukkan buntut. Aduk.

CJ - Pasta Con Beef

4. Letakkan pasta yang sudah jadi di piring, taburi keju Parmesan secukupnya dan sajikan selagi hangat dengan kuah buntut hangat.

Resep – Fettucine Sambal Terasi dan Daging 

Yang spesial dari masakan ini, selain memang akan muncul di SAREBU Februari besok, masakan ini adalah masakan simpel kesukaan Chef Jojo yang bisa ia buat ketika mendadak ingin pasta di dapur.

120 g fettucine yang sudah dimasak hingga al dente (dalamnya masih ada putihnya)

2 sdm sambal terasi (mau dibuat sendiri atau kemasan, bebas)

Daging buntut (lihat resep atas) yang dipotong dadu

Parsley bubuk secukupnya

1-2 sdm mentega untuk menambah aroma

Cara membuat

1. Pertama, tumis sambal terasi, tambahkan buntut yang sudah dipotong, baru kemudian masukkan fettucine ke dalamnya,dan aduk hingga rata.

CJ - FST (1)

2. Tambahkan mentega, aduk merata.

3. Letakkan di atas piring, taburkan sedikit parsley bubuk. Sajikan selagi hangat.

CJ - FST (2)

Rekonstruksi Resep – Gudeg Rekonstruksi

Chef Jojo - Demo (1)

Tahun 2015 lalu, saya dapat kesempatan untuk main di sesi 15 chef dari Aston penjuru Indonesia dan mencicipi masakan mereka, Sunday Culinary Surprise! Beberapa masakannya memang gila dan saya belum dapat resepnya kecuali 2: Sosis Gudeg dan Ayam Nasi Krecek.

CJ - Sate Bacem Fountain

Yang ini misalnya: Itu adalah tempe, dan yang atas bukan coklat. Tapi itu bacem. Fountain bacem.

Pertama, saya akan menunjukkan karya Chef Jojo: Ayam Nasi Krecek.

Siapkan:

Chef Jojo - Demo (2)

Daging paha ayam (drumstick) dengan membuang daging bagian atas kecuali kulitnya, tulang di bagian baha dibiarkan

Chef Jojo - Demo (3)

Nasi putih + sambal krecek (aduk), masukkan ke paha, lipat.

Chef Jojo - Demo (4)

Setelah dilipat dan tertutup (lipatannya). Kukus selama 10 menit untuk membuat kulitnya mengkerut dan mengunci. Tumis ayam isi nasi hingga kulitnya matang untuk menyajikan.

Kedua: Sosis Gudeg.

Siapkan:

Chef Jojo - Demo (5)

Gudeg nangka, blender/proses hingga halus. Lalu siapkan kolagen sapi (bisa beli di toko makanan khusus).

Chef Jojo - Demo (6)

Dengan plastik semprotan makanan, masukkan gudeg halus ke dalam kolagen dengan perlahan hingga jumlah yang diinginkan.

Chef Jojo - Demo (7)

Pelintir sosis untuk mendapatkan ukuran sosis yang kecil (sisanya sesuai selera). Pada suhu rendah (60ºC) panaskan sosis secara bersamaan selama 30 menit untuk memadatkan/mengkerutkan kolagen sehingga sosis memiliki dinding yang kuat.

CJ - Sosis Gudeg

Siap disajikan.

CJ - Ayam Gudeg Bakar

Gudeg rekonstruksi yang modernistik (Sate tempe bacem, sosis gudeg, dan ayam nasi krecek).

Terima kasih untuk pihak manajemen Grand Aston Yogyakarta, khususnya Chef Herman Jojo sendiri yang di tengah sibuknya restoran Saffron di awal tahun, namun masih sempat untuk ngobrol dan masak demi penulisan artikel ini. Terima kasih yang sebesar2nya juga buat sang adek angkatan dari Xenobiota, Biologi UGM 2014, Elory Leonard yang sudah datang dan membantu sesi ini! 🙂

Chef Jojo - Elory - AW

SAFFRON RESTAURANT – HOTEL GRAND ASTON YOGYAKARTA (Class: 5 Stars)

Jl. Urip Sumoharjo no. 37, Yogyakarta. Reservation Phone: +62 274 566 999.

Hotel Twitter: @grandastonjogja. Hotel Link: click

Foursquare: Saffron/Aston Yogya

TripAdvisor: Grand Aston Yogyakarta (Indonesia)

Notes: Cek via telepon kalo mau ke sini… takutnya sold out karena sampai sekarang cukup rame!

-AW-


(Closed) Revisited: Meet Ball, Yogyakarta

Sudah hampir setahun saya tidak mampir di tempat ini… ya, Meet Ball. Kedai mini yang terkenal dengan burger, sandwich, dan bakso itu di kawasan Babarsari, Yogya.

Setelah mengalami sekian kali perubahan yang signifikan pada menu mereka, saya beberapa kali melihat restoran ini ikut jualan di Yogya Culinary Festival dan yang terdengar adalah Meet Ball menjadi sangat eksis!

MB - Mas Bodhi

Sang pemilik sedang memanaskan roti…

Akhirnya, kemarin tanggal 7 Januari 2016 saya kembali mengunjungi tempat ini dan ketemu Mas Iqbal Herawan (Bodhi) sang pemilik! Dan kelihatan Mas Bodhi tetap gemuk. Saya pun ditawarkan 2 burger pamungkas tempat ini sekarang: The Monster dan Greedy Bear Burger!

MB - The Monster

Jika kalian adalah karnivora sejati, burger isi beef patty, steak, sama daging sapi asap, pesan aja The Monster!

MB - Greedy Bear

…atau dua daging patty sekaligus? Greedy Bear Burger!

Perubahan di sini sangat super! Dari mana saya mulai… emm, baiklah. Pertama, dari dulu mereka memang menggunakan sapi grass-fed asal Bali yang dicincang dan ditakar seberat 100 gram per patty. Dalam pemasakannya di atas wajan, diukur dengan waktu sehingga matang dengan sempurna. Kedua, roti mereka kali ini sangat berbeda karena mereka kerjasama dengan Chef Cedric dari Cinema Bakery, Yogya (asal beliau dari Perancis) yang menawarkan untuk kerjasama setelah merasakan sendiri enaknya burger mereka saat beliau makan di festival! Rotinya mengembang sempurna dan memiliki keempukan serta fleksibilitas yang pas! Beliau sendiri bilang setelah makan The Monster:

“Baru kali ini saya mencoba kombinasi yang pas antara burger, steak di dalamnya, dan sausnya! Ini burger (lokal) nomor satu di Yogya!”

Kejunya juga sangat creamy! Jadi ya… cobain aja sendiri deh!

Untuk menu yang lain cukup dipangkas, sehingga Meet Ball lebih fokus ke burger, sandwich, dan bakso lokal sehingga rasanya lebih terkontrol. Menariknya, kita bisa membuat sandwich dengan isi yang kita inginkan sendiri lho!

Buat si bro Bodhi, nice one! Perkembangan Meet Ball dalam setahun sangat luar biasa. Semoga semakin sukses ya! 🙂

AW’s Rating: √√√√√ (5 dari 5, you did it! One more from me since the last time!)

