Culinary Memoirs of A Biologist Who Loves Food

Posts tagged “yunani

Mediterranea Restaurant, Yogyakarta

Makanan khas negara2 pesisir Laut Mediterania adalah negara2 yang terkenal dengan aroma dan rasanya yang khas dengan perpaduan tanaman herba yang dicampurkan ke dalam masakannya seperti basil (selasih), oregano, rosemary, thyme, sage, ketumbar, dan lain semacamnya. Kemudian paduannya mulai dengan yoghurt dan susu untuk area Turki dan Yunani, penggunaan pasta dan saus krim atau tomat untuk Italia, dan keju serta ikan untuk Perancis dan Spanyol. Yak, kemarin saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi restoran Mediterranea di area dekat Alun-Alun Kidul (Selatan) Keraton Yogyakarta, tepatnya di kawasan Jalan Tirtodipuran.

The Mediterranea (5)

Ini papannya.

Ketika masuk, di malam hari suasananya cukup cozy dan romantis!

The Mediterranea (4)

Ini di pintu masuk.

Ruangan makan di sini ada yang indoor dan semi outdoor.

The Mediterranea (3)

Area indoor

The Mediterranea (2)   The Mediterranea (1)

…masih yang indoor (kemarin lupa motret yang outdoor, maap)

Restoran ini cukup banyak dihadiri pengunjung internasional dan turis2 non lokal karena tempat ini bisa berada di kawasan hotel dan hiburan malam turis Tirtodipuran-Prawirotaman (Kayak Menteng di Jakarta mungkin, dan kayak Legian di Denpasar). Suasana malam kadang diperindah dengan live music.

Lalu bagaimana dengan makanannya? Variasinya banyak, dan nama makanannya sudah menjelaskan apa isi makanannya (konsep nama deskriptif yang biasa dipakai chef). Sejujurnya yang jelas, Chef Kamil yang jadi chef utama di sini patut diacungi jempol untuk racikan masakan yang ada di sini!

M - Shish Kebab de Poulet

Shish Kebab de Poulet, Aubergine Confite et Tsatsiki.

Kebab ayam dengan aubergine (terong hitam) yang dihaluskan, nasi yang agak renyah, dan saus yoghurt. Rasa ayamnya luar biasa kerasa dan campuran dengan rempahnya! Terongnya halus dan creamy banget! Nasinya emang unik karena agak keras, tapi renyah ga terlalu, pulen juga ngga… ini adalah sensasi baru makan nasi buat saya. Setiap makanan di atas piring punya “nada” nya sendiri. Baik ayamnya, nasi, tomat bakarnya, terongnya, saus yoghurt dan saus kebabnya. Saya ga bisa kasih deskripsi lebih kena lagi!

M - Le Duck Burger

Le Duck Burger, Aubergine, Tomate et Courgette Roties, Burger de Canard, Tranche de Fromage de Montagne, Oignon et Cornichon, Feuilles de Salade, Accampagne de Legumes a Croquer, Sauce Yaourt et Menthe.

Restoran ini punya penyajian daging bebek yang sangat unik dan gak biasa, misalnya burger bebek satu ini. Dari judul menunya yang super panjang, saya bisa ringkas jadi burger bebek, tomat bakar, irisan keju gunung, bawang, asinan timun, dimakan sama sayuran batangan dan saus yoghurt mint. Rasanya sangat super, Anda dijamin ga pernah makan bebek seperti ini di manapun! Sensasi unik makan sayurnya juga… ajaib!

M - Magret de Canard aux Epices

Magret de Canard aux Epices, Aubergine Confite, Risotto aux Champignon.

Masih belum puas makan bebek? Steak bebek berempah ini adalah pilihan super! Disajikan dengan confite terong yang dengan rasa yang lembut, dan risotto jamur yang lumer di lidah!

M - Poulet Braise Au Feu de Bois

Poulet Braise Au Feu de Bois, Polenta & Ratatouille.

Daging ayam panggang yang dimasak dan disajikan di atas ratatouille dan disajikan dengan polenta. Ayamnya sangat tebal dan juicy, dengan ratatouille yang enak. Polenta? Ini adalah masakan khas Eropa yang dibuat dari tepung jagung dan dimasak dengan konsistensi seperti kentang panggang atau bubur. Nyam sekali!

M - Al Formaggi Pizza

Pizza: Al’ Formaggi

Pizza di sini dimasak di tungku api. Yang kemarin saya cicipi adalah Al’ Formaggi. Sangat direkomendasikan kepada pecinta keju. Keju yang dipakai adalah Blue Cheese, Mozzarella, Emmenthal dari Swiss, dan Parmesan dari Italia. Gimana? Puas?