MEET THE BALL

Ruko Babarsari (Seberang Pom Bensin Babarsari, sebelum pertigaan), Yogyakarta. Ph: +62 899 485 8098. Instagram: @Meetball_Yk

Jam Buka: 12:00 PM – 10:00 PM (atau sampai habis)

Jangkauan Harga:

Makanan: IDR 15.000,00 – 45.000,00 (bakso IDR 15.000,00)

Minuman: IDR 3.000,00 – 9.000,00

Foursquare: Klik

TripAdvisor: Klik

-AW-


Christmas Eve Buffet: Royal Restaurant – Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Ah, pertama saya mau mengucapkan selamat merayakan Natal untuk yang merayakannya, dan selamat libur Tahun Baru Masehi 2016 untuk kita semua. Ayo kita susun resolusi kita semua dan kejar cita2 kita!

Natal… adalah perayaan umat Kristiani, cuma untuk saya yang Muslim, kadang kebagian rejeki buat makan kayak gini sih siapa yang mau nolak? Toh saya ngga ikut ibadahnya. Oke, buat yang belum tahu, Christmas Eve atau Xmas Eve adalah perayaan malam sebelum Natal (jadinya tanggal 24 Desember) di mana biasanya diadakan makan malam bersama.

Pada Xmas Eve kemarin (24 Desember 2015), saya dengan sangat berterima kasih sekali kepada pihak manajemen Food and Beverage Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta karena saya dan pacar saya tercinta diundang untuk menikmati buffet makan malam di sini!

Sesi makan malam di sini berjalan di bawah komando Chef Purbo Wahyono selaku Executive Chef dari Royal Ambarrukmo. Beliau memasak begitu banyak jenis masakan yang khususnya didominasi oleh masakan Eropa seperti Spanyol, Perancis, Italia, hingga menu fusion atau campuran.  Karena adanya begitu banyak jenis masakan, saya akan menyoroti lebih kepada variasi makanan yang begitu unik (khususnya beberapa cukup asing di telinga kita) daripada membahas semuanya.

RA - Xmas - Fish

Begitu tiba, kita disambut sajian dari ikan (seingat saya itu sarden segar)…

RA - Xmas - Assorted Sushi

…variasi sushi…

RA - Xmas - Sashimi

…sashimi ikan salmon, tuna, dan kakap…

RA - Xmas - Paella

Spanish (Seafood) Saffron Rice AKA Paella dengan kerang hijau, cumi, dan udang…

RA - Xmas - Tomato n Boccochini Cheese

Tomat dengan Keju Boccocini.

Irisan tomat diberi saus pesto verde dari basil (daun selasih) dengan minyak zaitun. Keju Bocconcini adalah keju jenis mozzarella yang dibentuk kecil-kecil seukuran telur, semi-lunak dan biasanya dibuat dari susu kerbau (water buffalo). Keju jenis ini memiliki rasa yang gurih dengan tekstur seperti spons dan enak dimakan segar dengan sayuran daripada dimasak hingga meleleh.

RA - Xmas - Lobster Bisque (1)

Lobster Bisque…

RA - Xmas - Lobster Bisque (2)

…versi dalam mangkuk dengan crouton atau roti.

Bisque merupakan sup dengan bumbu yang bervariasi dan berasal dari Perancis. Dasar sup nya biasanya merupakan kaldu/coulis dari hewan krustasea yang dimasak (udang, lobster, atau kepiting). Chef Purbo sendiri menjelaskan bahwa Lobster Bisque ini dibuat dengan memasak lobster dalam waktu yang lama (sekitar 8-12 jam) hingga kaldunya keluar dan kemudian disaring, lalu dimasak dengan puree tomat untuk meringankan rasa. Rasa lobsternya memang begitu membahana di lidah ketika dicoba. Mmm…

RA - Xmas - Roasted Turkey w Cranberry n Giblet Sauce (1)

Roasted Turkey with Cranberry Sauce and Giblet Gravy.

Turkey alias kalkun… rasanya ga beda dengan ayam cuma lebih lunak kalau menurut saya dan karena massa dagingnya lebih tebal, lebih berpotensi juicy ketika dimasak. Biasanya kalkun ketika dipanggang diisi dengan sayur atau buah agar memiliki rasa kaldu yang enak ketika meresap kembali ke daging. Di sini digunakan jamur. Istilah “saus giblet” adalah saus yang dibuat dengan menggunakan kaldu dan minyak dari hasil panggangan kalkun setelah kalkun diangkat sehingga memberi rasa ekstra yang kuat dari kalkun.

RA - Xmas - Roasted Turkey w Cranberry n Giblet Sauce (2)

“Kok pake saus buah?? Kan manis… ntar rasanya aneh dong!”

Hmmm… kata siapa, beberapa masakan di Eropa Utara kayak di Swedia kadang menggunakan selai lingonberry hasil berburu di hutan dan ternyata rasa saus kaldu, daging, dan selai ini membuat rasa ini menari di mulut dengan perpaduan yang enak! Jadi, penambahan saus cranberry ini klop dengan kalkunnya!

RA - Xmas - Venison Mint Sauce (1)

Venison with Mint Sauce

RA - Xmas - Venison Mint Sauce (2)

Venison atau daging rusa merupakan makanan yang tidak terlalu umum di negara kita. Tekstur daging rusa biasanya seperti hewan yang biasanya diburu, merah, lebih kuat, tapi lemaknya sedikit sehingga kalori dari memakannya lebih sedikit dari daging sapi. Teksturnya pun memang agak lebih liat namun sekali gigit langsung tembus karena dagingnya memang tidak ada lemaknya. Rasanya lebih kaya, daripada sapi. Apa ya… rasa dagingnya lebih pekat dari daging sapi. Di sini, rusa ini disajikan dengan saus mint yang dibuat dari proses reduksi air gula dengan potongan daun mint. Dipadukan dengan daging rusa memang memberikan rasa manis yang khas.

RA - Xmas - Roast US Striploin w Mustard Sauce (1)

Roasted US Striploin with Mustard Sauce

RA - Xmas - Roast US Striploin w Mustard Sauce (2)

Striploin merupakan bagian daging, di sini daging sapi, yang berada lebih depan dari daging sirloin dan tenderloin. Teksturnya empuk dan memiliki lapisan lemak. Di sini disajikan dengan saus mustard dan kaldu yang sangat nendang dengan dagingnya!

RA - Xmas - Pan Fried Spict Rabbit w Herb

Pan Fried Spicy Rabit with Herb.

RA - Xmas - Irish Lamb Stew

Irish Lamb Stew with Carrot, Celery, and Potato.

RA - Xmas - Honey Glazed Carrot, Rabbit, Chicken w Shroom, Irish Lamb

Searah jarum jam dari atas: Honey Glazed Carrot, Pan Fried Rabbit, Roasted Chicken with Mushroom, Irish Lamb.

Pertama, saya akan bahas tentang Irish Lamb Stew. Menu ini adalah menu tradisional Irlandia yang dikenal dengan Stobhach Gaelach. Isinya adalah daging kambing dengan biasanya sayuran akar lokal. Di sini digunakan wortel dan kentang. Saya suka rasa dagingnya yang lunak dengan sausnya yang bercita rasa agak asam.

Ah… terus daging kelinci. Beberapa orang kadang ngga tega makan daging ini, tapi coba aja, nanti kalian akan merasa daging ini lunak seperti ayam… bahkan lebih lunak. Apalagi di sini dimasak dengan rempah. Nyaaamm…

RA - Xmas - Gnocchi w Scallop or Prawn and Fresh Basil Cream (1)

Meja tempat masak gnocchi.

RA - Xmas - Gnocchi w Scallop or Prawn and Fresh Basil Cream (2)

Italian Gnocchi with Scallop/Prawn and Creamy Basil Sauce.