M - Creme Brulee a la Vanille de Java

Creme Brûlée

M - Creme Brulee (Spoon)

Sesendok…

Sekarang saatnya membahas menu penutup. Creme Brûlée akan pas buat para sweet tooth dan pecinta custard. Gula yang renyah di sendok, dan lumer di lidah dengan rasa manis yang wow!

M - Gelato & Brownies

Gelato & Brownies

Gelato segar (home made) aneka rasa (saya untuk ini memesan yang rasa Creme Brûlée dan Vanilla) dengan brownies. Rasanya sulit digambarkan oleh kata2.

M - Crumble Minute aux Fruits de Saisons et Creme Glacee

Crumble Minute aux Fruits de Saisons et Creme Glacee

Es krim vanilla dengan crumble pie berasa kayu manis dengan saus stroberi dan buah2an (apel, pisang, manga, dan stroberi). Ini adalah pencuci mulut yang pas buat pecinta es parfait.

Untuk minuman ada bermacam2, tapi saya memesan ini dan rasanya nampol…

M - Almond Banana

Almond Banana.

Smoothies pisang (dengan susu)  yang dicampur dengan irisan almond renyah, madu, dan potongan kurma. Rasanya halus… crunchychewy, wow…

Tempat ini di malam hari memang bernuansa romantis, didukung dengan makanan yang super enak, pokoknya pas buat dining! Bravo buat Chef Kamil atas kreasi menunya!

AW’s Rating: √√√√√ (5 dari 5, full!)

—-

MEDITERRANEA RESTAURANT

Jl. Tirtodipuran no. 42A, Yogyakarta. Ph: +6274 371 052 (buat pesan delivery juga bisa). Twitter: @mediterranea_r

Jam Buka:

11:00 AM – 11:00 PM, tutup hari Senin.

Jangkauan Harga:

Makanan: Rp 29.000,00 – Rp 188.000,00

Minuman: Rp 8.000,00 – Rp 35.000,00

Foursquare: Klik

Tips: Makan di sekitar jam setengah 7 malam adalah momen paling pas, belum rame dan waiting list

-AW-


Buffet: Al Nafoura Lebanese Restaurant – Le Meridien Hotel, Jakarta

Makanan khas Timur Tengah merupakan salah satu makanan favorit saya sejak kecil gara2 dengan beruntungnya, saya punya keluarga besar dari bapak yang hobi ngasih saya makanan2 baru.

Di penghujung bulan suci tahun ini, saya berkesempatan untuk mencoba makanan khas kawasan sekitar Mediterranian timur dan selatan, yang mencakupi kawasan Levantine (Palestina, Lebanon, Israel, Yordania, Turki), Yunani, Mesir, Tunisia, hingga Maroko. Thanks untuk teman saya Baginda Jaya (Dede) atas endorsement nya sehingga saya bisa review di sini.

Restoran ini suasananya unik, ada bagian outdoor yang dekat kolam renang (ini godaan sore2 kalo belum buka puasa, baik airnya, atau yang berenangnya), dan indoor. Dahsyatnya tempat ini, buffet terdispersi ke 3 segmen indoor: dekat area kursi, daerah pintu masuk, dan di luar pintu masuk. Benar2 menggoda iman untuk siapapun yang lewat!

Yang mengkomandoi urusan dapur adalah chef dari Lebanon sendiri. Saya kemarin bertemu dengan Executive Sous Chef (wakil chef) Hussein Nasser Sleiman yang mengatakan bahwa menu2 ini menggunakan resep asli dari kawasan yang sudah disebutkan tadi.

Saya makan cukup banyak untuk bisa mencoba segala yang ada. Di luar pintu masuk, makanan jenis kari, kebab, roti, hingga salad segar tersedia. Saya sejujurnya tertantang untuk melakukan riset atas makanan2 ini. Cuma ini terlalu banyak sampai mulut saya mendahului otak saya buat berpikir. Soal rasa? LUAR BIASA! Saya akan langsung jelaskan saja langsung di bawah foto.

Al Nafoura - Shanklish

Shanklish ini adalah makanan sejenis salad khas Lebanon yang dibuat dari keju (yang kayaknya susu kambing), dengan komposisi daun parsley, tomat, bawang, dan diberi minyak zaitun.

Al Nafoura - Mohamara

Mohamara adalah kacang walnut yng dihaluskan dengan tomat dan pasta cabe. Rasanya sensasi gurih manis dan rasa khas tomat dengan sedikit rasa pedas cabe.

Al Nafoura - Tabouleh

Tabouleh adalah sejenis salad dari daun parsley dengan tomat, bawang, dan biji gandum. Khas Lebanon-Turki.

Al Nafoura - Zatoun wa Kapis & Hummus

Anda bisa ambil buah segar di sini, atau mengambil roti pita untuk dipadukan dengan kari di bagian lain, atau dengan…

Al Nafoura - Hummus

…saus Hommos/Hummus. Makanan khas Lebanon dari chickpea, wijen halus, lemon, dan minyak zaitun. Sangat sehat dengan kandungan vitamin yang baik. Rasanya gurih dengan agak manis. Sangat klop dengan roti pita. Saya ga bisa berhenti ngemil pake ini!

Al Nafoura - Jebnah Ma Zaatar

Anda penggemar keju khas Turki yang gurih dan asin? Jebnah Ma Zaatar yang dibuat dari keju, rempah, dan minyak zaitun ini siap memanjakan lidah kita dengan rasa keju yang hmmmmm banget!

Al Nafoura - Warak Enab, Rocket Salad

Rocket Salad ini selingan…

Al Nafoura - Cauliflower w Yoghurt

Saya kurang ngerti gimana, tapi makanan daerah Timur Tengah yang unik (tapi enak) dan saya pernah coba dari dulu adalah ini: Kembang kol goreng.

Al Nafoura - Fruit n Salad

Salad dan asinan… pada umumnya…

Al Nafoura - Kiskesh Ma Laban

Ini juga pas dimakan sama roti pita. Kiskesh Ma Laban ini adalah yoghurt ditambah tomat, bawang, biji gandum, mint dan timun. Sensasinya segar dan asam jika dibandingkan dengan Hummus.

Al Nafoura - Mohamara, Jebnah Ma Zaatar, Fried Cauliflower w Yoghurt, Fattoushe

Sesi salad ini… jadi pilih yang mana?

Saya merasa terbang ke langit mencicipi ini semua. Rasanya WAH banget! Ah, tapi ada yang lain juga lho!

Al Nafoura - Kharouf Lamb & Red Rice

Kharouf Lamb & Rice. Agak mirip dengan nasi biryani atau pilav dalam soal rasa. Ini infusi rasa kambingnya nikmat, ga berbau.

Al Nafoura - Kebab

Suka kebab? Shawarma roll ini perlu dicoba!

Al Nafoura - Kushari & Chicken w Frika

Kushari (kiri) adalah makanan khas Mesir. Dibuat dari nasi jenis long grain, kaldu, dan kacang lentil hitam. Gurihnya asik! Chicken with Frika (kanan) adalah makanan khas kawasan Levantine, termasuk Lebanon… dibuat dari gandum hijau yang dimasak, dan dimakan dengan ayam berbumbu ini. Kandungan seratnya sangat baik!

Al Nafoura - Kofta Bil Laban & Fessolta Areda Ma Tajan Laham

Kofta Bil Laban (kiri) adalah makanan khas Lebanon yang dibuat dari bola daging kambing cincang yang dimasak dengan yoghurt. Ini termasuk makanan yang rasanya paling nagih! Rasa yoghurt yang mild dan daging pas sekali di lidah saya! Fessolta Areda Ma Tajan Laham (kanan) oke saya tahu namanya panjang. Ini rasanya kayak sup tomat dengan kacang merah dan daging kambing. Unik!

Al Nafoura - Lamb Curry & Rice

Buat pecinta kari kambing? Di sini juga ada lho, rasanya WOW!

Al Nafoura - Lamb Tagine Ma Raisin

Lamb Tagine. Saya pernah bahas sebelumnya, ini adalah makanan dengan tradisi masak dalam kuali tagine khas Afrika. Kali ini daging kambing dimasak dengan kentang, dan beberapa sayuran lainnya.

Al Nafoura - Ma Akoulate Beyrouthy

Ma Akoulate Beyrouthy ini adalah menu paduan seafood yang ada di sini. Dimasak dengan susu.

Al Nafoura - Mangaf

Mangaf mirip dengan kari yang saya rasa dimasak juga dengan yoghurt karena rasanya. Dimakan dengan nikmat dengan nasi long grain.