Gnocchi adalah pasta yang biasanya berjenis pasta segar khas Italia yang dibuat dengan bahan utama kentang dan sedikit tepung terigu. Walau ada yang berupa pasta kering dari tepung biasa, buat saya… bukan gnocchi namanya kalau tidak yang segar dan dibuat dari kentang! Ketika dimasak, gnoccho ditusuk atau diberi alur agar sausnya bisa menyatu. Di sini, dimasak dengan scallop dan atau udang… apalagi dengan saus krim basil, rasanya super banget! Super enak apalagi dengan taburan keju Parmesan!

RA - Xmas - Norwegian Salmon w Cream Lemon Sauce

Norwegian Salmon with Creamy Lemon Sauce.

Salmon Norwegia terkenal dengan tekstur dagingnya yang bagus. Dimasak dengan rempah seperti daun dill yang wangi, perasan lemon, dan mentega akan memberikan rasa yang total pada ikan ini! Saus lemon yang creamy dan juga punya rasa kaldu ini sangat memberi nilai tambah rasa daging salmonnya. Enak pokoknya!

…dan hingga akhir, saya makan cukup banyak rondenya berdua…

RA - Xmas - Fish, Unagi, Tomato, Green Mussel (2) RA - Xmas - Fish, Unagi, Tomato, Green Mussel (1)

Tomato with Bocconcini, Boiled Mussel, Marinated Fish (lupa ikannya apa, kayaknya sarden), dan Unagi Sushi.

Selain makanan2 berat, ada juga makanan penutup yang manis…

RA - Xmas - Apple n Plum Strudel

Apple and Plum Strudel.

Strudel adalah makanan pastry khas negara Slavic seperti Austria-Hungaria yang biasanya memiliki isian manis. Di sini bahan isiannya adalah apel dan plum.

RA - Xmas - Italian Xmas Cake

Italian Christmas Cake.

Saya sebenarnya kurang tahu yang cake di sini yang mana. Saya cuma ambil yang merah itu. Rasanya kayak sus apalagi dalamnya juga kosong.

RA - Xmas - Xmas Stollen

Christmas Stollen.

Stollen adalah roti/cake buah dari Jerman yang isinya adalah buah kering dan di atasnya ditaburi gula bubuk. Buahnya biasanya manisan kulit jeruk, kismis, dan ditambah kacang almond. Sebagai penikmat kue manis, saya suka banget ini sebagai pencuci mulut.

Pada akhirnya kami berdua kenyang (iya lah). Salute to Chef Purbo for his maximum efforts for the entire banquet that very widely diverged in variety of foods! Walau ada beberapa makanan yang kurang total buat saya, tapi saya patut acungi beliau jempol karena mempersiapkan makanan yang sangat beragam dengan kualitas yang tinggi ini bukanlah hal yang mudah. Bravo dari kami berdua!

Special thanks also to Mas Rudy Adimulyo as Assistant of Food and Beverage Manager of Royal Ambarrukmo who also a good friend of mine! All the best from us for your career and may we meet again someday!

and of course, my lovely young lady, my girlfriend who accompanied me here, Ghea… 😉

IMG_6511

AW’s Place Rating: √√√√√ (full score, sangat nyaman dan damai!)

AW’s Service Rating: √√√√  (4 dari 5, walau sejujurnya nyaris sempurna, pada akhirnya pada overwhelmed dengan tamu yang makin banyak, mereka juga lupa re-stock alat makannya ketika piring udah diganti)

AW’s Food Rating: √√√√½ (4.5 dari 5, hampir sempurna karena ada beberapa yang menurut saya kurang)

ROYAL RESTAURANT – HOTEL ROYAL AMBARRUKMO YOGYAKARTA (Class: 4 Stars)

Jl. Laksda Adi Sucipto No. 81, Yogyakarta. Reservation Phone: +62 274 488 488

Hotel Twitter: @RoyalAmbarrukmo, Hotel Link: click

Buffet Price: Rp 270.000,00/pax

Buffet time: 06:30 PM – 10:00 PM

Foursquare: Ambarrukmo

TripAdvisor: Royal Ambarrukmo Yogyakarta

-AW-


Chef Tri Heru Basuki – Memasak Adalah Pembelajaran Seumur Hidup!

Semua orang hidup dengan sebuah cita2. Namun tak jarang cita2 dalam hidup itu berubah seiring bertambahnya pengalaman yang diterima. Tetapi itu bukan masalah! Karena yang paling penting adalah menghayatinya dengan bersyukur, dan memiliki niat untuk terus belajar seumur hidup.

EP - Spag + Chef Heru

Chef Tri Heru Basuki (38), seorang pria yang akrab dipanggil Chef Heru, kelahiran 31 Juli 1977 dari Sragen yang besar di Jakarta ini awalnya mengambil kuliah jurusan arsitektur. Namun karena masalah krisis ekonomi yang melanda pada tahun 1998, beliau terpikir untuk banting setir ke sekolah masak di kawasan Depok. Ternyata pilihan ini membawanya keliling dunia!

Awalnya beliau akan ditugaskan ke Singapura, namun ternyata Chef Heru juga mendapat tugas di Amerika di waktu yang bersamaan dan inilah yang beliau pilih. Merangkak perlahan sebagai petugas housekeeping hotel di kawasan Salt Lake City, sebelum kemudian mulai belajar di beberapa tempat di bawah executive chef ternama termasuk di kapal pesiar mewah The Queen Mary 2, beliau akhirnya mendapat kesempatan memasak sebagai chef di Hotel JW Mariott Boston, Massachusetts AS.

“Hidup di dapur, tekanannya banyak! Di (dapur hotel) luar sana lempar2an piring itu udah biasa!” – jelas Chef Heru, ya saya ngerti… jadi suasana di dapur kayak Chef Ramsay itu bukan rekayasa saudara2!

Jeda beberapa tahun, akhirnya beliau kembali dipindahtugaskan di hotel yang sama di Dubai, Uni Emirat Arab. Di sana, beliau kembali menghadapi orang2 yang berbeda lagi dan cenderung lebih vokal dan keras dari orang2 kebanyakan di Amerika. Tapi itu tak menghalangi niat beliau untuk belajar. Dua tahun kemudian, beliau pulang ke Tanah Air dan berencana untuk wirausaha. Akan tetapi karena fluktuasi dalam usahanya yang tak menentu, Chef Heru kembali menekuni dunia perhotelan. Saat itu kemudian ia menjadi chef di Hotel Sheraton Bandara, Tangerang. Lalu beliau pindah ke Yogya dan menjadi executive chef di Hotel Phoenix, lalu pada tahun 2012 ia diminta mengawasi dengan posisi yang sama di Hotel Royal Ambarrukmo. Pada akhirnya hingga kini Chef Heru meniti karir sebagai executive chef di Hotel Eastparc Yogyakarta.

“Semakin banyak restoran yang pernah dipegang seorang chef (dalam perjalanan hidupnya), maka bargaining position dia akan semakin tinggi. Karena setiap restoran terdapat ilmu yang berbeda, maka semakin banyak restoran ilmu yang didapat akan semakin banyak”

Tidak ada istilah berhenti untuk belajar selama hidup. Itulah semangat yang ingin ditularkan Chef Heru kepada kita. Jangan pernah terpaku sama satu hal, tapi ambillah esensi ilmu yang didapat dari setiap momen dari perjalanan hidup!

Di bawah adalah sesi masak dan trik2 dapur dari Chef Heru, beberapa makanan di bawah ini sudah pernah sebelumnya diulas di blog ini juga lho.