Al Nafoura - Spicy Potato Tagine Ma Lemon & Olive

Spicy Potato Tagine Ma Lemon and Olive. Ini juga masakan yang dimasak (seharusnya ya) dengan tagine. Kentang berempah dengan zaitun hijau yang ueeenak!

Al Nafoura - Shish Tawouk & Shish Kebab

Shish Tawouk (kiri) adalah ayam dengan rempah dan yoghurt yang dipanggang. Shish Kebab (kanan) adalah versi kambingnya yang sangat legendaris itu. Keduanya rasanya sangat MANTAP!

Di sisi lain, ada dapur mini untuk memasak Markouk, roti renyah khas Lebanon dengan pilihan isi keju, daun thyme dan wijen, atau isi kambing. Mau yang mana? Coba semuanya!

Al Nafoura - Markuk Kitchen

Dapur Markouk. Kiri adalah alat memasak rotinya, tengah atas adalah setelah diisi dan digulung, lalu dipotong… hingga jadinya yang bawah. Kanan ada sausnya.

Al Nafoura - Markuk

Markouk yang sudah dipotong2.

Whew… sudah kalap? Oke… kita masuk makanan penutup…

Al Nafoura - Other Sweets

Di dekat pintu masuk ada pilihan Fruit cake (tengah atas), kurma (tengah bawah), aprikot kering (kanan), atau es buah (atas kanan).

Al Nafoura - Sweets

Atau Anda juga bisa mencipi cemilan khas Timur Tengah yang sangat2 enak ini!

Al Nafoura - Basima

Basima adalah kue dari tepung, kelapa, pasta wijen, kacang pistachio, dan madu. Mmmmmm…

Al Nafoura - Cream Pancake Cheese

Saya kurang tau ini apa. Itu kayak pancake lipat isi krim keju dengan taburan kacang pistachio. Saya belum nyoba (kekenyangan).

 Al Nafoura - Atayef Bil Jibna & Mocarona

Mocarona (bawah) ini adalah roti goreng dengan kayu manis bubuk, dan di glazed dengan simple syrup (air gula), teksturnya agak keras. Atayef Bil Jibna (atas) juga roti goreng khas Lebanon, diisi keju krim (hmmmmm…) dan diperciki air mawar. Enak parah!

Al Nafoura - Baklava

Saya udah membuat artikel yang ada makanan surgawi satu ini… BAKLAVA khas Turki! Kacang tanah, kacang pistachio, air gula, phylo pastry rasanya bikin nagih!

Al Nafoura - Om'ali

Puding roti legendaris khas Mesir yang konon namanya diambil dari permaisuri sultan yang membuat makanan ini terkenal… Om’ali. Isinya ada kacang, kismis, dan rasanya lembut manis agak kenyal. Pencuci mulut yang pas!

Oke… saya kekenyangan. Saya setelah ini nyomot buah2 seperti melon, semangka, sama markisa di meja buah. Oh iya, minuman? Saya memesan jus melon… sama minum ini…

Al Nafoura - Rosella (Karakade Juice)

Karakade Juice… minuman dari bunga rosella. Asam manis segar.

Saya… kekenyangan…

Al Nafoura - Meal 3

Mulai dari roti…

Al Nafoura - Meal 1

Daging dan kentang…

Al Nafoura - Meal 2

Nasi, daging kambing, daging ayam, dan frika…

Al Nafoura - Meal 4

Makanan penutup kering… ah, yang kiri itu namanya Sambousek Bil Tamur… makanan khas Arab isi kurma dan wijen.

Al Nafoura - Meal 5

Om’ali… dan Baklava…

Tarik napas… ini adalah review terbahagia saya bulan ini.

Tiba2 kalimat suci ini muncul di kepala saya…

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” – Surat Ar Rahman

Saya bersyukur berkesempatan makan makanan ini… semoga yang membantu saya bisa ke sini, dan segenap cheh dan kru restoran ini diberi rezeki dan nikmat yang berlimpah dari Allah SWT. Aamiin…

AW’s Place Rating: √√√√ (4 dari 5, agak crowded dan gelap, mempersulit mobilisasi, tapi dari aspek seni dan musik khas Timur tengah oke lah ya)

AW’s Service Rating: √√√½ (3.5 dari 5, agak kurang responsif dan kurang ramah)

AW’s Food Rating: √√√√√ (5 dari 5, dahsyat!! Subhanallah Walhamdulillah!)

AL NAFOURA LEBANESE RESTAURANT – LE MERIDIEN JAKARTA (Class: 5 Stars)

Jl. Jenderal Sudirman Kav. 18-20, Jakarta. Ph: +62 21 2513131

Hotel Link: click

Buffet Price: Rp 315.000,00/pax

Buffet Time: 05:30 PM – 07:00/07:30 PM

Foursquare: Le Meridien/Al Nafoura

Notes: Pesan dari agak lama (H minus sekian) karena tempat ini cukup rame! Ah iya, pesan di dalam deh… saya kurang suka yang di luar. Agak panas dan jauh.

Acknowledgement: Terima kasih buat bung Baginda Jaya dan keluarga yang sudah membawa saya ke restoran satu ini hingga kenyang!

-AW-


El Greco, Kuta

Ini pertama kalinya saya akan nulis soal restoran yang range nya bisa 600-800 Km dari rumah saya, di Kuta, Bali. Tapi kocaknya, bukan masakan lokal yang saya akan review duluan, tapi lagi2 masakan Yunani. Ceritanya waktu itu saya lagi rada galau mikirin seseorang pengen jalan dan cerita2 aja sama adek bungsu saya si Arif.

Tempat ini dari luar seperti kafe. Malam itu hujan. Jalan di Kuta emang agak sepi waktu itu, udah jam 8 malam waktu setempat, dan hujan. Restoran ini saat itu nyaris kosong. Saya sendiri mikir sih, apakah masalahnya karena ga ada atraksi yang ditawarkan? Soalnya dibandingkan dengan kafe di sekitar mereka yang ada permainan musik atau atraksi lainnya, tempat ini tidak ada apa2 untuk ditampilkan. Saya rasa ini bakal esensial, apalagi Kuta itu salah satu tempat turis yang paling utama.

Saya dan adik saya jalan, kami disambut 2 waitress dan kami berjalan ke tempat duduk kami. Kemudian ada seorang bapak2 paruh baya, yang saya rasa bukan orang Indonesia memberikan kami menu. Kami pun memesan beberapa macam makanan. Hal yang saya highlight, tempat ini menyediakan sajian seperti Gyro (daging panggang khas Timur Tengah yang dipanggang secara memutar) yang disebut Souvlaki, dan pizza berbentuk panjang seperti perahu yang disebut Pizza Boat. Menu restoran ini warna-warni dan penuh gambar, dan saya pun jadi memikir2 lama untuk memilih menunya karena saya benar2 mencari item paling atraktif. Akhirnya saya pun memesan dengan minum kami hanya air putih.

Satu hal, saya merasa beliau bukan waiter atau sekedar orang biasa. Lantas saya bertanya kepada seorang waitress, “Mbak, itu ownernya ya?”

“Iya, itu owner dan chef juga.” jawabnya.

“Siapa namanya?”

Kemudian si mbak itu menjawab, cuma suaranya kurang jelas. Beliau orang Yunani yang nampaknya sudah lama di Indonesia, itu yang saya tangkap. Kemudian saya pergi ke Circle K dan mengambil uang di ATM. Pas saya kembali, saya berjumpa dengan seorang anak kecil, dia nampaknya orang luar negeri. Dia menyapa saya, saya membungkukkan badan saya, memberi hormat, dan nampaknya ia tetap di depan bersama mbak2 waitress yang lain dan menyambut tamu2. Setelah saya lihat, ternyata dia anak sang owner.

Tak lama kemudian, makanan pun datang. Saya menyalakan Evernote Food saya untuk mendokumentasikan detail harga dan gambar, serta mencari tahu tentang tempat ini. Tempat ini terdaftar sebagai restoran Mediterrania.

El Greco - Aubergine with Feta Pizza Boat

Aubergine With Feta Pizza Boat

El Greco - Aubergine with Feta Pizza Boat (Split)

Setelah dibelah dan disusun.

Pizza nya enak! Buat saya ini adalah kreasi yang unik. Pizza-nya renyah, Rotinya segar. Saus tomatnya enak dan segar. Yang saya juga suka dari pizza ini adalah adanya aubergine (terong) yang diiris tipis memanjang dan keju feta leleh di atasnya dengan irisan daun basil. Sensasi fusi masakan Yunani nya benar2 terasa di pizza ini!

Kemudian hadirlah juga masakan yang tak kalah uniknya.

El Greco - Yalandji Dolma

Yalandji Dolma.

El Greco - Yalandji Dolma (Split)

Isinya.