Sesi Masak

Resep – Fettucine Seafood Aglio Olio

Menu ini simpel, rasanya light, tapi punya kombinasi rasa bawang putih dan cabai yang sangat nendang. Untuk membuatnya lebih spesial lagi, Chef Heru menambahkan King Prawn (Udang Galah), snapper (kakap), dan calamari (cumi)!

EP - Spag Ingredients

100 g pasta fettucine, masak hingga matang (atau al dente)

2 siung bawang putih, iris tipis

3-4 buah zaitun hitam, iris tipis

Cabai kering secukupnya, iris tipis

20 g kakap + 20 g cumi dipotong dadu, campur

2 ekor udang galah yang sudah dibersihkan

3 buah tomat ceri, belah dua

2 buah daun basil yang diiris kecil

1 sdm bawang daun yang diiris tipis

1 sdt oregano kering

1 sdt keju Parmesan bubuk

Lada hitam bubuk secukupnya

Lada putih bubuk secukupnya

Garam secukupnya

Gula secukupnya

Minyak zaitun untuk menumis

Keju Parmesan parut besar untuk garnish

Minyak pesto (Pesto Verde dari campuran daun basil dan minyak zaitun yang dihaluskan, ambil minyaknya) untuk menambah rasa

-Hidangan untuk 1 porsi-

Cara membuat

1. Panaskan wajan, tumis bawang putih hingga harum. Dalam keadaan terus diaduk agar tidak kering, masukkan zaitun hitam yang sudah dipotong dan cabai kering ke dalam wajan.

EP - Spag (1) EP - Spag (2)

2. Masukkan udang galah, bolak-balikkan karena udang matang dengan cepat. Masukkan campuran cumi dan kakap. Aduk.

EP - Spag (3)

3. Setelah udang matang dan terlihat berwarna merah, masukkan pasta ke dalam wajan. Aduk rata.

EP - Spag (4)

4. Celupkan tomat ceri ke dalam air panas beberapa detik (blansir) agar melunak, masukkan ke dalam wajan berisi campuran pasta. Beri sejumput taburan lada hitam, lada putih, oregano, garam, dan gula untuk menambah rasa. Aduk.

EP - Spag (5)

5. Pindahkan campuran pasta ke piring saji terlebih dahulu dan pindahkan udang saat terakhir. Beri beberapa tetes minyak pesto, taburi keju Parmesan bubuk, daun basil dan bawang daun. Tambahkan Parmesan parut untuk garnishing dan rasa.

EP - Spag (6)

6. Sajikan selagi hangat.

EP - Seafood Spaghetti Aglio Olio

Tips masak – Memasak fillet salmon dengan tingkat kematangan medium

Menu: Norwegian Salmon

Memasak ikan, khususnya salmon itu prinsipnya sama dengan memasak daging merah, yaitu bisa dengan berbagai macam tingkat kematangan. Menurut Chef Heru, memasak salmon itu cenderung preferable pada tingkat kematangan medium. Pada tingkat ini, rasa ikan masih terjaga dan rasanya masih juicy (tidak kering seperti pada kematangan well done).

Lalu bagaimana triknya?

Sediakan: Fillet ikan salmon yang masih dengan kulitnya.

Untuk membuat kulitnya terasa lebih renyah, tambahkan sedikit tepung pada bagian kulitnya sebelum dimasukkan.

EP - Prepping Salmon Skin

Panaskan minyak di atas wajan. Letakkan ikan di atasnya dengan kulit menghadap wajan. Lihat dari samping, biarkan ikan terlihat matang dari bawah hingga setengah ikan. Balik.

EP - Cooking Salmon (1)

Biarkan setengah bagian ikan matang hingga tengah.

EP - Cooking Salmon (2)

Untuk memberi warna keemasan dengan sempurna, balik ke bagian samping ikan. Ganti sisi kedua.

EP - Cooking Salmon (3)

Angkat… sajikan. Untuk menu Norwegian Salmon di Hotel Eastparc, salmon disajikan dengan mashed potato (kentang tumbuk dengan susu dan krim) dan saus barbecue. Untuk garnish digunakan daun selada, cuka balsamic yang direduksi, dan minyak pesto.

EP - Norwegian Salmon

Tips masak – Memasak tiga daging

Menu: Trio Meat Cross Country

Memasak daging salmon Norwegia, daging sapi tenderloin Australia, dan daging kambing Selandia Baru memiliki trik tersendiri.

Pertama, daging kambing dan sapi ditaburi campuran lada hitam + garam.

EP - Prepping Meat

Panggang di atas grill atau bara api. Lihat sini untuk panduan tingkat kematangan.

EP - Grilling Meat

Sementara daging salmon lebih dianjurkan untuk dimasak di atas wajan agar teksturnya tidak hancur. Trik masak sama seperti yang sebelumnya bisa dilakukan.

EP - Searing Salmon

Setelah matang, daging disusun.

EP - Meat Assembly

Salmon ditata di atas saus barbecue. daging kambing di atas kentang, daging sapi diberi mentega bawang putih (campuran mentega +  bawang putih + bubuk parsley + sedikit perasan lemon) dan hiasan roti. Saus yang disajikan untuk menu Trio Meat ini adalah saus jamur dan beberapa tetes cuka balsamic yang direduksi dan di teteskan di piring. Untuk pelengkap bisa disantap dengan sayuran seperti jagung muda, wortel, dan brokoli yang di blansir.

EP - Trio Meats

Terima kasih banyak untuk pihak manajemen Hotel Eastparc Yogyakarta, khususnya Executive Chef Tri Heru Basuki. Juga terima kasih kepada Yeni Fatmawati dan Farras Adhi Hidaya yang juga membantu selama proses di hotel dan penulisan.

THB ft Yeni, Farras, Chef Heru

VERANDAH ALFRESCO – EASTPARC HOTEL YOGYAKARTA (Class: 5 Stars)

Jl. Laksda Adisucipto Km. 6.5, Yogyakarta. Reservation Phone: +62 274 493 2000

Resto Twitter: @VerandahYogya. Hotel Twitter: @HotelEastparc. Hotel Link: click

Jangkauan Harga:

Makanan: Rp 30.000,00 – Rp 165.000,00

Minuman: Rp 25.000,00 – Rp 45.000,00

Jam Buka: 03:00 PM – 11:00 PM

Foursquare: Resto dan Hotel

TripAdvisor: Hotel Eastparc

Note: Pas buat kencan sampe makan malam dan pesta.

-AW-


(Closed) Roti Papi, Yogya

Artikel ini bakal jadi artikel restoran penutup perjalanan S2 saya di Yogya sejauh ini. Yah… alhamdulillah lulus dan dapet gelar M.Sc!

Di daerah Gejayan, Yogya, ada restoran yang penampilannya nyentrik. Rada artsy dengan muralnya, dan apa ya… pokoknya kayak kafe kecil tapi pokoknya kayak tempat tongkrongan anak2 art banget (apa dah, pokoknya susah jelasinnya). Kafe ini ada di bawah toko buku dan kafe (dari resto yang kayaknya sama) And|Or Bookstore.

Roti Papi - Front  Roti Papi - Oven

Dari tungku pizza deket pintu masuk…

Roti Papi - Down (2)

…di bawah, oh… ini lagi nyiapin pizza (siang)…

Roti Papi - Down (1)

…dari tangga naik, suasana kafe/pizza bar di bawah (malam)…

Roti Papi - Up

…dan ini di lantai 2, di sini kita bisa baca2 buku juga lho.

Lalu apa yang ngebuat beda? Tempat ini di mata saya sangat spesial karena mereka menjual makanan yang sangat sangat sangat sangat jarang dijumpai dan bahkan dengan harga yang terjangkau, makanan DUTCH STREET FOOD! Ya! Makanan khas jajanan jalanan di Belanda! Pertama kali saya mendengar Belanda, semua adalah keju, keju, keju, keju, dan keju atau yang beda… paling kroket ragout alias leluhur dari kroket kentang di Indonesia. Ternyata saudara2, makanan cemilan di Belanda ga seperti yang selama ini saya lihat… cukup bervariasi!

Menu lain di sini adalah menu daerah Eropa Selatan yang masih dapat pengaruh dari kawasan Mediterrania dan Turki: Pizza dan Shawarma. Cuma kemudian saya baru tau bahwa Shawarma juga termasuk bagian street food di Belanda. Oke, mari kita mulai!

RP - Shawarma Chicken  RP - Beef Shawarma\

Shawarma… ayam.

DI sini shawarma disajikan dengan roti pita yang berbentuk kantong, isi pilihan daging ayam, ikan, sapi, atau cuma sayur, dan sayur berupa selada, bawang bombay, timun, tomat, dan lengkap dengan mayo. Kalau kalian ga asing sama makanan khas Lebanon atau Turki, bumbu di dagingnya bakal ga asing sama lidah kalian. Pokoknya uenaak.

RP - Fish Kapsalon

Kapsalon… ikan.

Kapsalon kalau dalam kamus saya artinya adalah kebab gyro (itu lho yang muter2 pas dipanggang terus dagingnya diambilin) tanpa roti, dicampur kentang, mayo, dan keju. Menurut teman saya yang pernah kuliah di Wageningen University, Belanda… kapsalon di Roti Papi itu bisa dibilang sebagai versi sehat nya kapsalon aslinya! Kenapa, karena kapsalon asli ga pake sayur! Di Roti Papi, kapsalon bisa dengan daging sapi, ikan, atau ayam. Kesan awalnya… kayak salad kebab, cuma rasanya enak. Belum pernah kan makan salad dan kentang goreng dicampur?

Roti Papi - Kaasouffles (1)  Roti Papi - Kaasouffles (2)

Kaassoufflé (met mayo) (Bel: Met mayo –> dengan mayo).

Cemilan goreng khas Belanda berupa keju (Bel: Kaas –> keju) yang dibungkus tepung, dikasih tepung panir dan digoreng. Pas buat yang suka keju. Makanan ini disajikan dengan mayo. Bayangin gurihnya keju dengan renyah kulitnya, ketemu rasa lembut dan asamnya mayo. Nyaaaammm…

RP - Broodje Kroket (1)  RP - Broodje Kroket (2)

Broodje Kroket.

Broodje Kroket dalam arti harfiah adalah sandwich kroket. Roti gandum, selada, sedikit tomat, mayo, dan kroket isi ragout daging sapi yang creamy. Rasanya sulit digambarkan, apalagi didefinisikan. Unik, gurih, renyah, enak!

RP - Pataje Met (Mayo)

Patatje Met Mayo (Bel: Kentang goreng pake mayo)

Yah, ini sih kentang goreng biasa yang dimakan pake mayo. Penggorengannya pas sehingga renyah di luar dan lembut di dalam.

RP - Patatje Oorlog

Patatje Oorlog (Bel: Kentang goreng perang)

Nah kalo ini baru nyentrik! Ga kepikiran kan makan kentang goreng pake saus SATE dan mayo. plus potongan bawang bombay?? Kemarin, ketika saya cerita tentang sosis Solo, saya menyebutkan bahwa ketika Belanda berkoloni di Indonesia dulu, mereka memberikan pengaruh kepada masakan2 kita khususnya di kawasan kesultanan Yogya dan Surakarta/Solo. Tapi ternyata, di Belanda sendiri… kayaknya mereka tertarik sama saus pecel dari negara kita dan mereka membawa pulang ke Belanda! Oke lah, ketika di sana karena pengolahannya ga sama persis, rasa saus sate nya jadi kayak selai kacang (Bel –> pindakaas). Akhirnya sampe sekarang menu satu ini jadi street food di sana! Yah, masuk akal secara visual… kentang dengan saus Indo vs saus Belanda, tapi campurannya… ga bikin perang di mulut, malah dengan uniknya jadi punya cita rasa enak yang unik!

Minuman di sini ada teh, coklat, dan milkshake. Tapi ini yang nyentrik…

RP - Bengbeng Milkshake

Milkshake Beng-Beng.

Awalnya bikin alis naik. Tapi ternyata enak juga. Kriuk2 dan manis gimana gitu.

Asli, tempat ini nyentrik… ada produk merchandise “Nggak kasih t*i” (“Don’t give a sh*t”/”Don’t give a damn”) yang kalo orang asal baca kesannya rude, cuma yah… produk itu menambah keunikan tempat ini dan tempat ini buat saya menunjukkan hubungan baik antara Indo-Belanda yang masih terjalin sampai sekarang. Gimana ngga, ownernya aja ORANG BELANDA… yang sehari2nya NGOMONG PAKE BAHASA JAWA!

AW’s Rating:√√√√√ (skor penuh… nyentrik, harga oke, murah, ada wifi)

ROTI PAPI

Jl. Bougenville (Terusan Selokan Mataram ruas UGM Fakultas Kehutanan – UNY – Gejayan) no. IX, Yogya. Facebook: Roti Papi

Jam buka: Senin – Sabtu (Minggu tutup) 12:00 PM – 22:00 PM

Jangkauan harga:

Makanan: Rp 15.000,00 – Rp 44.000,00

Minuman: Rp 5.000,00 – Rp 20.000,00

Foursquare: *belum ada*

Tips: Asik buat siang atau malem, buat nugas atau nongkrong. Di sini musiknya juga anti-mainstream, ambience music yang agak trance, kesukaan si ownernya. Oh ya, ajak ngobrol aja ownernya (lupa namanya siapa, dia orang Belanda, obrolan tiap hari Bahasa Indo, Jawa, Inggris)

-AW-


(Closed) Tiki Taco, Yogya

Untuk saya, makanan Meksiko merupakan makanan yang menarik dan punya citarasa tersendiri. Alasannya? Negara yang dalam sejarah memiliki budaya turunan Aztec, Maya, dan Olmec (tiga ini kan kalo ga salah) merupakan bangsa yang sangat erat hubungan dunia kulinernya dengan jagung (Zea mays L.). Bahkan sejujurnya, bagian paragraf pertama bab I dari tesis saya yang tentang jagung menjelaskan tentang ini. Dengan kata lain, kalau menyebut Meksiko pasti makanan berupa taco, tortilla, dan nachos akan sangat familiar.

Sekitar bulan lalu (sebelum bulan puasa, saya bersama teman blogger dan foodgram saya, Lala dan Dwi mampir ke sebuah kedai makanan santai Meksiko di daerah Seturan bernama Tiki Taco. Tempatnya ada di dekat sebuah tempat futsal.

Tiki Taco (4)  Tiki Taco (3)

Selamat datang di Tiki Taco…

Tiki Taco (1)  Tiki Taco (2)

Interior-nya.

Bagian dalam dari kedai ini berlantai mosaik dengan rural di dindingnya. Suasananya kalem, lebih ke suasana resto ketimbang kafe. Yang jelas suasananya cerah sekali di sini. Gak pakai lama, kami pun mencoba makanan yang ada di sini.

Untuk taco dan burrito di sini ada dua pilihan: pollo (Spa: ayam) dan carne (Spa: daging… sapi), sementara quesadilla hanya ada yang pollo. Sebagai sesama karnivora, kami pun pesan menu2 yang carne.