Ini adalah makanan yang paling “beda” yang saya pesan. Ini adalah masakan khas Mediterrania. Yalandji Dolma adalah masakan tipe masakan dingin berupa nasi dengan bumbu, bawang, dan yoghurt, lalu dibungkus dengan daun anggur, dan dikukus. Di atasnya ditaburi daun dill. Bersamaan dengan ini disediakan saus yoghurt (supposedly Tzatziki). Saya suka keunikan makanan ini. Rasa daun anggur itu, seperti daun bayam, cuma lebih alot, dan rasanya agak beda. Sensasi makan makanan ini tuh unik, apalagi jika dimakan dengan sausnya.

Kemudian makanan utama kami datang.

El Greco - Chicken Souvlaki Roll

Chicken Souvlaki.

El Greco - Chicken Souvlaki Roll (Split)

Dibelah.

Melihat kami berdua, sang chef dengan baik hatinya mengambilnya kembali dan membaginya jadi dua untuk kami. Soal rasa? Saya suka kesegaran rotinya. Kombinasi tomat, bawang bombai ungu, saus yoghurt, daun ketumbar, dan ayam rempah (merujuk ke apa yang saya makan waktu itu, ini rasanya seperti Kontouvsouvli; ayam panggang dengan rempah herba). Rasanya enak banget. Jauh lebih enak daripada menu kebab roll atau shawarma yang selama ini saya makan. Apalagi rasa rempah ayamnya itu saya suka sekali! Oke, noted. Jadi kebab roll a la Yunani namanya Souvlaki (saya menyadari ini karena kemudian saya jalan2 lagi dan menemukan kedai Souvlaki dan menjual makanan serupa, hmmm… menarik!).

Hal yang saya salut dari resto ini juga adalah, kemudian mereka memberi makanan komplimenter kepada kami. Makanan penutup manis bernama Loukoumades.

El Greco - Loukoumades

Loukoumades.

Loukoumades adalah adonan roti goreng seperti donat dengan konsistensi yang lebih keras, diberi air gula, dan taburan bubuk kayumanis. Untuk siapapun yang suka makanan manis, ini adalah penutup yang nikmat.

Jujur saya suka kunjungan saya malam itu. Makanannya enak, segar, dan berkesan. Tapi sayangnya saya ga bisa bayar pake kartu debit. Padahal itu cukup berguna, jadi kami ga perlu ke ATM dulu, sementara saat itu lagi hujan. Saya berharap tempat ini makin berkembang dan bakal menarik lebih banyak orang lagi. Mungkin saja ya karena waktu itu sudah malam dan hujan cukup deras. Soalnya ketika saya melihat review restoran ini di internet, penilaiannya sangat bagus. Semoga lain kali saya bisa ke sana lagi kalau saya lagi iseng2 dan saya di Bali.

Harga pesanan kami:

Aubergine With Feta Pizza Boat: Rp 46.000,00

Yalandji Dolma: Rp 32.000,00

Chicken Souvlaki Roll: Rp 35.000,00

Loukoumades: Gratis

Air mineral: (lupa)

AW’s Rating: √√√1/2 (3.5 of 5, mungkin lebih karena suasana waktu itu saja dan karena ga bisa pake debit aja)

EL GRECO – MODERN GREEK AND MEDITERRANEAN CUISINE

Jl. Kartika Plaza, Blok A3 No. 3. Kuta Center Denpasar – Bali. Phone: 02361 758075. e-mail: elgrecorest@hotmail.com

Jangkauan harga: (lupa dicatat)

Anything else: Kayaknya kalau siang2 tempat ini enak deh untuk lunch.

-AW-


(Closed) Yamas, Jakarta Selatan

Masakan khas negeri para dewa Olympus itu, terus terang belum pernah terbayang di benak saya rasanya. Saya hanya mengetahui Yunani, khususnya dari sisi kulinernya tidak lebih dari keju feta, dan makanan segar seperti salad. Pengetahuan saya masih minim. Kemudian saya diminta melakukan review di sebuah restoran bernama Yamas di daerah Prapanca, Jakarta Selatan. Saya waktu itu bersama sang fotografer majalah saya (pastinya ya) Yeye, dan saya bertemu orang yang in charge untuk saya tanya2 soal restoran itu sendiri, Harriman Hasmoro. Saya memanggil beliau, Mas Harri saja waktu itu.

IMG_0652

Foto panorama restoran Yamas (klik untuk memperbesar).