TT - Burrito Con Carne

Burrito con Carne.

TT - Burrito Inside

…isinya.

Kesan awal… yah ini jangan2 kripik tortilla bungkusan dengan kebab2an yang kayak di pinggir jalan. Ternyata saya SALAH BESAR. Ternyata rasa daging di dalamnya benar2 dengan bumbu khas TexMex. Apa tuh? Bumbu khas daerah Texas-Meksiko yang umum berisi dengan bubuk paprika dan bibik jintan. Walau isinya ga sepadat gambar pada umumnya (yah ngarep lu Dit), burrito di sini sangat2 enak! Yang membuat saya kagum lainnya adalah keripik tortilla jagungnya yang benar2 rasa tortila!

Jadi begini, ada dua jenis tortilla: tortilla tepung yang dibuat dari adonan tepung terigu, dan tortilla jagung yang dibuat dari adonan tepung jagung atau yang dikenal dengan istilah Meksiko ‘masa harina’. Rasa tortilla tepung cenderung agak alot dibanding roti pita (yang biasa dipakai buat bungkus kebab) dan rasa tortilla jagung punya rasa yang lebih… khas jagung dibanding keripik tortilla kemasan dan juga punya tekstur keras dibanding tekstur renyah kriuk2 tortilla kemasan. Dengan demikian…

TT - Nachos Con Carne

Nachos… dengan saus chili con carne, salsa tomat, dan guacamole.

TT - Taco Mix

Taco con Carne…

TT - Taco

…sisi lainnya…

…saya bisa bilang bahwa rasa taco dan nachos-nya ueeenak! Dagingnya yang enak dengan rasa menggigit dan agak manis nya kacang merah, sayur yang segar, sangat mantab ketika digigit dengan renyahnya taco shell nya! Untuk nachos-nya, saya kagum dengan bagaimana makanan ini disajikan di sini. Salsa tomatnya rasanya pas dan rempahnya pas, dan tekstur alpukat di guacamole-nya juga oke. Nachos tersedia dua pilihan: nachos con salsa (cuma pake salsa dan cabe jalapeño) dan moto yang pake daging.

TT - Quesadillas

Quesadillas.

Quesadillas… dibuat dari daging (ayam) yang diberi bumbu Meksiko dengan queso (Spa: keju) yang dilipat dalam tortilla tepung dan dimakan dengan salsa. Biasanya keju yang dipilih adalah keju lunak, bukan keju parut keras. Makanan satu ini pun bisa kami bilang mantap!

Tiki Taco buka dari jam 3 sore untuk hari biasa dan dari jam 10 pagi untuk hari Minggu. Jangan kayak saya ya yang pertama2 dateng pagi2 dan masih kosong! Semua makanan di sini very recommended, porque… es muy deliciosa! 

AW’s Rating: √√√√√ (skor penuh karena murah dan otentik!)

—-

TIKI TACO MEXICAN STREET KITCHEN

Jl. Raya Seturan Kav. 4 (Kompleks Depok Sports Center). Instagram: @tikitacoyk. Twitter: @tikitaco_yk

Jam buka:

Senin – Sabtu: 03:00 PM – 09:00 PM

Minggu: 10:00 AM – 10:00 PM

Jangkauan Harga:

Makanan: Rp 9.000,00 – Rp 18.000,00

Minuman: Rp 4.000,00 – Rp 7.000,00

Foursquare: Klik

Tips: Awas nyasar nyari tempatnya. Intinya parkir di Depok Sports Center aja dulu sebelum nyari. Oh iya! Sama… isi botol tips-nya demi mas2 yang masak!

TT - Tip Jar-AW-


(Improvised) Classic Bread – Milk n’ Cheese, Yogya

Roti panggang adalah makanan sejuta umat. Kita sering tahu roti tawar yang dipanggang dalam toaster seperti yang disajikan sebagai makanan sarapan khas Amerika, dipanaskan dan diberi mentega untuk sandwich, hingga benar2 dipanggang seperti roti bakar yang biasa kita jumpai di kedai2 tertentu di Jakarta, Bandung, maupun kota lain. Varian lainnya adalah roti yang bentuknya seperti kotak balok, permukaannya zig-zag, dan yang satu ini biasanya dipakai sama abang2 pinggir jalan untuk dipanaskan di wajan logam yang rata dan diberi margarin. Nyaaamm… siapa sih yang ga pernah ngemil malam2 dengan roti satu itu?

Pertama2 saya mau bahas ini sebagai pengetahuan simpel sekaligus sharing aja… tentang roti bakar gerobak yang enak dan sandwich yang ideal. Untuk roti bakar gerobak, yang menentukan nilai tinggi buat itu adalah gimana si abangnya ngasih margarin dengan bener; gak lebay, tapi juga ga pelit. Elemen margarin inilah yang membuat roti bakar itu rasanya jadi asin gurih berpadu dengan manis karena isinya yang biasanya adalah selai. Terus kalo sandwich, pemanasan bagian luar rotinya kalo roti yang luarnya coklat, kemasakan rotinya kalo yang dipakai adalah irisan roti (toast) yang dipanggang pakai toaster atau di wajan, sama bagian dalamnya yang dikasih mentega dan kadang dipanaskan juga. Pemberian mentega di dalam itu tujuannya untuk memberi lapisan pada roti, mencegah rotinya jadi lembek dan berair. Pemanasan bagian dalam roti itu biar memberi permukaan dan rasa. Kadang sandwich juga ditekan dengan pemanggangan khusus, saus dan isinya pun masuk ke roti dan menambah rasa. Tapi ini hanya buat panini, dan penekanan itu membuat roti juga tambah masak tanpa membuatnya benyek.

Oke, gimana kalo roti bakar gerobak dan sandwich digabung?

Di Yogya, ada sebuah kedai yang menunya penuh diwarnai dengan susu dan keju. Kedai ini bukanya di waktu sore dan berada di dekat kawasan Pasar Condong Catur. Sesuai yang disajikan, nama kedai tersebut Milk n’ Cheese. Dari keseluruhan menunya, yang paling membuat saya tertarik untuk mencobanya adalah bagian Classic Bread. Yah, sebenarnya “classic” nya mungkin karena roti yang dipakai adalah roti zig-zag a la gerobak itu. Cuma isinya sangat terimprovisasi dan lebih menyerupai sandwich yang diberi saus krim keju di atasnya. Yang bagus adalah, bagian permukaan roti ini sudah dipanaskan sehingga dikasih keju di luar pun dia ga bakal langsung benyek.

MnC - Beef of Happiness

Beef of Happiness.

Roti ini isinya selada, daging cincang, tomat, bawang bombai dan saus keju yang creamy. Buat pecinta sandwich yang agak creamy dan agak seperti ragout, menu satu ini patut dicoba! Apalagi ini saus kejunya luar dalam!

MnC - Meet Ball In The Summer

Meet Ball in The Summer.

Entah, yang ditawarkan adalah adanya meatball (bola daging) di dalamnya, cuma yang ada malah daging cincang dalam saus tomat yang agak seperti saus Sloppy Joe yang sederhana. Selain saus daging itu, juga ada selada di dalamnya. Coba itu pakai meatball beneran dengan saus tomat yang dimasak, pasti epic. Terlepas dari itu, roti ini udah bisa saya bilang enak dan saya tertarik buat beli lagi tiap ke sini!

MnC - Tuna in Cheese Island

Tuna in Cheese Island.

Nah, kalo yang ini juga kesukaan saya! Sebagai pecinta tuna sandwich, roti isi tuna mayo dan selada ini bisa dibilang paling wah!

Mungkin awalnya kita mengira roti2 ini harganya mahal. Ngga kok! Liat aja harga di bawah ini yang udah bener2 nett alias tanpa tambahan tax lagi!

Harga:

Beef of Happiness – Rp 13.000,00

Meet Ball in The Summer – Rp 13.000,00

Tuna in Cheese Island – Rp 15.000,00

AW’s Rating: √√√√ (4 dari 5, bisa lebih dari ini cuma udah enak)

MILK N’ CHEESE

Jl. Nusa Indah 2, Condong Catur, Yogyakarta. Instagram: @milkncheese_yk

Jam Buka: 04:30 PM – persediaan hari itu habis (paling jam 09:00 PM)

Foursquare: Klik

-AW-


(Hotel) Grand Aston, Yogya

Halo pembaca! Setelah sekian lama saya vakum karena saya beberapa lama lalu sedang berusaha fokus mengerjakan tesis dan menyalakan api komunitas yang saya dirikan, akhirnya saya memutuskan buat nulis lagi! Sekarang, blog saya ini juga terasosiasi dengan komunitas saya yang saya sebut “Omnivora”, apa itu? Tempat blogger makanan, foodgram, dan personil kuliner apapun. Feel free to ask! Ah ya, masuk artikel ke-100, saya mau me-review pengalaman kuliner saya di sebuah hotel bintang lima di Yogya, Grand Aston Yogya. Pertama2, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Grand Aston yang telah menghadiahkan tiket menginap semalam gratis karena saya menang lomba makan hotdog!

Karena ini blog kuliner, saya akan lebih banyak menyoroti aspek makanannya daripada yang lainnya.

Semua berawal dari ketika saya check in jam 2 siang setelah seminggu saya melakukan reservasi.

Room Service

GA - Room

Yak! Tempat yang pas buat ngerjain tesis dengan tenang tidur2an dan makan!

Menariknya soal makanan di hotel ini adalah memiliki harga yang lebih murah dari harga makanan di hotel bintang lima yang saya tahu tanpa mengurangi kualitas dan kreativitas chef yang memasak. Gimana ngga, gini deh… di Jakarta, dirimu nginep di hotel bintang lima, coba beli 1 makanan simpel kayak spaghetti. Berapa? Rp 70 ribu? Rp 80rb? Di sini harga makanan sekelas pasta jangkauannya hanya Rp 35rb hingga Rp 45rb (yah walau belum sama pajak) lho!

Ketika saya masuk di sini, saya mendepositkan uang saya sebanyak Rp 200.000,00. Ketika saya tiba di kamar, apa yang pertama kali saya lakukan? Ya… saya yakin kalian sudah tau: Pesan makanan! Untuk review makanan di kamar hotel, saya menambahkan skala ukuran di sini: Waktu pengantaran.

GA - Spaghetti Bolognese w Black Bread

Spaghetti Bolognese

Saya mengerti betul bahwa makanan di sini adalah buah karya Chef Jojo (yang sejauh ini saya kenal sebagai chef yang cukup nyentrik, iseng, cuma sangat kreatif… liat aja dengan klik ini). Spaghetti-nya enak. Pastanya al dente. Sausnya rich dan meaty. Yang menariknya lagi adalah bread stick hitam yang dibuat dengan karbon aktif seperti hot dog yang waktu itu saya makan dan saya awalnya mengira mereka mau ngasih saya sumpit buat makan spaghetti. Overallit’s good!

GA - Fish n Chips

Fish n’ Chips

Fish n’ Chips adalah makanan khas Inggris favorit saya. Setiap kali saya pesan, saya berekspektasi untuk mendapatkan porsi fillet ikan yang besar dengan tepung yang renyah, plus chips atau kentang goreng dengan konsistensi renyah di luar namun empuk di dalam (bukan lembek atau kayak kerupuk… asal kalian tau, chips di lidah Inggris kadang sama dengan French Fries), plus… saus tartar yang campurannya pas dan jumlahnya cukup. Setelah saya pesan, akhirnya Fish n’ Chips pun datang ke kamar saya. Awalnya saya cuma melotot karena mereka menyajikannya bite size atau kecil2 potongannya, dan pakai tepung panir bukan tepung cair (batter). Tapi… ternyata enak! Ikannya dibumbuinya pas, renyah di luar dan empuk di dalam. Hmmmm… terus kentang gorengnya punya konsistensi yang pas. Saus tartarnya… mungkin lain kali perlu banyakan karena menurut saya rasanya sudah oke!

GA - Nachos

Nachos

Nachos bisa dibilang snack khas Meksiko yang pas buat nonton TV atau bioskop. Biasanya merupakan keripik tortilla jagung yang disajikan dengan saus seperti salsa atau guacamole dengan kadang diberi tambahan keju yang melimpah. Lalu bagaimana dengan pesanan saya? Tortilla-nya oke, salsa-nya enak, kejunya… SUPER NANGGUNG. ‘Bok ya kejunya banyakan dikit atau pakai keju cair yang banyak. Saya rela nambah Rp 3rb – Rp 5rb buat makan salsa dengan keju yang ga nanggung2, atau mending ga sama sekali. Serius… liat aja foto di atas… nanggung.

Vanilla Sky Lounge

Bosan di kamar berkutat dengan laptop, tesis, dan nonton NatGeo Channel terus, saya pun jalan2 untuk meng-eksplorasi hotel ini. Kemudian saya teringat dengan promo Vanilla Sky Lounge yang katanya menyediakan makanan khas Meksiko dengan harga mulai Rp 25rb. Penawaran yang menarik, akhirnya saya pun ke sana. Di lantai teratas hotel ini.

GA - Vanilla Sky Lounge (1)

GA - Vanilla Sky Lounge (2)

Hemmmmm… gelap…

GA - Vanilla Sky Lounge (3)

…dan hujan…

GA - Vanilla Sky Lounge (4)

…area bar nya kayak mati lampu.

Sesampainya di sana, suasananya… gelap. Ya saya tau dekor nya punya warna gelap, cuma maksud saya itu… sepi. Mungkin saya pikir karena saya dateng “kepagian”. Yah, dasar saya dodol sih… dateng ke Lounge sore2 gini, pake sendal kamar, dan tujuannya buat makan makanan Meksiko di situ. Ketika saya melihat menu nya, ternyata… harganya jauh dari perkiraan saya. Di atas perkiraan budget saya.

GA VSL - Pozole Blanco

Chicken Pozole Blanco

Akhirnya saya pun memesan sesuatu yang sederhana saja… sup khas Meksiko: Chicken Pozole Blanco. Sup bening dengan ayam, keju Meksiko, dan alpukat. Sejauh yang saya makan, rasanya oke. Cuma yang rada “ganggu” adalah keripiknya. Agak mood whiplash ntah kenapa. Saya ekspektasi pakai tortilla yang jagung ataupun tepung… ini, kayak pangsit. Cuma… gapapa, sup nya oke.

Seusainya makan di situ, saya kembali ke kamar saya…

Breakfast Buffet

Sarapan adalah momen yang baik untuk memulai hari. Mereka bilang, kalau kalian mau tenaga yang kuat satu hari itu, makanlah sarapan yang punya karbohidrat sederhana (gula, bukan tepung) dalam jumlah yang banyak (mohon koreksi ya… jadi justru jangan makanan yang santai pagi2… dari situ lahirlah istilah “Breakfast like a king, lunch like a prince, dinner like a pauper”). Ketika saya menginap di hotel, buffet sarapan adalah indikator seberapa niat sebuah hotel menyambut tamunya untuk memberikan yang terbaik di awal hari mereka.