Yamas (Υαμασ), dalam bahasa Yunani merupakan slank yang artinya “cheers!“, ungkapan untuk bersulang. Suasananya warm, dengan jendela yang dari referensi saya sendiri itu cukup berkesan Mediterrania sekali. Pernak-pernik simpel, homey tapi welcoming sekali. Perangkat kursi dan meja sendiri dari kayu. Waktu kunjungan saya itu, musik khas Yunani (yang bahasanya saya sendiri kurang tau) diputar, menambah mood saat itu. Mas Harri menjelaskan bahwa restoran ini punya chef dan sous chef (wakil chef) yang berasal dari Yunani. Sang chef yang sangat akrab dengan masakan khas negeri asalnya itu sendiri belum akrab dengan Bahasa Indonesia, tapi dengan bantuan sang wakilnya yang sudah sangat tak asing dengan Bahasa Indonesia karena sudah lama di sini, koordinasi dapur dan staf pun bisa berjalan. Saya jujur sangat senang saat disebutkan bahwa para ahli di dapur itu juga membuat keju feta nya sendiri untuk restoran ini, untuk menambah bahan di dapur (walaupun mereka juga beli keju feta juga).

Untuk minuman, restoran ini belum punya spesialitas karena memang baru buka belum lama ini sehingga mungkin seiring waktu berjalan akan ada nantinya.

Makanan? Di sesi review kali ini, terus terang saya kewalahan! Saya makan 12 menu yang berbeda. Memang ada Yeye di sini, tapi masih tetap kewalahan! Jujur, saya berterimakasih sekali kepada restoran ini yang memberikan makanan2 enak dan eksotis ini sebagai ganti dari tulisan saya!

Bagaimana ya saya memulainya? Hmmm… kita mulai dari pembuka pastinya (you don’t say!).

Yamas - Greek Salad

Greek Salad.

Yamas - Charcoal Grilled Bread  + Yamas - Tzatziki Dressing = Yamas - Bread in Tzatziki

Charcoal Toasted Bread + Tzatziki Dipping Sauce.

Greek Salad isinya terdiri dari potongan tomat, timun, dan bawang bombay, diberi minyak zaitun, taburan oregano kering, dan remah2 keju feta. Kombinasi sayurannya khas banget! Biasanya kita pasti selalu familiar dengan selada dan tomat. Tapi kali ini dengan tanpa selada, ini menjadi sesuatu yang baru. Biasanya kita selalu pakai saus seperti mayo atau thousand island. Kali ini kita hanya dengan minyak zaitun, dan rasa milky yang biasa kita dapat dari mayo diganti dengan rasa khas, tajam, dan asin dari keju feta. It’s perfect, apalagi sayurannya renyah! (kecuali tomat pastinya, tapi tomatnya pun sekali digigit masih ada “perlawanan” yang artinya masih segar pas dipotong).

Perlahan saya pun mengerti bahwa makanan Yunani selain identik dengan keju feta, tetapi juga dengan minyak zaitun, taburan rempah seperti oregano, dan saya jadi mengerti lagi bahwa ada saus kunci dari berbagai sajian yang namanya saus Tzatziki. Saus ini sederhana, cuma dibuat dari potongan timun, rempah, dan yoghurt. Di hidangan pembuka, saus ini jadi pencelup roti. Roti yang disajikan oleh Yamas ini adalah roti yang dipanggang di atas arang. Rotinya sendiri sudah diperciki minyak zaitun dan diberi taburan oregano kering. Celup ke Tzatziki, rasanya nano-nano tapi eksotis!

Anda suka menu gorengan untuk pembuka? Coba ini…

Yamas - Spanakopitakia, Bourek, Tiropitakia

Dari kiri: Spanakopitakia, Borek, Tiropitakia.

Saya bahas dengan singkat. Semuanya adalah gorengan yang dibungkus phyllo pastry. Bedanya, Spanakopitakia berisi campuran bayam dan keju feta, borek berisi daging dan terong yang dihaluskan, dan tiropitakia berisi keju feta saja. Favorit saya? Spanakopitakia.

Yamas - Spanakopitakia (Bitten)

Spanakopitakia, sehabis digigit.

Saya suka saat mengunyah renyahnya phyllo, rasa bayam dan keju feta itu serasi banget! Beda dengan Tiropitakia yang lebih datar, asinnya keju feta saja.

Masih kurang dengan pembukanya? Ya, saya tau ini keterlaluan. Okay, I give you some more!