Pagi ini saya jam 7 sudah di Saffron karena jam setengah 9 saya harus ke kampus, terlepas hari itu adalah hari Minggu. Tapi apapun untuk Xenobiota yang saya cintai. Menariknya, bahkan 2 ahli bioteknologi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang kemarin mengadakan seminar singkat dan diskusi, ternyata menginap di sini juga!

GA - Saffron (2)

Pagi itu cukup ramai.

GA - Saffron (1)

Di sini ada jus, sereal, susu dan keju…

GA SF - Cheese Platter

Ini pilihan cheese platter nya…

GA - Saffron (5)

Ada roti dan pancake…

GA - Saffron (3)

Pilihan sweet pastries

GA - Saffron (4)

GA SF - Sushi

Dan sushi… pesan saya simpel: Jangan cuma California Roll dong, tambahin yang ada ikan segarnya pasti mantap

Variasi makanan di sini cukup banyak. Mulai dari roti tawar sampai pancake, dari keju sampai pasta, bahkan menariknya, di sini ada jamu! Lalu apa yang saya ambil?

GA SF - Buffet

(Dari kiri atas) Sosis sapi, (kalo ga salah) fondant potato, creamy spinach, dan fusilli tomato.

Rasa fusilli, kentang, dan sosis nya oke dan gak lebay. Bayamnya… ntah ini lidah saya atau bagaimana, cuma perlu ekstra bumbu.

Sebagai tambahan dari yang saya makan…

GA SF - Pancake

Pancake…

GA SF - Waffle, Croissant, Yoghurt

Almond croissant, waffle, dan yoghurt ceri.

Terlepas dari croissant yang gurih, renyah di luar, dan empuk di dalam, waffle dan pancake dengan konsistensi yang pas… saya merasa satu yang kurang: Maple syrup dan mentega. Oke lah, mentega atau butter tersedia di sini, cuma maple syrup adalah saus manis utama yang harus ada untuk waffle dan pancake, biarpun yang lain disediakan sebagai topping.

Overall, makan pagi saya asik… ah coba para professor dari MIT itu saya sapa dan ajak diskusi.

Buat Grand Aston, makasih banyak untuk kesempatan ini. Untuk nilai plus dari saya tolong dipertahankan ya, untuk kritik dan masukan dari saya mohon dipertimbangkan 🙂

Lain kali saya mau nyicip dan eksplor makanan di Vanilla Sky Lounge nya lagi deh, dan pastinya saya akan ke sini untuk menjaga hubungan bilateral (apa sih Dit) dengan Chef Jojo dan Tim Grand Aston lainnya.

—-

AW’s Rating:

Ketanggapan Room Service: √√√√√ (full score, ketika saya bertanya… responnya cepat dan mengerti yang saya tanyakan)

Waktu pengantaran pesanan: √√√√ (4 dari 5, cepat… tapi masih bisa lebih cepat kok)

Kualitas dan inovasi makanan: √√√√ (4 dari 5, masih bisa lebih baik lagi)

Buffet sarapan: √√√√√ (4 dari 5, sama masukannya dengan di atas)

Service hotel keseluruhan: √√√√½ (4.5 dari 5, good!)

GRAND ASTON HOTEL YOGYAKARTA

Class: 5 Stars

Jl. Urip Sumoharjo no. 37, Yogyakarta. Ph: +62 274 566 999

Hotel Twitter: @grandastonjogja, Hotel web page: Klik

Jangkauan harga makanan (di luar pajak, promo “G.I Joe” termasuk):

Room Service & Saffron Restaurant: Rp 20.000,00 – Rp 300.000,00 (minus minuman alkohol)

Vanilla Sky Lounge: Rp 27.000,00 – Rp 80.000,00

Foursquare: Klik

Notes: Di waktu tertentu, pilihan buat stay di sini merupakan pilihan yang baik. Karena di waktu tertentu… harga menginap per malam di sini sangat terjangkau: Rp 400.000,00 an!

-AW-


(Closed) Steak Fusion Indo – Sepiring Bistro, Yogyakarta

Makan daging panggang berupa steak, hmmm… itu mungkin pilihan super wah yang banyak orang pun suka! Daging sapi, daging kambing… dimasak rare, medium rare, medium, medium well, atau well done? Apapun jadi! Yang jelas daging ayam harus well done atau Salmonella typhorum bakal mengocok perut kalian! Sausnya? BBQ? Lada hitam?

Gimana kalo pake saus lokal?

Hah?

Iya! Bayangin kita makan steak sausnya pakai saus kuah opor, atau saus padang!

“Apa ga bakal aneh rasanya, Dit?”

Ya asal masaknya bener dan bumbunya pas, aman lah!

Di kawasan Jalan Kaliurang Km 5, Yogyakarta, ada sebuah bistro yang menyajikan menu campuran alias fusion seperti itu! Saya bisa bilang perlu memberi tepuk tangan buat pendiri resto ini yang bilang,

“Saya suka steak, saya orang Indonesia, saya makan steak a la Indonesia”

Asik juga ya konsepnya! Yak, Sepiring Bistro namanya! Bistro dengan 2 lantai indoor ini menyajikan banyak variasi santapan daging dengan saus fusion Indo!

“Di mana2 steak itu dari barat atuh om!”

Berisik ah! Saya mau bawa nasi goreng pake saus barbecue itu namanya makanan mana, hah!?

“Errrr…”

Ya, apa deh! Mari kita simak menu di sini!

Sp - Chicken Steak Saus Opor

Chicken Steak… saus opor!

Pasti tau dong yang namanya opor? Ayam kuah campuran santan yang marak pas lebaran satu ini jadi favorit banyak orang! Di Sepiring Bistro, daging ayam yang dimasak sempurna ini diberi saus opor yang kental. Gurihnya ayam yang kaldunya merembes ke saus menjadi sempurna ketika dimakan dengan kentang dan sayuran rebusnya. Nyaaammm!

Sp - Tenderloin Saus Padang

Tenderloin Steak… Saus Padang!

Daging sapi has dalam lokal atau tenderloin lokal yang rendah lemak ini merupakan makanan elegan yang wow! Apalagi jika dijadikan seperti yang satu ini: dengan saus Padang yang berempah, dengan terong panggang, dan kentang tumis bawang (lyonaise)! Mantap!

Masih kurang? Kali ini tenderloin dengan tumis kangkung dan kentang, dan saus balacan yang merupakan campuran terasi.

SB - Beef Balacan

Beef Balacan.

Makan di Sepiring itu overall enak. Masih banyak lagi menu fusion di sini termasuk risotto beras merah yang dibuat dari campuran rempah santan. Seiring waktu berjalan dari pas saya sampe di Yogya taun 2013 sampe sekarang, restoran ini udah cukup berkembang, baik pelayanannya sampe menunya! Sisanya… monggo coba aja sendiri!

AW’s Rating: √√√√½ (4.5 dari 5, harganya makin lama makin naik)

———

Harga (di luar pajak):

Chicken Saus Opor: Rp 45.000,00

Beef Saus Padang: Rp 67.000,00

Beef Saus Blacan: Rp 67.000,00

SEPIRING BISTRO

Jl. Kaliurang Km 4.5 no. 24. Ph: +62 274 514692. Twitter: @sepiringbistro

Jam Buka:

Hari biasa: 11:00 AM – 11:00 PM

Hari Jumat: 01:00 PM – 11:00 PM

Foursquare: Klik

Note: Jangan ragu buat negur waiter/waitress nya kalo ada yang kurang.

-AW-