Yamas - Feta Psiti

Feta Psiti

Feta Psiti. Ini adalah makanan yang mengajarkan saya penjelas perubahan fisik apa yang terjadi kalau keju feta dipanggang yang menjadi pertanyaan saya selama ini. Makanan ini adalah keju feta yang dipanggang, dengan topping paprika merah dan hijau yang dipotong, dan lagi2 diberi minyak zaitun dan taburan oregano. Rasanya? Asin. Bisa dibilang cukup asin untuk lidah saya ( = asin banget di lidah orang2 normal). Paprikanya bisa dibilang menyeimbangkan rasa asin itu. Mau biar rasanya lebih netral? Masih ada roti yang tadi? Kalau masih ada bagus, oles ke situ. Rasanya dijamin nikmat!

Let’s go to the main course, shall we?

Yamas - Moussaka

Moussaka.

Makanan ini pasti udah ga asing lagi di beberapa kalangan. Buat saya, makanan ini kayak lasagna. Bedanya, ga pake pasta, tapi pake kentang dan terong. Tantangan para chef buat saya adalah bagaimana membuat saus dagingnya enak, terongnya lembut,  kentangnya empuk, dan topping kejunya pas. Kerennya, semua ini pas di tangan chef di Yamas! Rasanya luar biasa! Mulai dari saus daging yang instead of agak kayak saus Bolognese, mereka punya rasa Greek-ish sendiri. Terongnya lembut, kentangnya empuk, dan di atasnya… keju feta cair siap menyambut!

Butuh makanan lebih berat lagi? Oke…

Yamas - Chicken (Behind) and Lamb (Front) Koutavsouvli

Kontouvsouvli.

Saya tau ini nyebutnya susah. Kontouvsouvli. Yamas menyediakan 2 macam: Daging kambing dan ayam. Saya suka dua2nya! Daging ayamnya berempah, well, saat saya menyebut berempah untuk masakan Yunani, expect rempah itu banyak yang berasal dari dedaunan herba, bukan bumbu2 seperti di kita saja. Dikombinasikan dengan sweet mustard, Anda dijamin melayang keenakan. Butuh karbo? Kentang goreng ada di menu ini.

Untuk yang daging kambing, mereka menyediakan porsi yang wah dan jujur saya kaget. Enak, berempah, dan tidak bau! Ini pengakuan saya, bahwa baru kali ini saya suka makan daging kambing. Beda dengan ayam yang disajikan dengan sweet mustard, Kontouvsouvli daging kambing ditemani saus Tzatziki. Karbo? Greek Rice. Ini unik. Nasi dengan tomat dan rempah khas Yunani. Sensasi yang apa ya… beda dengan nasi biryani India/Persia, tapi juga beda dengan risotto Italia. Anda perlu mencicipinya untuk mengerti maksud saya.

Yamas - Mixed Kebab

Mixed Kebab.

Untuk yang satu ini agak mirip dengan Kontouvsouvli. Bedanya daging2 itu digiling dan ini membuat rasanya lebih kaya. Kebab2 ini disantap dengan saus Tzatziki dan kentang goreng rempah.

Oke, saya tau Anda yang membacanya mungkin sudah sangat kenyang. Ya, apalagi saya yang memakan semua ini. Kebayang kan kenapa kami ga bisa menghabiskannya semua? Oke, ini makanan penutupnya.

Yamas - Rizogalo

Rizogalo.

Rizogalo adalah puding nasi. Perlu diingat bahwa “puding” di Eropa itu beda dengan kita. Puding di Eropa itu bisa yang padat karena diberi agar2, atau cair yang biasanya dibuat dari susu. Rizogalo buat saya adalah penutup yang luar biasa. Rasa vanilla, dengan taburan kayu manis, saya ga nyangka nasi bisa enak jadi puding susu. Benar2 penutup dari santapan besar yang sangat meringankan lidah.

Saya mengakui restoran ini memberikan pengalaman yang tak terlupakan untuk makan masakan Yunani. Semoga kedepannya restoran ini semakin maju dan sejujurnya saya ga sabar untuk main lagi ke Yamas. 🙂

AW’s Rating: √√√√√ (5 of 5, perfect!)

YAMAS – AUTHENTIC GREEK RESTAURANT

Jl. Prapanca Raya No. 37C, Jakarta Selatan. Ph: 021-2950-1040

Jangakuan harga:

Foods: Rp 20.000,++ – Rp 115.000,++

Drinks: Rp 20.000,++ – Rp 1.600.000,++

(PS: Oke banget kan harganya?)

Jam buka:

Weekdays: 10:00 am – 10:00 pm

Weekend: 10:00 am – 11:00 am

Anything else: Tempat ini masih dalam tahap pengembangan, di masa depan bisa jadi lebih wah lagi. Saya harap mereka juga bisa menjaga kualitasnya!

-AW-